Twint A

Twint A
Hari yang berbeda



Setelah mendengar penjelasan dokter delard memutuskan untuk istirahat dulu di kamar pribadi nya disana.


***


-Ruang rawat dely


Nathan yang baru saja diberitahu dokter jika dely sudah sadar dan boleh di jenguk ,nathan memutuskan untuk ke dalam.


Di dalam nathan melihat dely terbaring lemah dengan selang infus di tangan nya.


"Haii ,dely." Panggil nathan berusaha tegar.


"Nathan." Lirih dely lemah


"Mana dely aku yang ceria ,mana dely aku yang ngambek kan ,Kamu harus kuat ya del ,aku akan selalu ada di samping kamu" Ujar nathan dengan mata berkaca kaca.


"Aku mau sendiri dulu tha." Ujar dely


"Hufftt,,yasudah kamu istirahat dulu ya ,jangan putus asa ,semangatt." Ucap nathan mengelus elus kepala dely lembut dan berlalu pergi.


"Maafin aku tha ,tapi aku ga sanggup." Ucap dely dalam hati dengan menitihkan air mata.


***


-Pagi hari (Di ruang rawat papa rey)


Papa rey sudah sadar dan sudah boleh di jenguk. Kali ini Andra yang ingin bertemu dengan papa rey ,dia ingin minta maaf sekaligus menenangkan hati nya.


"Papa." Panggil Andra dengan mata berkaca kaca.


"Eh rey." Jawab papa.


Andra langsung memeluk papa nya dengan penuh kelembutan. Dokter sudah memberitahu Andra so'al kemarin dan Andra pun mengangguk ngerti.


Setelah hati nya tenang dan papa rey meminta untuk pergi ke ruang rawat dely jadi Andra menyetujuinya. Untuk saat ini papa rey belum sadar jika mama vio tidak ada.


-Di ruang rawat dely


Dely juga sudah sadar dari tadi dan sekarang dia sedang disuapi makan oleh nathan ,walaupun hanya satu sampai dua suap saja seenggaknya dely sudah makan ,dan nathan memaklumi itu.


"Udah ya tha ,aku ga selera lagi." Ucap dely menepis sendok suapan dari nathan


"Oke,,,ini minum dulu" Ucap nathan dengan memberi air minum ke dely.


Dely sudah tau akan penyakitnya ,dan sempat drop juga tapi untung nya sekarang sudah kembali normal dan dely sudah ikhlas dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Assalamualaikum." Ujar papa rey dan Andra yang baru saja masuk.


"Waalaikumsalam." Jawab nathan dan dely bersamaan.


"Eh papa." Panggil dely dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Setelah itu mereka berbincang bincang. untuk dely tadi sudah diberitahu delard jadi dia berusaha untuk tegar.


Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam papa rey memutuskan untuk kembali ke kamar rawat nya agar dely bisa istirahat dan dirinya juga.


---


papa rey sudah mengetahui meninggalnya mama vio dan dia juga sempat drop waktu itu tapi untuk jiwa nya kuat jadi sekarang dinyatakan sembuh.


San sekarang posisi papa rey juga dely andra delard juga nathan sedang ada di tempat pemakaman mama vio.


papa rey sudah ikhlas akan semua ini. Papa rey sekarang hanya harus fokus dengan kesembuhan putri semata wayang nya itu.


"Assalamualaikum ma." Panggil dely dengan menitihkan air mata.


"Semoga mama tenang disana ya." Lirihnya dalam hati. "Dely ga papa ,jadi mama disana baik baik ,dely hanya bisa mendo'akan dari sini ,kalau misal nanti dely ga sembuh dely bakal cepat ketemu mama ,dan mama harus sambut dely yahh."Ujar dely dalam hati ,walaupun dia sudah menerima kenyataan tapi dia juga pasrah akan semua nantinya dan jika memang dia ga sembuh atau meninggal dia siap kapan pun itu karena menurut dely hidupnya sudah ga ada lagi manfaat nya dan udah ga penting..


Setelah melepas rindu semua memutuskan untuk pulang ke mansion. Rencananya akan mengadakan 7 hari meninggal nya mama vio disana.


***


2 bulan kemudian..


Semua sudah kembali seperti semula hanya saja hari hari berikutnya ini tidak ada mama vio yang selalu menyiapkan sarapan pagi mereka ,menyemangati mereka dan itu sudah mulai dibiasakan oleh semua dan tidak mau larut dalam kesedihan.


Untuk dely keadaannya pernah drop dan pernah kritis tapi untung nya dia segera mendapatkan penanganan dokter khusus dari luar negri.


Sebenarnya papa rey ingin mengobati dely langsung ke luar negri tapi kata dokter keadaan dely sudah semakin memburuk dan tidak akan kuat jika Langsung ke luar negri jadi rey membawa aja empat dokter khusus dari luar negri.


Dely tidak mau di rawat dirumah sakit jadi dia di rawat dirumah dengan alat alat khusus yang sudah disiapkan oleh papa rey untuk nya.


Nathan selalu berada disamping dely untuk menyemangati nya.


Dely semakin hari semakin kurus dan pucat.


....


-Di taman belakang mansion


"Tha ,gue mau ke mall" Ujar dely yang duduk di kursi roda dengan kerpus di kepalanya juga baju hangat yang tebal dan tak lupa selimut hangat untuk menutupi kakinya.


"Tapi nanti kalau kamu drop lagi gimana." Ujar nathan lembut ,sembari menyuapi dely makanan ke mulutnya.


"Tapi aku kan pengen belanja ,udah lama aku ga belanja." Ujar dely


"Yaudah nanti sore kita ke mall nya untuk siang ini kamu harus istirahat." Ujar nathan ,sebenarnya dia khawatir jika harus membawa Dely keluar ,tapi dia mengusahakan untuk membolehkannya tapi dengan pengawasan yang ketat.


"Oke ,ohh ya tha keadaan mansion pribadi ku gimana" Tanya Dely mengingat mansion tempat mafianya yang dia titipkan ke nathan.


"Ga ada masalah apa apa kok kamu tenang aja." Jawab nathan dengan tersenyum.


"Nanti ke mall nya ajak sherly manda ama dita ya." Ujar dely antusias


"Iya nanti aku hubungi mereka." Jawab nathan pasrah tidak mau dely sedih.


Selama ini teman temannya yaitu sherly manda juga dita selalu ikut menjaga dely dan mengisi hari hari dely dengan gelak tawa mereka.


Dan sekarang mama fika juga selalu datang ke mansion untuk menjaga dely dan biasanya dia menginap disana.


....