Twint A

Twint A
oprasi



Hari sudah berganti dan nathan juga sudah sampai di bandara indonesia.


Saat turun dia sudah di jemput oleh Papa gio dan papa rey juga Andra karena mama fika dan dely tidak ikut ,karena semalem dely sempat drop.


Setelah melepas kerinduan dengan papa juga Andra ,mereka kembali ke mansion.


Di perjalanan..


"Keadaan dely gimana pa".Tanya nya pada papa rey yang sedang memainkan ponsel nya.


"Semalem dia sempat drop ,tapi alhamdulillah sekarang udah normal ,tapi dely masih harus terus berbaring karena jika di paksakan duduk maupun berdiri takut nya nanti malah terjadi apa apa".Jawab papa rey kembali menatap ponsel nya.


-Di mansion


(Keadaan dely sudah semakin memburuk kepala yang berambut indah sekarang sudah botak keseluruhan. dely semakin kurus dan pucat ,dan dokter juga sudah memberitahu ke papa rey juga yang lain nya kalau dely sudah sangat membutuhkan donor sumsum belakang. Jika dalam 1 minggu ini tidak mendapatkan pendonor yang tepat maka ,dely bisa kehilangan nyawanya).


Saat baru saja memasuki kamar dely ,nathan melihat dely yang terbaring lemas dengan alat alat di tubuh nya ,badan yang kurus juga bibir yang pucat bagai mayat hidup. mata yang masih terpejam karena lelah. sungguh miris sekali keadaan dely sekarang.


Nathan duduk di samping dely dengan menatap nya sembari mengelus elus kepala dely dengan penuh kelembutan.


"Tha."Lirih dely yang merasa ada yang menyentuh nya.


"Del ,kamu udah bangun?!".Tanya nathan dengan tersenyum dengan mata berkaca kaca.


"Hmmm".Jawab nya lemah.


kedipan mata nya yang lambat ,menunjukkan jika dely sangat lemah sekarang.


"Kita akan tunangan nanti sore".Ujar nathan serius dengan tangan yang masih mengelus elus kepala dely lembut.


Dely yang mendengar nya pun geleng geleng lemah..


"Jangan".Ucap nya dengan tersenyum.


"Aku serius del ,aku ga mau kehilangan kamu".Ucap nathan tegas.


"Jangan tha..".Lirih dely lagi


"Kalau gitu aku bakal semakin cincin nya sekarang".Ujar nathan serius sembari mengeluarkan kotak kecil dari saku nya.


Mau tak mau dely harus menerima nya. saat cincin itu sudah tersemat di jari nya ,dia kembali menitihkan air mata ,tak tau air mata bahagia atau sedih,,semua bercampur jadi satu.


Nathan pun langsung mengecup kening dely lama dengan penuh kasih sayang.


(Semua udah tau ya tentang lamaran dadakan ini)


"Cantik".Ujar dely melihat cincin tunangan nya itu.


"Cincin ini kalah cantik nya dengan yang memakai nya".Ucap nathan dengan tersenyum. setelah itu dely terlelap.


"Aku janji bakal cari pendonor agar kamu sembuh".Ucap nathan dalam hati kembali mengecup kening dely lembut lalu pergi ke luar.


***


Hari ke dua nathan di indonesia..


dia mengurus pekerjaan nya terlebih dahulu. butuh waktu 3 jam pekerjaan nya hari ini selesai ,rencana nya dia akan menemui orang yang sudah di bawa oleh anak buah nya untuk menjadi pendonor dely.


Setelah menemui dan mengajukan persepakatan dengan orang itu dia pulang ke mansion .


Nathan tidak akan memberitahu dely akan pendonor itu ,karena dia takut jika dely banyak berharap dan dia juga belum tahu gimana jadi nya nanti..


Malam itu dely kembali drop dan langsung di tangani oleh 4 dokter sekaligus dengan suster sebanyak 20 lebih agar lebih meyakinkan.


Dokter menyatakan jual dely harus segera melakukan oprasi sumsum belakang nya.


Nathan pun langsung membawa orang yang sudah dia siapkan itu.


Dan segera dokter memulai oprasi nya di kamar dely yang luas itu.


Setelah menunggu ber jam jam akhir nya dokter keluar dari kamar.


"Gimana keadaan putri saya dok?".Tanya mama fika langsung.


"Sebentar ,oprasi berjalan dengan lancar dan nona muda sudah sembuh dari penyakit nya hanya saja dia belum sadar dan jika nanti dia sadar dia akan lumpuh untuk sementara karena badan nya ,juga nona muda butuh beradap tasi dengan sumsum tulang belakang baru nya itu".Jelas dokter..


"Alhamdulilah".Ucap semua orang bersamaan


....