
Tiga bulan berlalu ,kini mansion abraham semakin riuh dan hidup karena adanya marcel.
"Ayi bangun".Teriak marcel membuka berlari mendekati ars yang sedang tidur.
"Ohh astaga ,Ayi masih ngantuk ,biarkan ayi tidur ,oke".Kesal ars tanpa membuka mata.
"No ,Dasar kebo ,bangun lah ,aku tak akan mengampunimu".Marcel menggoyang goyang kan tubuh ars.
"Baiklah baiklah ,ayi bangun ,kau senang".Ucap ars membuka mata nya berat.
"Pintar".Marcel menunjukkan jari jempol nya.
Dengan langkah malas ,Ars memasuki kamar mandi dan menutup nya keras.
Setelah membangunkan paman nya ,Marcel turun ke bawah untuk makan. Di ruang makan sudah ada paman pertamanya nya ,arka dan opa ,juga momy tersayang..
"Morning boy".Ucap opa ,arka ,momy tasia bersamaan.
"Morning ,opa ,paman and mom".Jawab marcel mendudukkan tubuh nya di samping tasia.
"Ar ingin di suapi atau makan sendiri".Tanya tasia.
"Ar ingin makan sendiri saja mom".Jawab marcel menyendok makanan yang sudah di siapkan momy nya.
"Baiklah".Tasia pun mulai memakan makanan nya.
Selesai makan ,tasia menyiapkan bekal dan peralatan sekolah marcel.
"Belajar dengan pintar ya ,dengar ucapan guru".Nasehat tasia sembari membenahi dasi putra nya.
"Mom tak usah khawatir ,Ar kan anak yang pintar".Ucap marcel bangga.
"Baiklah ,ayo ,momy akan mengantar mu".Ucap tasia menggendeng tangan marcel.
.....
Di sekolah marcel ,sudah ada beberapa murid yang di dampingi orang tua nya.
"Mom ,Ar masuk dulu".Pamit marcel menyalami momy nya dan masuk ke dalam kelas.
Tasia pun melakukan mobil nya menuju butik ,setelah menitipkan marcel ke guru nya.
"Marcel sudah besar dan aku masih juga tak menemukan keberadaan dady nya".Lirih tasia menghentikan mobil sejenak.
"Mom akan berusaha jadi yang terbaik untuk mu ar ,mom janji".Ucap nya menyemangati diri.
....
Kini umur marcel sudah akan menginjak 10 tahun ,dua bulan lagi umur nya genap.
•Abra Company•
"Dad".Panggil tasia melangkahkan kaki menuju sofa yang ada di ruangan dady nya itu.
"Dua bulan lagi ,Ar akan ulang tahun ,aku ingin memberikan hadiah yang tak terbayang oleh nya".Ucap tasia melihat dady nya.
"Apa yang akan kau berikan".Tanya dady tian mendekati tasia.
"Aku ingin menemukan dady nya dad".Jawab tasia lirih.
"Dad akan usahakan".Ucap dady tian pasti.
"Umur mu sudah matang sayang ,kau tak akan menikah ,hmm".Tanya dady tian.
"Entah lah dad ,aku tau umurku sudah tua ,tapi aku tak ingin meninggalkan Ar ,aku takut aku tak bisa membagi waktu dengan nya".Lirih tasia.
"Terserah pada mu saja ,tapi usiamu sudah akan 31 ,apa itu tak terlalu tua".Ucap dady tian terkekeh.
"Jangan mengejekku dad ,begini pun aku masih terlihat seperti anak berusia 18 tahun".Ucap tasia percaya diri.
"Baiklah ,putri dady emang yang paling cantik".Ucap dady tian mengecup kening tasia.
"Yahh ,aku aka kembali ke butik ,by dad".Ucap tasia memeluk dady tian dan keluar dari ruangan.
....
Sementara di tempat lain. Terlihat seorang pria berjalan dengan penuh wibawa dan pesona.
"Bacakan agendaku hari ini".Ucap pria itu mendudukkan tubuh nya di kursi kebesaran nya.
"Agenda hari ini....bla...bla..bla".Terang sekertaris sekaligus asisten pribadi nya itu.
....