
Nathan pun membawa dely kerumah sakit dan tidak lupa mengabari delard dan Andra.
"Ya tuhan ,dely kenapa" Lirih nathan khawatir
Delard yang sedang berada didalam perjalanan langsung putar balik dan menjemput Andra. Sesampainya disana..
"Than apa yang terjadi sama dely" Tanya delard juga khawatir
"Gue ga tau kak ,tadi dia minta anterin ke taman dan gue anteri terus dia natap ke atas dan bilang kalo 'Mama disana sendirian ,aku mau nemenin mama' dia sebut kata kata itu terus dan saat gue nenangin dia dia diem aja pas gue liat tadi dely udah pingsan dan hidungnya keluar darah" Jelas nathan
"Keluar darah!!" Kaget delard dan andra bersamaan
"Iya ,dan sekarang gu gue hufft" Ucap nathan terbata bata tak mampu melanjutkan kalimatnya.
"Than gue titip dely dulu ,gue mau jenguk papa" Ucap delard berlalu pergi
"Iya" Jawab nathan
"Ndra lo ga ikut kak delard" Tanyanya pada Andra
"Ga" Jawab Andra singkat
"Oh ya ,gue turut berduka cita ya atas meninggalnya mama vio dan tadi gue udah telpon mama sama papa gue dia udah dalam perjalanan ke mansion sekarang" Ucap nathan dengan menepuk nepuk bahu Andra
"Hmm ,makasih ya than" Ucap Andra dengan mata yang sudah berkaca kaca.
-Kembali ke delard
"Gimana keadaan papa saya dok" Tanya delard pada dokter
"Keadaan tuan besar masih dalam kondisi kritis" Ucap dokter
"Tolong lakuin apa saja dok ,agar papa saya bisa sembuh
"Kami akan berusaha sekuat tenaga agar tuan besar bisa sembuh" Ucap dokter serius
"Terimakasih dok" Jawabnya
Sementara disisi lain
"Dimana ini" Ucap rey bingung
"Mas" Panggil mama vio
"Vio" Lirih rey
"Mas" Panggilnya lagi
"Kenapa mas rey ada disini" Tanya mama vio
"Aku ga tau ini dimana vio"
"Jaga anak anak mas ,aku pergi" Ucap mama vio melepaskan tangan rey
"Vio " Teriak rey
"Jaga anak anak mas" Teriak mama vio lagi dari kejauhan yang ditutupi oleh asap asap tebal
"Vio" Teriak rey lagi*
Rey dalam mimpinya..
-Kembali ke delard
"Apa saya boleh lihat papa saya dok" Tanya nya
"Baik dok" Ucapnya
Delard yang sudah berada didalam lengkap dengan pakaian pelindung ,duduk di kursi samping tempat dimana rey berada sekarang.
"Papa" Lirihnya
"Pa ,bangun pa semua butuh papa" Ucap delard
"Dely keadaannya makin memburuk pa ,delard mohon bangun ,dely butuh suport dari papa" Ucapnya yang sudah meneteskan air mata.
Papa rey mulai menggerakkan jari jari tangan ya ,delard yang menyadarinya pun langsung menghapus air matanya dan memencet tombol panggilan agar dokter datang.
"Dok ,papa tadi gerakkan jarinya" Ucapnya ke dokter yang sudah datang
Dokter pun memeriksa keadaan papa rey..
"Keadaan tuan besar sudah mulai membaik dan sudah melewati masa kritisnya" Ucap dokter ikut senang
"Hah ,Alhamdulillah" Ucap delard bersyukur
"Kalau begitu tuan besar akan dipindahkan ke ruangan lain" Ucap dokter
"Sebaiknya sekarang aku ke ruang rawat dely" Ucap delard berlalu pergi
-Diruang rawat dely
"Keadaan dely gimana ndra" Tanya delard ke Andra
"Belum tau kak ,dely masih diperiksa dokter didalam" Jawab Andra
Tak lama setelah itu dokter keluar dari dalam...
"Keadaan adek saya gimana dok" Tanya delard khawatir
"Nona muda mempunyai riwayat penyakit leukemia ,untung nya masih setadium awal jadi masih bisa disembuhkan" Jawab dokter
"Leukimia dok!!" Kaget Andra dan delard bersamaan ,
(Nathan tadi disuruh pulang dulu sama Andra)
"Iya tuan muda" Ucap dokter
"Bagaimana bisa?!?" Guman delard
"Aku harus menyelidiki ini semua dengan baik" Batin delard merasa ada yang mengganjal atas semua ini
"Ndra kakak pamit dulu" Pamitnya pda Andra yang memijat pelipisnya karena merasa pusing
-Skip Delard..
"Gue harus mulai dari keluarga papa mama dulu ,karena penyakit ini riwayat pasti ada salah satu keluarga papa mama yang mempunyai penyakit ini" Ucapn nya dalam hati
"Cepat cari informasi keluarga Presdir rey dan juga istrinya ,saya kasih kamu waktu 2 jam untuk mencarinya" Ucapnya dalam telponan dengan sekretarisnya yang bernama juan.
"Baik boss" Jawab juan
"Untuk riwayat penyakit ini sudah ada yang menangani ,sekarang kita lanjut ke cutter kecil pembawa petaka itu" Ucapnya
"Cari tau tentang cutter tajam yang digunakan untuk pembunuhan anak perempuan semata wayang keluarga alexander" Ucapnya ditelpon pada wakil ketua sekertaris bernama Joan saudara juan
"Baik boss" Jawab joan
...