Twint A

Twint A
Rumah pohon



“Hallo sayang ... Agatha rewel ga mbk”. Tanya Tasia sembari membawa mangkuk berisi makanan untuk Putri nya.


“Ga kok ,Agatha pinter ya cantik”. Ucap Aisyah.


“Agatha kan memang pintel”. Ucap Agatha.


“Makan dulu sayang”. Ucap Tasia mengambil Agatha dan memangku nya lalu ia pun mulai menyuapi sang putri dengan sendok mungil itu.


“Mom ... Ar di ajak ayi keluar”. Ucap Marcel menghampiri Tasia dan Agatha.


“Kemana sayang”. Tanya Tasia tanpa menatap ke arah Marcel.


“Ga tau sih mom”. Jawab Marcel menghujani Agatha ciuman hingga terkekeh geli.


“Ini anak pertama kamu Tasia”. Tanya Aisyah menatap ke arah Marcel.


“Iya mbk”. Jawab Tasia tersenyum.


“Ohh ya ,Ar kenalan dulu dong. Ini nama nya tante Aisyah ,Nanti akan jadi istri nya paman mu”. Ucap Tasia terkekeh pelan.


“Ohh gitu. Yaudah marcel berangkat ya mom”. Ucap Marcel mengecup pipi momy dan adik nya.


“Hati hati kak”. Teriak Agatha melambaikan tangan.


“Iya”. Jawab Marcel setengah berteriak sebelum akhir nya masuk ke dalam mobil.


“Kalau gitu mbk kedalam dulu ya tasia ,mau mandi”. Ucap Aisyah.


“Iya mbk ,biar agatha sama aku aja”. Ucap Tasia.


“Agatha ,makan nya di habisin sayang”. Ucap Tasia pada agatha yang asik mengaduk ngaduk makanan nya.


“Iya mom”. Jawab Agatha mulai memakan makanan nya hingga belepotan.


“Minum susu nya dulu”. Ucap Tasia memberikan botol susu mini ke Agatha.


Glek glek glek


“Udah mom”. Ucap Agatha.


Buah buah sudah mulai siap panen dan menampakkan kesegaran nya.


Tasia memakaikan sepatu bot khusus putri nya dan ada juga yang lebih besar untuk diri nya.


”Ini sayang ,pakai ini dulu biar tangan nya ga kotor”. Ucap Tasia memasang kan sarung tangan di tangan mungil Agatha.


“Mom mom ,Aga pengen buah anggul itu”. Ucap Agatha antusias menunjuk buah anggur yang terlihat menggoda itu.


“Yaudah kita ke sana yuk”. Ucap Tasia mulai berjalan dengan Agatha yang masih berada dalam gendengan nya.


Agatha pun mulai memetik anggur itu di bantu sang momy dan beberapa pekerja. Hingga terkumpullah sampai satu wadah besar dan Agatha yang membawa ranjang mini dengan anggur anggur yang sudah di petik nya.


“Anggur nya bawa ke Paman Lian dulu sayang biar di cuci”. Ucap Tasia yang melihat putri nya hendak memakan anggur itu tanpa di bersihkan terlebih dahulu.


“Paman Ian ,toyong cuciin inyi”. Ucap Agatha pada Lian.


“Iya nona kecil”. Jawab Lian mengambil keranjang anggur agatha dan mulai mencuci nya di air mengalir.


“Ini sudah bersih nona”. Ucap Lian menyerahkan kembali keranjang beserta anggur yang sudah ia bersihkan itu.


“Mom ,anggul nya udah di beciin Paman ian”. Ucap Agatha pada sang momy.


“Yaudah makan nya di Rumah pohon aja ya ,Ayo”. Ucap Tasia menggandeng tangan kiri sang putri.


“Yey lumah pohon”. Teriak Agatha girang.


“Lian ,Tolong buah buah ini bersihin dan taruh di ruang pendingin lalu sajikan di ruang makan ya”. Ucap Tasia pada kepala pelayang yang sudah lama di sana itu.


“Baik nona muda”. Jawab Lian sopan.


Tasia pun kembali melanjutkan langkah nya begitu juga dengan agatha yang masih asik memakan anggur di tangan nya.


Ia pun membantu sang putri naik ke atas rumah pohon yang di dengan tema princess dan gambar yang di sukai anak anak lain.


Fasilitas yang lengkap ,televisi ,ac ,tempat tidur ,dan berbagai macam buku buku dongeng yang sangat di sukai oleh Agatha. Agatha bukan lah gadis yang menyukai bermain ,ia lebih suka menghabiskan waktu dengan belajar seperti membaca dan sekarang ia sedang berlatih menulis.