
"Del ini makanannya ,itu tadi titipan dari mama"
"Loh emang kamu pulang dulu ya tadi"
"Iya ,sebenarnya sih mau beli di restoran depan sana tapi mama nelpon katanya titip ini buat dikasih ke kamu"
"Ohh makasih ya ,jadi ngerepotin"
"Enggak kok ga papa"
"Oke ,kamu mau makan sekalian ga"
"Ga usah ,tadi udah makan sebelum berangkat kesini"
"Ohh yaudah deh"
"Tadi mama juga titip salam buat kamu"
"Waalaikumsalam wr.wb"
Dely pun melahap makanan itu dengan rakusnya sebab sudah lama dia tidak makan makanan buatan mama fika dan dia juga sangat rindu dengan makanan lezat buatannya itu.
Sesekali dia menyuapi nathan yang masih fokus pada layar handphonenya.
Setelah itu dia kembali mengingat mamanya sebab dari dia sadar sampai sekarang dia belum melihat mamanya.
"Tha mama viola mana"
"Ga tau juga sihh ,yaudah aku keluar dulu biar aku tanya sama kak Andra atau papa rey"
"Oke dehh"
Nathan menanyakan keberadaan mama viola ke rey dan rey pun menceritakan segalanya sebab nathan juga sudah tau separuh dari semua itu.
"Jadi gitu ,papa mohon ya jangan beri tahu dely so'al ini papa takut nanti malah dia jadi drop lagi"
"Iya pa nathan ngerti"
"Makasih ya than ,sekarang kamu temani dely takutnya nanti dia curiga kamu ga balik balik ,papa mau melihat kondisi mama vio dulu"
"Iya pa"
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi melihat juga mendengarkan percakapan mereka ,sepasang mata itu milik orang yang tidak lain adalah dely. Dely yang mendengar jika mamanya sakit langsung terbelak dan meneteskan air bening dari kelopak matanya.
Saat rey sudah pergi nathan membalikkan tubuhnya untuk pergi ke dalam lagi tapi saat posisi tubuhnya sudah terbalik dia terkejut karena ada dely yang sudah berada di pintu dan dia bertanya tanya dalam hatinya apa dely melihat dan mendengar semua percakapanku dengan papa??
"Del,,,dely" Lirih nathan langsung memeluk dely.
"Tha mama kenapa hiks,,,hikss"
"Mama ga kenapa napa dely"
"Ga kamu bohong tadi aku udah denger semua ,hiks,,,,hikss"
"Del kamu yang sabar ya ,mending kamu istirahat sekarang ,mama udah ada yang ngejagain"
"Ga tha pokoknya aku harus ketemu sama mama ,aku mau ngeliat kondisi mama"
"Tapi del,,,"
"Tha tolong kali ini aja ,aku mau ketemu sama mama"
"Yaudah kamu duduk disini dulu aku mau ngambil kursi roda yahh"
Ucap nathan tak dijawab oleh dely dan nathan mengerti semua itu. Setelah mengambil kursi roda nathan membantu dely untuk duduk.
"Lohh Tha dely kalian kok disini"
"Pa ,,dely mau ketemu sama mama" Lirih dely ,rey yang mendengarnya pun langsung memeluknya agar dia tenang.
"Sayang ,mama udah gapapa kok"
Nathan yang melihat jika dely pingsan pun segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaanya.
"Begini pak ,karena nona muda baru sadar dari masa kritisnya dia masih lemah dan ditambah lagi beban yang ada di pikiran nya itu membuat keadaan nona muda jadi begini"
"Maksud dokter begini gimana dok" Tanya rey
"Tuan muda nona muda baik baik saja hanya saja dia perlu hiburan agar beban yang ada di pikiran nya itu"
"Dan nona muda dinyatakan lumpuh"
"APA!!" Kaget nathan dan rey
"Iya pak ,sepertinya tadi nona dely mencoba untuk bangun dan itu membuat tulang belakangnya menjadi sedikit bergeser"
"Tap tapi masih bisa disembuhkan kan dok"
"Kemungkinan masih bisa tuan asalkan nona muda mau kemo Terapy secara rutin"
"Syukurlah"
Setelah memberitahu keadaan dely dokter pun pergi untuk memeriksa pasien lainnya.
"Than papa minta tolong ya semangatin dely ,jaga dia jangan sampai dia kenapa napa"
"Nathan janji pa ,nathan bakal terus semangatin dely sampai kapan pun"
"Makasih ya than"
"Iya pa" Ucap nathan dengan mengangguk.
Rey pun pergi dari sana tapi bukan untuk ke ruang rawat vio melainkan ke dokter sepesialis jantung.
"Dok ,gimana kondisi jantung saya sekarang dok"
"Sepertinya harapan semakin mengecil tuan ,jantung anda bisa drop tiba tiba jika anda terus banyak pikiran seperti ini"
"Dok ,saya minta sekali lagi tolong jangan beritahu anak anak saya tentang penyakit saya"
"Tapi tuan,,,"
"Dok ,saya minta sama dokter"
"Baiklah tuan"
"Sepertinya umur saya sudah tinggal beberapa hari lagi"
"tuan tenang saja ,kami akan berusaha menolong tuan semampu kami"
"Baiklah"
"Tapi kalau memang sudah tidak ada harapan saya memilih untuk mengikhlaskan diri saya dok"
"Ada 1 jalan keluar agar tuan bisa sembuh dari penyakit jantung ini ,yaitu donor jantung"
"Donor jantung dok??"
"Iya tuan donor jantung bisa memulihkan keadaan tuan"
"Cepat carikan dok"
"Baik tuan kami akan segera carikan pendonor itu"
"Terimakasih dok ,kalau gitu saya permisi"
"Baik tuan"
Rey pun keluar dari ruangan dokter sepesialis jantung itu. Rey belum berniat mau mengabari delard tentang semua ini.
'Andra udah diberitahu semua sama nathan ya jadi urusan Andra clair.'