
"Oke dehh".Ucap delard pasrah dan langsung mengambil mangkuk bubur ayam dely dan menyendok nya lalu menyiapkan nya pada dely.
"Aaaaaa"...
"Aummm"...
Setelah mangkuk sudah bersih tak tersisa ,delard pun memberikan minum pada dely.
"Sekarang minum obat!".Ujar delard mengingatkan dely
"Hmmm".Jawab nya singkat sembari menerima obat dari kakak nya itu.
"Nihh minum nya".Ujar delard memberi minum pada dely.
"Sekarang kamu istirahat ,oke".Ujar delard
"Oke".Jawab dely tersenyum ke delard.
Delard pun pergi ke kamar nya setelah mematikan lampu kamar dely.
Pagi Hari
Dely sudah bersih bersih dan sekarang dia ke bawah di bantu oleh Andra.
"Morning papa".Teriak dely tak pernah berbicara dengan papa rey sejak kejadian lalu.
"Morning princess papa".Jawab papa rey tersenyum ke arah putri nya itu.
"Dely mau makan apa biar papa siapin".Tawar papa rey sembari mengambil piring
"Ga usah pa ,dely bisa sendiri".Tolak dely halus.
"Ga ada penolakan ,cuman satu kali ini aja sayangg ,yahh".Ujar papa rey
"Oke dehh asal papa bahagia".Ucap dely pasrah
Papa rey yang mendengar jawaban dari dely itu pun langsung mengambilkan lauk untuk dely.
"Makasih papa".Ujar dely dengan ekspresi menggemaskan.
"Iya princes papa".Jawab papa rey langsung mendarat kan bokong nya ke kursi untuk memulai makan nya.
Hening^^^
Skip selesai makan..
"Kalau gitu papa berangkat kerja dulu ya sayang ,cup".Ujar papa rey sembari mengecup kening dely.
"Oke pa".Jawab dely
"Dely kakak juga mau berangkat ,cup".Ujar delard juga mengecup kening dely.
"Papa sama kakak berangkat dulu ya ,Andra jaga dely".Ujar papa rey berlalu pergi dengan delard
Setelah papa rey dan delard pergi...
"Kalo lo mau berangkat kuliah juga ga papa lo ndra".Ujar dely pada Andra yang fokus dengan handphone nya.
"Ga ,gue mau jagain lo".Tolak Andra masih fokus dengan handphone nya.
"Oke deh terserah ,tapi nanti kalo bunda dah dateng lo bisa berangkat".Ujar dely di angguki oleh Andra
Tok tok tok.
"Tuh kek nya bunda dehh ,gue bukain dulu ya".Ujar dely langsung mengontrol kursi roda nya ke arah pintu.
"Assalamualaikum".Ucap bunda di balik pintu.
"Waalaikumsalam".Jawab dely sembari membuka pintu.
"Eh bunda ,ayo masuk bund".Ajak dely
Di ruang makan
"Eh ada tante".Ujar Andra langsung berdiri dan menyalami bunda .
"Iya ".Jawab bunda tersenyum ke arah Andra.
"Bunda ,ke kamar dely yukk".Ajak dely dengan menarik tangan bunda pelan.
"yukk"..
Di kamar dely
Bunda dan dely memilih untuk menonton tv..
"Bun".Panggil dely dengan mata lurus ke depan menatap tv yang nyala itu.
"Iya sayang?".Tanya bunda.
"Dely rindu nathan dehh".Ucap dely dengan mata berkaca kaca.
"Kan kamu bisa vidiocall an dulu sama dia".Ujar bunda tersenyum ke arah putri nya itu.
"Tapi beberapa hari ini nathan ga pernah telpon atau ngasih kabar ke dely bund ,dely kan khawatir".Ujar dely meneteskan air mata .
"Coba kita telpon dia sekarang ,pake laptop kamu dulu ya nanti kalo ga bisa biar bunda coba pake punya bunda".Ujar bunda dan langsung di angguki oleh dely.
"Dia ga ngangkat kan bund".Lirih dely menatap bunda nya dengan mata basah.
"Coba satu kali lagi sayang".Ujar bunda dan dely pun langsung mencoba nya lagi namun nihil nathan sama sekali tidak angkat telpon dari nya.
"Tu kan bun ga bisa".Lirih dely mulai kesal.
"Yaudah biar pake Handphone bunda dulu nanti salurin ke laptop kamu ya".Ujar bunda sembari membuka Handphone nya.
*Berdering...
Tersambung...
Camera off(Nathan)....
"Assalamualaikum ma"sapa nathan*
"Waalaikumsalam"jawab bunda
"Kenapa kamera nya kamu matiin?".Tanya bunda mulai curiga tapi ia tepis dalam dalam pikiran buruk nya itu.
