Twint A

Twint A
Tatapan maut



Dengan perasaan berkecamuk, Tasia menatap sendu ke arah danau di depan nya. Entah mengapa setelah pertemuan nya dengan Arion membuat hati nya seolah ingin menerima syarat dari Arion. Namun, Pikiran nya mengatakan ingin menolak.


“Mungkin ini jalan yang terbaik. Aku ga boleh egois”. Lirih Tasia menghapus cairan bening yang melesat dari mata indah nya.


“Mom akan menyetujui nya Ar, Mom menyayangimu. Kalaupun DNA itu menunjukkan kau tak anak Arion, Mom akan tetap menyayangi mu. Semoga kau Bahagia dengan keputusan yang mom buat”. Dengan segera ia pun mengambil ponsel dan menelpon seseorang.


Ia pun memasuki mobil dan melaju menyusuri padat nya kendaraan.


Sampailah ia di sebuah tempat yang kerap di sebut sebagai villa. Tasia, Turun dari mobil dan memasuki Villa mewah di depan nya.


Ia pun mendudukkan diri nya di sofa yang berada di dalam villa itu. Setelah nya ia celingak celinguk mencari orang yang sudah berjanji dengan nya. Karena sudah lumayan lama menunggu, Tasia memutuskan mengirimkan pesan lewat handphone nya.


📩 Tasia


“ Aku sudah sampai di tempat yang kau beritahukan. Aku sudah mengambil keputusan, Aku akan memberikan Marcel kepadamu tapi aku memiliki syarat. Seterusnya nya cepat kemari sebelum keputusanku berubah”


Dua menit kemudian


📩 Arion


“ Baiklah, Dalam waktu lima menit aku akan datang ke sana”


....


Lima menit kemudian..


Dua buah mobil mewah berhenti tepat di depan villa ... Dan keluarlah Sang Tuan muda Klead ,Arion. Beserta anak buah nya yang berada di mobil lain nya.


“Bagaimana Nona Abraham”. Tanya Arion seraya mendudukkan diri nya di Single Sofa di depan Tasia.


“Langsung ke point nya saja Arion”. Ucap Tasia tegas.


“Okay. Mmttt... Jadi ini surat perjanjian nya ,tanda tangani lah”. Ucap Arion menyerahkan map yang berisi surat perjanjian.


Dengan mata yang hampir saja meneteskan Kristal nya ,Tasia berusaha menanda tangani perjanjian itu dengan tangan yang bergetar.


“Ar”. Lirih Tasia tak mampu menahan tangis nya.


“Tunggu Mom ,Hentikan Hal konyol itu”. Ucap Marcel tegas.


“Wajah itu”. Lirih Arion menatap Marcel.


“Aku hanya milik mu mom ,Siapa dia berani mengatur hidup ku”. Ucap Marcel dengan mata memerah padam.


“Ar ,Duduk lah”. Titah Tasia menghapus air mata nya. Marcel pun mendudukkan diri nya di samping sang momy.


“Di-dia”. Ucap Arion terbata bata menatap Tasia dan Marcel secara bergantian.


“Dia putraku”. Tegas Tasia.


“Kenapa kau bisa ada di sini ar”. Tanya Tasia.


“Ar anak momy dan sampai kapan pun akan seperti itu. Dia ,Tuan Klead. Dengan gampang nya kau meninggalkan momy ku saat sedang hamil dan butuh sandaran. Aku Hanya putra momy dan Aku hanya akan tinggal bersama momy ku. Kau tak berhak atas aku maupun hidup ku. Kau manusia tak punya hati Arion”. Teriak Marcel.


“Sayang”. Lirih Tasia yang sudah sesegukan.


“No mom. Diam lah dulu ,Orang seperti nya harus di beri pelajaran. Mom tau dia tak menyayangi ku. Dan alasan kenapa dia ingin mengambil hak asuh ku dari mu bukan karena dia menyayangi ku. Dia melakukan semua ini demi istri nya yang mandul dan sekarang istri nya sedang sekarat di rumah sakit”. Ucap Marcel membuat tasia tersentak.


“A-apa benar yang di katakan marcel”. Tanya Tasia menatap Arion.


“Jawab. Cihh ... dasar brengsek. Aku tidak akan menanda tangani perjanjian Terkutuk ini”. Teriak Tasia merobek surat perjanjian itu hingga menjadi serpihan serpihan kecil.


“Mulai sekarang jangan menunjukkan wajah mu di depan ku lagi Arion. Kau memang pria brengsek ,kau egois Arion”. Teriak Tasia melangkahkan kaki bersama marcel.


Arion yang tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun ,menatap sendu punggung Tasia dan marcel.


Marcel menoleh dan memberikan tatapan maut. Arion yang melihat nya merasa di tusuk seribu pedang dan membuat nafas nya seakan berhenti.


Mobil mewah Tasia pun melaju kencang meninggalkan villa. Ia tak habis fikir dengan Arion yang tak mempunyai hati dan ia juga merasa bingung bagaimana bisa putra nya mengetahui semua dan dengan gampang nya mengeluarkan kata kata menohok dan terdengar dewasa itu.