
Merasa letih ,tasia pun memutuskan untuk pulang.
....
Cklekk
Pintu kamar terbuka ,sontak membuat sang empu ,marcel.. ,mengarahkan pandangan ke arah asal suara.
"Selamat siang Ar".Sapa tasia memasuki kamar marcel dengan memutar kursi roda sendiri.
"Ohh mom ,Siang juga".Jawab marcel berdiri dan mendorong kursi momy nya.
"Apa mom mengganggu mu ar".Tanya tasia pada marcel.
"Tidak mom ,Aku hanya sedang mempersiapkan alat alat ujian besok".Jawab marcel tersenyum.
"Jadi ujian tengah semester akan di laksanakan besok".Tanya tasia.
"Iya mom ,kemarin malam ada notice dari wali kelas".Ujar marcel.
"Ohh begitu ,yasudah belajarlah ,kau sudah makan atau belum ar".Tanya tasia.
"Sudah mom ,tadi bik asih bawain makanan buat ar".Jawab marcel
"Baiklah ,mom akan keluar ,belajar yang benar ya".Tasia pun meninggalkan kamar marcel.
***
"Gimana dad".Tanya tasia to the point.
"Dunia memang sempit".Ucap dady tian.
"Apa maksud dad".Tanya tasia bingung dengan
ucapan dady nya.
"Ayah marcel adalah ,Arion Klead".Jawab dady tian menunduk.
"Ja-jadi ,tante di-ta nenek nya marcel".Tanya tasia mulai sedikit khawatir ,bingung.
"Yahh ,marcel anak dari Arion dan cucu nyonya klead".Ujar dady tian.
....
Setelah berbincang bincang dengan dady nya ,tasia memutuskan untuk beristirahat ,ia terus memijat pelipis nya yang terasa pening.
"Ohh tuhan ,semua terjadi sangat cepat ,seperti baru saja aku mendapat kasih sayang mama vio ,mama bantulah putri mu ini ,hanya karna cutter keluarga alexander hancur ,hingga sekarang berganti menjadi keluarga abraham ,
semua sungguh membingungkan ,bagaimana anak mu ini tak merasa sakit hati ketika mendengar jika Arion ayah dari putraku ,Memang umurku sudah semakin tua ,waktu tak terasa hingga sekarang putraku umur 10 tahun ,
Aku sempat bingung kenapa marcel tak pernah menanyakan dady nya... ,Aku tau marcel anak yang cerdas ,aku tak terlalu tau bagaimana kehidupan nya saat tidak bersamaku ,Aku hanya menemani nya tiga bulan dan meninggalkan nya selama 5 tahun ,ketemu hanya lewat vc ,itu pun jarang ,
Huffttt ,Aku bukan dely yang dulu ,kenapa aku harus jadi tasia yang mandiri dan penuh kasih sayang seperti ini ,Aku jadi teringat teman teman ,sherly ,manda kalian ter the best ,Untuk dita... Jujur aku masih menganggapmu sahabat ,tapi kau mengecewakan ku ,
Bagaimana kabar kalian semua ,keluarga yang sudah menghancurkan keluargaku ,Akting kalian sangat bagus ,mungkin kalian sedang menikmati secuil kekayaan alexander ,
Akhhh sudah lah ,Aku tak ingin jadi dely yang dulu ,baik aku jadi tasia saja ,sudah memiliki seorang putra yang pintar..".Tasia mulai berbincang bincang dengan diri nya sendiri dengan menikmati pemandangan awan yang redup.
***
Weekend.
"Kau ingin ikut mom ke butik ar?" Tanya tasia.
"Boleh mom ,ar akan bersiap" Jawab marcel memasuki kamar dan mengganti baju.
Mereka pun berangkat bersama ,tasia masih menggunakan kursi roda.
Butik.
"Mom ,aku akan duduk di sana saja" Ucap marcel menunjuk kursi putih di halaman butik.
