
Jam makan siang pun tiba..
"Sayang ,mari kita makan ,kau ingin makan di mana".Tanya tasia pada marcel yang asik membaca komik.
"Ar ikut mom aja".Jawab marcel melihat momy nya sekilas.
"Baiklah ,kita makan di cafe deket sini saja".Tasia dan marcel pun berjalan menuju parkiran.
*
Cafe.
"Kau ingin makan apa ar".Tanya tasia sembari membuka buku menu.
"Kalau ada ,aku ingin sandwich tanpa minyak aja mom".Jawab marcel.
"Baiklah".Tasia pun memanggil pelayan dan memesan pesanan.
Selesai makan ,tasia dan marcel pergi ke mall khusus komik yang berada di pusat kota..
"Pilih lah sesukamu ar".Ujar tasia tersenyum.
"Baiklah mom".Marcel pun mulai melangkahkan kaki dan memilih beberapa komik.
"Sudah".Tanya tasia yang melihat marcel membawa kurang lebih tiga komik di tangan
"Sudah mom".Jawab marcel.
Tasia pun membayar dan beranjak pulang..
....
"Mandi dulu ar".Ucap tasia di angguki oleh Marcel.
Malam hari tiba ,tasia baru saja mendapat telpon cabang negara K ,dan harus segera kesana..
"Sayang".Panggil tasia pada marcel sedang membaca komik!.
"Iya mom".Jawab Marcel menutup komik nya.
"Besok mom harus pergi".Ucap tasia.
"Mom ,ar masih merindukan momy ,kenapa mom tak tinggal bersama ar saja".Ucap marcel yang sudah berada di pelukan tasia.
"Gimana kalo ar ikut saja ,nanti mom kenalin sama om ar dan opa".Ucap tasia membuat marcel mendongak.
"Ar akan ikut momy".Jawab nya semakin mempererat pelukan nya.
"Baiklah ,besok sebelum berangkat kita ke makam oma dulu ,oke".Tasia menyentuh pipi marcel.
"Oke mom".Jawab marcel tersenyum.
....
Keesokan hari nya ,tasia dan marcel berangkat ke bandara setelah ziarah ke makam viola.
"Tidur lah".Ucap tasia pada marcel yang berada di samping ,dengan kepala berada di pundak nya.
Setelah 8 jam ,pesawat pribadi tasia pun mendarat sempurna di bandara.
....
Mansion Abraham.
"Sayang ,kita sudah sampai".Ucap tasia pada marcel yang sudah bangun dari tidur nya dan sekarang sedang membaca komik.
"Baiklah mom".Marcel pun menutup komik nya.
Para penjaga serata pelayan di buat bingung dengan anak kecil yang berjalan dengan putri majikan nya itu.
"Selamat datang nona".Ucap seorang perempuan berpakaian rapi ,kepala pelayan. Tasia hanya mengangguk..
Di rumah tak ada siapa siapa ,hanya ada pelayan ,mungkin dady nya sedang berada di kantor.
....
Tasia pun keluar kamar setelah menidurkan putra nya..
"Loh sayang ,kau sudah pulang".Tanya dady tian yang baru saja pulang.
"Iya dad ,masalah di indo sudah clear jadi aku harus menyelesaikan masalah di sini kan".Jawab tasia sembari melangkahkan kaki menuju dady nya.
"Ada yang ingin aku bicara kan dad".Ucap tasia yang sudah duduk di sofa ruang keluarga bersama dady.
"Kau ingin bicara apa".Tanya dady tian penasaran.
Belum sempat tasia mengatakan sesuatu ,namun datang lah kembaran nya..
"Heyy ,kau sudah pulang rupa nya".Ars mendekati dady dan kembaran nya ,tasia.
"Iya".Jawab tasia dingin.
"Momy".Teriak marcel berlari mendekati tasia.
"Momy".Tanya dady tian dan ars bersamaan dengan ekspresi terkejut sekaligus bingung.
"Hey sayang ,kau sudah bangun ,duduk lah".Ucap tasia di turuti marcel.
"Dad ,ars ,kalian tak perlu bingung ,aku akan menceritakan sesuatu".Ucap tasia yang melihat dady dan ars bingung.
Tasia pun mulai menceritakan cerita ,dimana ia menjalani hidup sendiri saat hamil ,dan tak di ketahui anggota keluarga nya..
"Jadi dia adalah cucu mu dad".Ucap tasia membelai rambut marcel.
"Cucu ku ,hey sayang ,aku adalah opa mu ,kau tak akan memeluk ku".Tanya dady tian merentangkan tangan.
"Aku sudah jadi om ternyata".Ucap ars terkekeh.
"Aku juga ingin minta maaf dad ,aku tak memberitahu dad tentang ini".Ucap tasia menunduk.
"Dad mengerti ,lupakan itu".Dady tian pun kembali berpelukan dengan marcel.
"Opa".Panggil marcel.
"Iya ,aku adalah opa".Ucap dady tian terkekeh.
....