
Disekolah
"Hey sa".Sapa dita ke lexa.
"Hii dita".Balas lexa.
"Oh ya sa lo kok bisa sedeket itu sih ama nathan".Tanya Sherly ke lexa.
"Ehh Jadi si nathan itu temen gue waktu kecil ,tapi karena papa gio ada urusan ke paris jadi mau tidak mau nathan juga harus ikut".Jelas lexa.
"Emang sedeket itu ya lo ama om gue ,sampe sampe lo manggil dia papa".Tanya dita ke lexa.
"Ya iya orang dulu waktu kecilnya papa gio itu temenya papa gue dan mama fika itu juga temen mama gue otomatis manggilnya ya kek orang tua sendiri gituh ,nathan pun juga sama kek gitu".Jelas panjang lebar lexa.
"Ohh gitu".Jawab sherly dan dita bersamaan.
"Hmm".
Saat asik mengobrol tiba tiba ada suara gaduh diluar, Lexa dan yang lainya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi, saat sudah berada diluar mata lexa langsung membelak melihat seorang gadis sedang dibully dan tidak ada satu orang pun yang menolongnya.
"BERHENTI!!"Teriak lexa dengan menatap tajam pada cewek pembully tadi.
"Siapa lo ,berani ngehentiin gue he".Tanya cewek tadi yang bernama dina.
"Siapa gue ga penting ,sekarang gue tanya kenapa lo ngebully cewek itu apa masalahnya".Tanya lexa ke dina.
"Udah deh kalo lo masih pengen hidup pergi lo dari sini".Teriak dina kesal karena lexa mencampuri urusannya.
"Apa lo ga tau kalo gue ini anak kepala sekolah disini he".Tanya dina sombong yang masih belum mengetahui siapa lexa yang sebenarnya.
"Baru jadi anak kepala sekolah aja sombong ,belum jadi anak pemilik sekolah ini".Ucap lexa santai
"Oohh jadi lo berani ama gue".Ucap dina..
Dina pun mendekati lexa dan mengeluarkan cutter lalu menusuk perut lexa sehingga lexa teriak keras.
"Arghhhh
"LEXA"Kaget para murid disitu karena lexa mengeluarkan banyak darah dibagian perutnya.
"DINAAA"Teriak seseorang dari segerombolan murid murid.
Dan keluarlah Nathan dari balik sana dengan wajah menatap tajam pada dina ,dina pun dengan susah menelan ludahnya.
"APA YANG LO LAKUIN AMA DELY HEH".Tanya nathan tajam pada dina.
"Udah than biar kita yang urus mending lo bawa lexa ke rumah sakit".Ujar Dio dan dimas lansung menggeret tangan dina ke kantor polisi.
"Apa yang terjadi ama adek gue".Tanya Andra ke nathan dengan tampang khawatir.
"Ceritanya panjang sekarang buruan telpon ambulans darah yang keluar dari perut dely makin banyak".Ujar Nathan makin khawatir dengan lexa yang semakin memucat.
Setelah Andra menelpon ambulans akhirnya datang..
Nathan lansung membopong tubuh lexa dan membaringkannya di bangkar ambulans itu.
....
"DOKTER CEPAT TANGANI DEKY CEPAT DOK"Teriak nathan yang semakin khawatir dengan keadaan lexa.
Saat diperjalanan menuju ruang oprasi tiba tiba lexa membuka matanya perlahan.
"At..tha".Ucap lexa lemah
"Dely ,ada apa del lo ga papa kan".Tanya nathan ke lexa tetapi saat lexa akan menjawab matanya tertutup lagi dan itu membuat nathan shokk.
"Del dely del bangun del gue sayang ama lo jangan tinggalin gue del gue mohon".Pinta nathan agar dely sadar.
"Maaf pak kondisi pasien semakin memburuk ,dan harus segera dilakukan oprasi sekarang juga".Ujar suster yang membuat nathan lansung melepaskan pelukannya.
"Lakukan yang terbaik buat adik saya dok".Ujar Andra dan langsung menenangkan nathan yang lemah.
"Sekarang lo ceritain gimana bisa jadi kek gini".Tanya Andra ke nathan yang sudah mulai tenang.
"Gue ga sanggup ndraa gue ga sanggup".Ucap nathan kembali terisak.
"Yaudah mending lo shalat dan berdo'a agar dely cepet sembuh tenangin diri lo".Ujar Andra langsung di angguki oleh nathan.
"Mending gue tanya sherly aja tadi diakan ada di sana".Ucap Andra dalam hati.
"Hallo "
"iya kak ada apa"
"Jadi gue mau tanya gimana sih kejadiannya sampe jadi kek gini"
"Ohh itu ,jadi tadi tuh aku sama lexa lagi cerita cerita terus tiba tiba ada keributan didepan kelas jadi kami keluar deh ,dan saat itu lexa ngelawan si dina biar dia ga ganggu anggun gadis yang dibully itu tapi karena dina nyerang lexa tiba tiba lexa ga bisa ngelawan dan pada akhirnya cutter tajam yang dibawa ama dina itu mancep di perutnya lexa"
"Jadi gitu ,terus dimana dina sekarang"
"Dia dikasih jaminan ayahnya kak"
"ko bisa gitu"
"Ya aku gatau sihh ,terus gimana keadaan lexa kak"
"Dia masih diruang oprasi"
"Ohh kalo ada apa apa hubungi sherly ya kak"
"Iya ,oh ya kasus itu masih sepihakkan"
"Lah iya kak katanya sih gitu jadi kakak buruan deh kasih tau om ama tante biar mereka bisa tangani ini"
"Iya lo ga usah khawatir ,yaudah gue tutup dulu telponnya".
tut tut
Andra menutup telpon ,dan menghubungi mamanya atas kejadian ini ,mama viola yang mendengarnya pun terkejut sekaligus emosi.mama viola lansung memberi kabar kepada reyhan dan lansung menuju ke rumah sakit.
15 menit kemudian...
"Andra gimana keadaan dely dia baik baik aja kan".Tanya viola ke andra dengan tampang khawatir.
"Dely lagi ada diruang oprasi ma tadi dia kehilangan banyak darah".Jawab Andra yang lansung membuat mamanya tersimpuh ke lantai dengan terisak dan reyhan pun yang melihat istrinya kini sedang rapuh lansung memeluknya.
"Papa pamit dulu".Pamit papa ke Andra dan viola yang mulai tenang.
"Mau kemana pa"Teriak Andra sia sia karena reyhan udah jauh.
Nathan yang selesai shalat langsung pergi ke ruang oprasi untuk mengecek keadaan lexa ,siapa tau sudah sadar..
"Eh ada mama"Ujar nathan yang melihat mama viola disana.
"Athaa"Lirih viola lansung memeluk nathan.
"Atha mama gamau kehilangan dely"Lirih viola sambil terisak.
"Ma ini semua cobaan dan kita kan belum tau gimana keadaan pastinya ,jadi mendingan mama istirahat dulu ya".Ujar nathan membuat mama viola mengangguk.
"Sus ,antar mama saya ke ruangan VVIP keluarga Alexander".Titah Andra kepada salah satu suster disana.
"Baik tuan"jawab suster itu dengan kepala menunduk.
"Yaudah mama istirahat dulu yah ndra atha nanti kalo ada apa apa segera hubungi mama".Titah viola sebelum pergi.
"Mama jangan khawatir nanti kalo ada apa apa bakal kami hubungi".Ucap Andra dan nathan bersamaan.
"Makasih ya".ucap viola
....