"Nathan lagi ada di kamar mandi ma ,dan nathan udah ga pake papa".Jawab nathan apa ada nya tapi ada sedikit yang terselip di dalam nya.
"Oke".Lega bunda setelah mendengar penjelasan dari putra nya.
"Ada apa ma ,kok tiba tiba nelpon nathan?".Tanya nya.
"Kenapa kamu ga jawab telpon dari dely?!?".Tanya bunda kesal ke putra nya itu.
"Ga papa ma ,cuman tadi nathan lagi ke toilet jadi ga tau deh kalo dely nelpon ".Ujar nathan ke mama nya.
"Seenggak nya kamu bales dong chat nya".Ujar bunda tambah kesal
"Iya iya ma ,nanti nathan bales".Jawab nya..
"Sayang ,ayoo akhhh".Suara perempuan mendesah di seberang sana ,membuat bunda melotot ke arah kamera.
"Iya bentar sayang ,nanti kita lama in oke".Ujar nathan sembari menjauhkan handphone nya dari arah mulut nya agar bunda tak curiga.
Dely yang mendengar nya pun seketika tatapan nya berubah menjadi kosong ,tak ada air mata tapi ada mata yang menunjukkan kekecewaan yang sangat mendalam. Dari kerinduan yang teramat besar menjadi kekecewaan ,dari Sayang dan cinta nya menjadi kebencian.
"NATHAN!!!".Teriak bunda kesal dengan putra nya.
"Siapa itu?!".Tanya bunda kesal pada sang putra.
"Ga siapa siapa bund ,itu tadi ada orang pacaran lewat".Jawab nathan berbohong.
Tut tut tut
Bunda langsung mematikan sambungan telpon nya setelah melihat dely sudah tidak sadar kan diri.
"Dely ,bangun sayang ,kamu kenapa nakk".Ujar bunda khawatir dan panik.
Seluruh Bodyguard yang mendengar teriakan dari kamar nona muda mereka pu langsung menghampiri nya.
Skip rumah sakit..
"Gimana keadaan putri saya dok?".Tanya bunda khawatir.
"Apakah sebelum kejadian ini nona muda mendapatkan kabar yang mengejutkan atau menyedihkan?".Tanya dokter itu pada bunda.
"iya dok".Jawab bunda semakin khawatir.
"Pantas saja ,Nona dely mengalami syok berat dan sekarang kondisi nya kritis. Untuk penjelasan lanjut nya ibu bisa ikut saya".Ajak dokter berlalu di ikuti bunda dari belakang..
Di ruang dokter..
"Gimana dok?".Tanya bunda to the point setelah duduk di kursi khusus untuk keluarga pasien maupun pasien nya sendiri.
"Jadi ,karena nona dely baru saja pulih dari penyakit nya juga sudah pernah depresi sebelum nya ,dan karena kabar yang mengejutkan itu sehingga membuat gangguan pada tubuh,,,".Jelas dokter belum selesai menjelaskan tapi bunda sudah menyela nya..
"Langsung saja ke point nya dok ,gimana kondisi putri saya".Ujar bunda serius.
"Baik bu ,jadi kondisi nona dely kritis dan nanti jika nona sudah sadar tatapan nya akan kosong dan itu bisa merusak otak nya bu ,jika itu tidak segera di,,,,".Lagi lagi bunda menyela penjelasan dari dokter.
"Terus solusi nya apa dok?".Sela bunda semakin panik.
"Sebaik nya ibu dengar kan penjelasan saya dulu ,jadi untuk solusi nya itu adalah mengembalikan semangat hidup nona karena sekarang nona sudah kehilangan semangat hidup nya ,dan nona bisa saja melakukan tindakan yang tidak kita ingin kan!!".Jelas dokter pada bunda.
Tanpa mereka ketahui di ambang pintu ada sepasang mata yang melihat juga mendengar semua penjelasan dari dokter. Orang itu tak lain adalah papa rey yang baru saja sampai setelah di kabari oleh anak buah nya jika dely di lari kan ke rumah sakit karena pingsan.
"Apa maksud dokter".Teriak papa rey menatap tajam ke arah dokter dan bunda secara bergantian.
"Fika ,gue pengen bicara sama lo!!".Ujar papa rey berlalu pergi.
Di luar..
"Sekarang lo jelasin ,kenapa dely sampe kek gini ,dari pagi dia sama lo kan!!".Tanya papa rey tajam ke bunda.
"Rey ,tenang dulu ,ta tadi na nathan,,,,".Bunda pun menceritakan semua kejadian itu. Rey yang mendengar nya pun langsung mengeratkan rahang nya dan pandangan mata psycopat Nya muncul dan membuat siapapun yang melihat nya bergidik ngeri.
"Jadi semua ini karena nathan".Tanya rey teriak ke arah bunda. Bunda hanya bisa menangis karena merasa bersalah atas semua yang terjadi..
....