Twint A

Twint A
Cake



“Iya mom”. Jawab Marcel tersenyum dan memasuki mobil. Melambaikan tangan dan akhir nya sopir melajukan mobil.


“Maafkan Mom Ar”. Lirih Tasia kembali memasuki rumah.


Berjalan ke arah halaman belakang menuju kebuh buah yang ada di sana.


Di sana ia melihat beberapa buah yang sudah siap petik. Ia pun mengambil tas atau wadah dan mulai memetik buah segar tanpa obat tanaman nya sendiri itu.


Mulai dari Apel ,anggur ,buah naga ,dan ada juga pir ... di bantu oleh beberapa pelayan yang biasa nya di tugas kan untuk mengurus kebun buah itu semisal ia tak berada di mansion.


“Lian tolong bersihkan buah buah ini terlebih dahulu lalu bagikan ke seluruh pelayan ,untuk sisa nya sajikan di ruang makan. Saya sudah memilih bagian saya ,nanti saya akan membuat Cake”. Terang Tasia pada kepala pelayan ,Lian.


“Baik Nona Muda”. Ucap Lian sopan dan menerima buah buah dari nona muda nya itu.


“Bi Sumi tolong bawa buah yang sudah saya pilih ini ke dapur ya. Tolong kupas kan semua”. Ucap Tasia pada pelayan bernama ,bi sumi.


“Baik Nona muda”. Jawab Bi sumi menerima buah segar di tangan tasia dan membawa nya menuju dapur.


Tasia kembali ke buah buah yang belum siap petik atau masih butuh perawatan. Ia mengambil pot siram dan mulai menyiram tanaman buah itu.


Setelah merasa cukup perawatan. Tasia pun meletakkan kembali pot siram dan membasuh tangan nya di aliran air bersih di sana. Setelah nya ia berjalan memasuki mansion dan melangkah menuju dapur untuk memulai membuat cake buah.


Dengan tenang ia mulai mencampurkan satu demi satu bahan dan juga potongan buah yang sudah di lembut kan dengan cara di blender sebelum nya.


Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Marcel berjalan ke arah momy dan mencium punggung tangan Momy nya itu.


“Buat apa mom”. Tanya marcel sembari meletakkan dasi nya di sembarang tempat.


“Cake Buah”. Jawab Tasia tanpa mengalihkan pandangan pada adonan cake buah rainbow itu.


“Ar bisa bantu ga mom”. Tanya Marcel melihat momy nya yang dengan gesit mencampur seluruh bahan.


“Boleh ,kamu aduk ini aja. Mom ambil yang di oven dulu”. Ucap Tasia menyerahkan adonan itu ke marcel.


“E-e-eh tunggu dulu ar ,ganti baju dulu sayang. Ga gerah apa”. Ucap Tasia mengingatkan sang putra.


“Nanti aja ya mom ,Ar mau bantu mom aja dulu ,nanti kalo udah selesai bisa langsung mandi”. Ucap Marcel dengan tangan yang masih mengaduk adonan.


“Baiklah ,baiklah”. Pasrah Tasia berjalan ke arah oven dan mengambil satu cake berwarna hijau yang sudah siap.


“Buah nya dah panen ya mom”. Tanya Marcel.


“Udah ,Tadi ada buah pir sama bengkuang juga. Kalo kamu mau ambil aja di kulkas”. Ucap Tasia.


“Okay mom”. Jawab Marcel masih sibuk mengaduk adonan.


“Sini kita tuang ke loyang dulu”. Ucap Tasia yang melihat adonan sudah tercampur rata.


Tasia pun mulai menuangkan adonan berwarna pink rasa buah naga itu kedalam loyang berbentuk bulat itu.


“Tinggal di masukin ke Oven deh”. Ucap Tasia memasukkan loyang itu ke dalam oven.


“Sekarang kita buat adonan ke tiga nya”. Ucap Tasia mengambil bahan bahan dan buah jeruk.


“Sayang ,peras buah jeruk nya ya pakai ini”. Ucap Tasia menyerahkan alat pemeras jeruk ke Marcel.


“Siap momy”. Ucap Marcel mulai memeras buah jeruk itu dengan mudah nya.