Twint A

Twint A
Pening



Pukul 07.00. Marcel sudah bersiap dengan pakaian kantor nya. Tak lupa pamit sebelum akhir nya memasuki mobil dan meninggalkan rumah.


Sedangkan di mansion. Tasia memilih mengajak keponakan nya jalan jalan ,sedangkan di rumah agatha mengurus baby triplets bersama bunda nya.


Back to tasia dan Avian.


Mereka sekarang sedang berada di taman bermain di sebuah mall ,salah satu aset keluarga nya.


“Hati hati sayang”. Ucap Tasia setengah berteriak pada Avian yang sibuk bermain bola di depan nya.


“Iya mom.” Memang semua memanggil Tasia momy dan memanggil aisyah bunda.


Terlihat Avian menghapus peluh keringat di dahi nya dan berjalan ke arah momy tasia.


“Udah selesai main nya”. Tanya Tasia.


“Sudah mom ,Avi capek.” Ucap Avian mendudukkan diri nya di samping tasia.


“Yaudah kita makan dulu ya ,habis itu kita ke kantor nya dady. Terus ke kantor nya opa dehh ,gimana”. Ucap Tasia.


“Ayo mom”. Jawab Avian antusias.


Mereka pun makan bersama. Setelah makanan habis tak tersisisa ,tasia pun melajukan mobil menuju ke kantor sang kakak.


“Ayo sayang”. Ajak tasia menggendong tangan Avian.


Memasuki lift menuju lantai 12. Sampai lah mereka di depan ruangan Arka.


“Pak arka nya ada ga nit”. Tanya Tasia pada sekertaris kakak nya.


“Ada di dalam Nyonya besar”. Jawab Anita sopan.


Tasia pun bergegas memasuki ruangan arka. Terlihat lah arka yang sedang duduk mengerjakan berkas berkas di meja nya.


“Abii”. Teriak Avian menghampiri sang abi.


“Avian ,di sini. Yaampun maafkan abi tak tau jika kau datang”. Ucap Arka memeluk sang putra.


“Iya ,tadi habis ke mall kak. Kasihan mbk aisyah harus jaga baby triplets ,tapi tadi udah di bantu agatha juga kok.” Ucap Tasia mendudukkan diri nya di sofa ruangan.


“Jadi putra abi bari aja main nihh sama momy tasia”. Tanya Arka.


“Iya abi. Tadi Avi di beliin alat lukis banyak”. Ucap Avian girang.


Pukul 09.00.


Tasia sudah berada di perusahaan sang dady Abraham company.


“Siang dad”. Ucap Tasia mengistirahatkan tubuh nya di sofa.


“Siang opa”. Teriak Avian mendekati sang opa.


“Wahh cucu opa ,Ke sini sapa siapa sayang”. Tanya tian yang tak melihat suara dan wujud tasia.


“Dengan momy”. Jawab Avian menunjuk sang momy sang asik memijat pelipis nya.


“Eeh maaf tadi ga liat sayang”. Ucap Tian nyengir kuda.


“Avian mau di sini sama opa atau ikut mom pulang”. Tanya Tasia.


“Avian di sini sama opa aja mom”. Jawab Avian.


“Iya Avian di sini aja nemenin opa”. Ucap Tian


“Kalau begitu mom pamit ya Avian ,dad”. Ucap Tasia keluar dari ruangan.


Dengan kepala yang terasa pusing ,tasia pun mulai melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.


Sesampai nya di mansion. Tasia tak langsung turun melainkan ,tetap pada posisi duduk dan menyandarkan kepala di sandaran kursi nya. Entah mengapa kepala nya terasa sangat pusing.


“Lebih baik aku istirahat saja”. Lirih nya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.


“Mbk ,tadi Avian ikut sama dad di kantor”. Ucap Tasia pada kakak ipar nya.


“Iya dek”. Jawab Aisyah.


Tasia pun bergegas memasuki kamar ,menutup pintu dan membaringkan tubuh nya di kasur nya.


“Akhhhh kenapa terasa sangat sakit ya tuhann”. Lirih Nya memegangi kepala yang terasa sangat pening itu.


“Obat ,yahh obat. Di mana obat ku”. Ucap nya membuka seluruh laci di kamar nya.


Ia pun menemukan obat nya. Tanpa berlama lama ia meminum obat itu tak lupa meminum air setelah nya.


“Hufffttt ,lumayan. Seperti nya aku harus check up ke dokter. Aku belum mau sakit ,Aku ingin menikmati kebahagiaan ini. Aku ingin putra putriku ada yang menjaga terlebih dahulu”. Keluh nya meneteskan air mata.