
Setelah menjalani beberapa tes dan pemeriksaan dari dokter. Bayi cantik itu pun sementara harus di rawat mengingat terlalu lama di luar dan terkena sinar matahari.
“Dia cantik ya ar”. Ucap Tasia pada sang putra.
“Terserah momy saja”. Pasrah Marcel ,tapi tak bisa di pungkiri jika bayi di depan nya sangat lah imut dengan lesung juga mata sipit nya.
“Kita bawa pulang aja ,Karungin”. Ucap Tasia Ambigu.
“Bawa pulang bagaimana mom. Jika dia masih memiliki orang tua bagaimana”. Tanya Marcel.
“Dalam waktu satu minggu jika tak ada yang mencari bayi ini ,maka bayi ini akan momy jadi kan adik mu”. Ucap Tasia tegas.
“Baiklah mom”. Ucap Marcel ikut memandangi wajah polos yang asik tertidur itu.
“Mpppttt”. Bayi cantik itu menggeliat dan akhir nya membuka mata menatap bingung ke arah Tasia dan Marcel yang berada tepat di depan mata nya.
“Wahh wahh sudah bangun ya cantik”. Ucap Tasia terkekeh dengan tatapan bayi kecil itu.
“Lihat lah ar dia sangat lucu”. Ucap Tasia pada Marcel yang juga terkekeh karena bayi lucu di depan nya.
“Iya mom”. Jawab Marcel.
...•••••...
Satu minggu kemudian. Karena tak ada kabar tentang bayi hilang atau tak ada yang mencari seorang bayi.
Tasia memutuskan untuk mengadopsi bayi itu dan memberi nama indah dengan marga abraham di belakang nya.
Celline Agatha Abraham. Nama indah yang tersemat untuk Bayi kecil yang kini berusia sembilan bulan dan mulai aktif mencoba untuk berjalan.
“Ayo sayang”. Ucap Tasia pada putri nya yang sedikit demi sedikit mulai melangkahkan kaki.
“Yeahh bisa”. Ucap Tasia menangkap tubuh Agatha kedalam pelukan nya.
Sopir pun melanjukan mobil menuju sekolah Marcel.
Acara demi acara pun di laksanakan. Kini Para murid dan wali murid di persilahkan menikmati hidangan dari restoran bintang lima itu.
“Selamat ya Sayang”. Ucap Tasia pada Putra nya.
“Thx Momy”. Ucap Marcel mengecup pipi momy dan adik tersayang nya.
“Biar Ar yang gendong aja mom”. Ucap Marcel mengambil alih Agatha dari gendongan sang momy.
“Heyy Cantik ,kau tak ingin memberi selamat pada kakak mu ,hmm”. Ucap Marcel pada sang adik yang malah terkekeh dalam gendongan nya.
“Hey malah ketawa ,Bikin gemes aja sihh dek ,cup cup cup”. Ucap Marcel menghujani Kecupan di tubuh Agatha yang sudah terkekeh mengeluarkan air mata karena geli.
“Sudah sudah Ar ,kasihan adik kamu tuu”. Lerai Tasia yang juga ikut terkekeh.
“Habis nya gemesin sih mom”. Ucap Marcel memberikan sang adik ke momy nya.
“Yasudah kita makan di restoran opa kamu saja ,Tadi opa sama ayi mu sudah mengabari dan kata nya mereka sudah berada di sana”. Ucap Tasia menggendong sang putri yang asik menatap kakak nya.
“Iya mom”. Ucap Marcel kembali menggoda sang adik.
....
Acara makan makan itu pun di mulai di selingi canda tawa ,tentu nya dari sang nona kecil Agatha yang duduk di atas meja dengan tangan belepotan karena makan sendiri.
Setelah membersihkan tangan Agatha ,Tasia pun kembali duduk dan mulai menidurkan Agatha yang sudah terlelap mungkin karena lelah.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke mansion.