Twint A

Twint A
Bertemu



Angin malam berhembus masuk ke tulang. Hati yang mencoba Kuat kini hanya bisa menunjukkan kerapuhan nya.


Tasia kini duduk termenung menatap album berisi foto foto nya bersama dengan sang putra yang masih berusia dua bulan.


“Mom menyayangi mu Ar”. Lirih nya mengecup foto yang di pegang nya.


Sementara di tempat lain. Ingatan Marcel kembali berbutar dimana ia bertabrakan dengan seorang pria di butik tadi.


“Hahahaha ... Arion Klead”. Guman nya tersenyum sinis.


“Aku berjanji tak akan pernah meninggalkan mu mom ... Siapa pun itu ... orang yang akan memisahkan kita termasuk Dady ... Aku tak akan pernah membiarkan Kau menangis lagi”


“Aku menyayangi mu mom”. Guman nya mencoba menutup mata dan perlahan ia terlelap.


...•••••...


Pagi hari tiba. Di sebuah kolam renang nampak lah marcel yang dengan Tenang nya menyusuri kedalaman yang hampir mencapai tiga meter itu.


Hobi yang sudah tertanam sejak kecil itu membuat ia selalu mendapat juara tertinggi di setiap golongan.


“Sayang ,Sudah berenang nya sekarang keringkan tubuh mu”. Teriak Tasia membawa handuk berwarna putih di tangan nya.


Byurrr


Marcel pun muncul di permukaan dan mendudukkan diri nya di tepi kolam renang.


“Lihat lah, bibir mu sudah pucat itu”. Ucap Tasia membalutkan handuk yang di bawa nya di tubuh sang putra.


“Tak apa mom ... Ini hanya respon tubuh ku saja ... Aku saja tak merasa kedinginan”. Ucap Marcel menenangkan momy nya yang terlihat khawatir.


“Baiklah ... Bilas tubuh mu dan pergi ke ruang makan ya ... mom sudah menyiapkan makanan untuk mu”. Ucap Tasia meninggalkan sang putra.


Setelah berbilas dan memakai pakaian nya, Marcel pun turun ke lantai dasar untuk meredakan amukan cacing cacing di perut nya.


Di ruang makan, sudah ada opa, ayi nya dan sang momy tercinta. sedangkan sang paman nya Arka sedang ada urusan di luar negri.


“Morning too ar”. Jawab Mereka.


“Wahh ada tumis kangkung ”. Ucap Marcel melihat makanan di depan nya.


Dulu sebelum nenek nya meninggal. Marcel sering di buat kan makanan ala ala jawa itu. Jadi Tumis kangkung merupakan salah satu makanan favorit sang tuan muda itu.


“Iya, sekarang makan dan habiskan”. Ucap Tasia.


“Seperti nya besok aku akan mulai sekolah mom”. Ucap Marcel sembari mengambil lauk untuk nya.


“Iya, seperti nya begitu”. Ucap Tasia.


...∞∞∞∞∞...


Siang hari nya. Tasia bersiap untuk menemui Arion sesuai dengan janji nya kemarin melalui media sosial.


“Sayang, mom ke butik dulu ya. Nanti kalau butuh apa apa panggil Lian saja”. Ucap Tasia pada sang putra.


“Iya mom, Ar ngerti”. Jawab Marcel.


Tasia pun turun ke lantai dasar dan memasuki mobil nya tanpa menggunakan sopir. Kaki nya sudah baikan jadi aman bila di ajak jalan maupun mengendara.


Mobil BMW i8 itu pun melaju kencang menyusuri padat nya jalan.


Tiga puluh menit perjalanan. Sampailah ia di sebuah restourant berbintang. Ia pun turun dari mobil dan mengedarkan pandangan, hingga terfokus pada seorang pria yang sibuk dengan telpon genggam dan beberapa bodyguard di dekat nya.


“Siang Tuan Arion Klead”. Sapa Tasia mendudukkan diri di depan Arion tanpa di minta.


“Hmm, Langsung ke point nya saja”. Ucap Arion To the point.


“Baiklah..


.....