Uncle Julian

Uncle Julian
35



Hai, semua. aku kembali. Mungkin aku belum bisa up rutin, karena bagaimana pun kondisi ku pasca operasi masih belum pulih. jadi jangan kecewa dulu ya kalau aku blum up rutin. 😘😘 .


"Diana! apa aku sudah terlihat sempurna?" tanya Julian ketika dirinya mematut diri di cermin. Tak lupa dia membalut pakaiannya dengan pakaian terbaik dan tentu dengan jam tangan mahal.


Diana mendekus mendengar pertanyaan Julian. Pasalnya ini sudah kesekian kalinya Julian bertanya.


"Jul, jika kau bertanya sekali lagi, aku akan menyuruh dokter Chris untuk memotong senjata mu lebih panjang," jawab Diana sambil memakai anting.


Ya, walaupun mereka kembar berbeda gender. Namun, tetap saja mereka selalu beradu mulut bahkan ketika kini mereka sama-sama dewasa.


Julian berdecak mendengar ucapan kembarannya. Dia melihat jam ditangannya. Ternyata ini waktunya mereka berangkat.


Sebelum keluar dari kamar rias milik Diana, Julian tak lupa menyimpan kotak cin-cin dan menaruhnya di jas. Tak lupa, Julian membawa bunga untuk diserahkannya pada saat akan melamar Tania.


°°°°


Saat semua tamu sedang melihat model yang berlenggak-lenggok di catwalk, Julian yang duduk tak jauh dari kursi yang di tempati Keinya tak henti-hentinya menatap takjub kecantikan Tania.


Saat Aysel sudah selesai dengan penutupannya, dia menatap Julian dan mengangguk kecil mengisyaratkan agar Julian segera naik ke panggung.


Julian dengan gagahnya berjalan di atas catwalk sambil membawa buket bunga. m Kegugupannya seketika sirna saat melihat Tania sedang berdiri di hadapannya.


Julian berlutut dihadapan Tania.


"Tania, maukah kau menikah denganku, menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anaku?"


Mata Tania berkaca-kaca. Tanpa pikir panjang, Tania pun menjawab. "Ya, aku mau."


Julian memberikan buket bunga yang dipeganngya pada Tania, setelah Tania menerima buket bunga tersebut, Julian mengambil cin-cin dari sakunya dan langsung memakaikannya pada jari manis Tania.


Julian pun bangkit dan kembali berdiri lalu membawa Tania kepelukannya.


"I Love you, Sayang," lirih Julian sambil memeluk Tania.


Tania tak membalas ucapan Julian dia terlalu larut dalam kebahagiaan.


Setelah Julian melepaskan pelukannya pada Tania. Tania dengan cepat turun dari panggung. Bahkan dia meninggalkan Julian dan Aysel. Ternyata Tania tak sabar untuk menghampiri mamih dan papihnya.


Saat turun, Tania pun langsung memeluk Keinya.


"Mamih, terimakasih," ucap Tania sambil terisak di pelukan Keinya.


Keinya pun ikut terisak, dia mengelus punggung putrinya. "Kau tau, kan, Mamih sangat menyayangimu. Jadi bahagialah dengan pilihanmu," jawab Keinya sambil melepaskan pelukannya. Dia menghapus air mata Tania. Setelah memeluk Keinya, Tania pun beralih memeluk Bram.


Aska yang berdiri disebelah Bram sudah merentangkan tangannya agar Tania memeluknya. Namun, setelah Tania memeluk Bram, Tania malah menghampiri Julian yang sudah turun dari panggung.


Aska hanya bisa mendelik sebal, padahal selama ini dia yang sudah membantu Tania. Tentu, tingkah Aska tak luput dari penglihatan Bram. Bram tersenyum mengejek kearah mertuanya. Baru saja Aska ingin membalas menantunya, Bram dengan kerennya memasukan satu tanggannya ke saku dan merangkul pundak Keinya mengajak istrinya untuk pergi.


Lagi-lagi Aska hanya mendekus karena ulah menantunya.


Acara sudah selesai, semua sudah kembali ke Mansion. Dan kini mereka baru saja akan menyantap hidangan makan malam.


Vania yang duduk didekat suami dan papinya, meneliti anggota keluarganya satu persatu.


"Sepertinya di keluarga ini hanya aku yang normal," celetuk Vania. Setelah mengatakan hal tersebut, Vania menutup mulutnya karena tak menyangka akan berkata demikian padahal dia hanya berniat mengucapkannya dalam hati.


Seketika semua yang berada dimeja makan melihat kearah Vania.