"Iya ,jangan jauh jauh ,ok" Ucap tasia mengingatkan marcel.
"Iya mom" Marcel pun melangkahkan kaki menuju kursi putih itu dan membuka komik yang di bawanya tadi.
...
"Astaga" Tanpa sengaja Arion menabrak seorang anak laki laki dan membuat ia terjatuh.
Ia pun membenahi jas dan memasuki butik setelah membantu marcel berdiri tanpa melihat wajah nya.
"Bukan nya minta maaf ,hufft".Kesal marcel membersihkan komik nya yang terkenana debu.
*
"Selamat datang tuan" Sapa kariawan wanita.
Ia kesini atas perintah mama nya yang meminta untuk di ambilkan pesanan nya kemarin.
"Akhhh" Teriak tasia yang tergelincir dari tangga pendek.
"Momy" Pekik marcel yang beru saja memasuki butik.
"Apa mom baik baik saja" Tanya marcel membantu momy nya kembali ke kursi roda
"Tak apa sayang ,momy baik baik saja" Ucap tasia tersenyum walaupun merasakan sakit teramat pada punggung nya.
"Bawa mom ke rumah sakit" Teriak mercel pada bodyguard yang menjaga nya.
"Mom tak apa apa ar" Ucap tasia yang selalu melihat putra nya khawatir jika ia terkena suatu masalah.
"No mom ,kali ini saja ,mom harus di bawa ke rumah sakit ,jangan bantah ar" Marcel mulai meninggikan suara karena saking khawatir nya.
Setiba nya di rumah sakit ,tasia sudah di periksa dan memang punggung nya memar akibat terbentur dan sudah di obati oleh dokter.
"Mom tak apa kan ar" Ucap tasia.
"Sudah lah mom ,kita pulang dan mom harus istirahat" Ucap marcel dengan nada sedikit memaksa.
"Baiklah ,asal pangeran senang" Ucap tasia pasrah.
Mereka pun beranjak dari rumah sakit untuk kembali ke mansion.
"Istirahat lah mom ,ar akan mengambilkan makanan" Ucap marcel menyelimuti sang momy dan pergi keluar.
Tak selang beberapa lama ,pintu kembali terbuka dan munculah sosok marcel dengan nampan berisi sup dan air di tangan nya.
"Ini mom ,aku akan menyuapimu" Ucap marcel meletakkan nampan itu di atas meja nakas.
"Mom akan makan sendiri ar" Ucap tasia.
"No ,khusus kali ini mom harus turuti apa kata ar" Ucap marcel mengerutkan alis nya.
Marcel pun mulai menyuapi momy nya dengan penuh kasih sayang.
"Mom sudah kenyang ar" Ucap tasia dengan mulut sedikit berisi.
"Ini mom ,minumlah" Marcel mendekatkan air putih itu ke mulut momy nya.
Glek glek
"Terimakasih ar" Ucap tasia terharu dengan perhatian dan kekhawatiran sang putra.
"Suttt ,mom adalah momy ku dan aku akan selalu seperti ini kepada mom ,mom yang telah melahirkan ar bukan ,jadi diam lah" Setelah mengucapkan itu marcel pun keluar dengan nampan berisi mangkuk dan gelas kosong.
Tak terasa benih kristal melesat dari mata indah tasia.
"Apa mom siap kehilangan kau ar" Lirih nya menghapus air mata.
Flash back.
Ketika Arion masuk ke dalam butik ,tasia yang sudah pernah melihat wajah nya pun sedikit terkejut.
"A-arion" Lirih nya terbata bata.
"Ada apa tuan klead kemari" Tanya tasia pada asisten nya.
"Tuan klead termasuk pelanggan tetap butik ini mis ,dan nyonya klead ,nyonya dita ,juga termasuk dalam daftar pelanggan VVIP di butik ini" Terang asisten nya.
"Ku kira hanya tante dita saja" Ucap tasia.
....