
Viola yang baru bangun dari tidurnya tidak melihat seorang pun disitu jadi dia memutuskan untuk pergi ke ruangan tempat lexa dirawat sekarang baru saja dia akan berdiri ,dia tidak sengaja mendengar berita di televisi jika anak dari Dhani kepala sekolah yang tidak lain adalah dina telah ditemukan tewas ,yang di duga meninggalnya dina disebabkan karena dia gantung diri.
Banyak yang mempercayai itu karena sesuai dengan bukti jika dina ditemukan tewas bergelantungan di pohon dengan leher terikat tali keras.
Saat dia menyadari jika Rey suaminya pergi dari tadi dia merasa curiga dengannya karena secara rey adalah mantan mafia yang berani membunuh siapapun orang yang dengan berani beraninya mengusik keluarganya apalagi menyakiti salah satu keluarganya dia tidak akan tinggal diam dengan itu semua.
Vio segera pergi ke ruangan tempat lexa dirawat untuk mengecek apakah rey ada disana atau tidak. Saat sudah sampai di depan pintu ruangan tempat lexa berada dia mencari suaminya ternyata juga tidak ada disana hanya ada Andra dan nathan yang terlelap.
Vio pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomer rey tapi tidak ada satu panggilan pun yang dijawab olehnya.
Saat mondar mandir khawatir jika suaminya melanggar janjinya kepadanya yang tidak akan pernah jadi seorang pembunuh lagi ,tiba tiba dari belakang ada yang merangkulnya ,Vio yang kaget pun langsung memutarkan tubuhnya untuk melihat siapa yang berani beraninya memeluk seorang nyonya Alexander tapi saat dia sudah membalikkan tubuhnya betapa kaget nya dirinya saat mengetahui jika yang memeluknya itu adalah rey suaminya sendiri.
"Mas ,kamu bikin orang kaget ajah".Gerutu vio kesal dengan sikap rey yang masih sama saat mereka sedang masa masa remaja.
"Iya iya maaf lagian kamu mondar mandir ga jelas kek gitu kenapa".Tanya rey pada istrinya.
"Aku mau tanya tapi kamu harus jawab jujur".Izin vio sebelum bertanya.
"Emang kamu mau tanya apa ,kalo aku masih bisa jawab ya aku jawab".Ucap Rey
"Jangan disini mending kita ke kamar VVIP pribadi kita".Ujar vio tidak mau orang lain tau apa yang akan dia tanyakan pada suaminya.
"Jawab aku jujur mas ,apa kamu yang sudah bunuh Dina".Tanya vio serius.
"Iya aku yang bunuh dia ,dan semua itu bukan tanpa alasan".Jawab rey jujur dan membuat vio meneteskan air mata.
"Vio kamu kenapa nangis he".Ucap rey lembut pada istrinya.
"Mas ,dely itu sedang kritis saat ini dan itu sangat membuatku sakit tapi kamu malah ngebunuh anak orang ,Coba kalo aku kehilangan dely aku ga akan sanggup hidup ,dan dengan kamu bunuh dina itu bakalan nyiksa keluarganya apalagi hiks apalagi dina anak perempuan satu satunya ,kamu ga bayangin gimana kalo kamu yang ada di posisi mereka HE ,apa kamu langsung ngadain party setelah anakmu udah ga ada HE , Jawab aku mas ,JAWAb!!!".Ucap viola tidak bisa membayangkan jika dirinya ditinggalkan oleh dely yang sedang kritis saat ini dia rapuh dan terkuai lemas sampai dia pingsan membuat rey khawatir karena vio memiliki penyakit yang tidak boleh membuatnya syok dan marah marah jika sudah sampai begini sangat sulit untuk dikendalikan.
"Keadaan bu vio lumayan parah pak ,sepertinya dia memiliki banyak beban dan membuatnya kepikiran terus ,jadi saya mohon jangan terlaku diberi beban atau jangan sampai bu vio marah marah yang menyebabkan dirinya tertekan ,kemungkinan jika bu vio tidak sadar dalam 3 hari maka kejadian dahulu bisa terulang lagi pak".Ucap dokter mengingat kejadian dulu Vio yang kecelakaan saat mengandung lexa dan andra dan divonis sebuah penyakit yang bisa kambuh kapan saja jika dia dalam keadaan marah dan banyak beban.
Rey yang mendengar itu pun agak frustasi.
"Lakukan apa saja dok selamatkan istri saya".Ucap rey
"Kami akan berusaha tetapi jika keadaan bu vio semakin memburuk bu vio harus segera dibawa berobat keluar negri untuk penanganan khusus".Kata dokter itu kepada rey.
"Lalu bagaimana keadaan putri saya dok".Tanya rey yang kembali mengingat Deky dia tinggal sewaktu oprasi.
"Keadaan nona muda belum ada perkembangan masih pada tahap koma awal tapi kami akan terus pantau dan berusaha sebaik mungkin ,sebenarnya tusukan cutter itu kecil tapi gimanapun cutter juga benda tajam apa lagi yang ditusukkan cutter panjang jadi cutter itu menghantap tulang nona muda tapi untungnya tuan muda segera di bawa kerumah sakit ,jika saja terlambat 1 menit pun mungkin nyawa nyonya muda tidak bisa terselamatkan".Ujar dokter panjang kali lebar.