
Satu detik lagi, langkah kaki rey akan terhitung menjadi 3 langkah.Namun suara dari suster menghentikan langkah nya.
"Maaf tuan, nona dely sudah sadar, dan dokter ingin berbicara dengan tuan di ruangan nya".Ujar suster itu tertunduk.
"Baik lah".Jawab rey membalikkan badan dan melangkah mengikuti arah suster berjalan.
Di beri nya lirikan tajam rey kepada bunda sebelum ia melangkah kan kaki nya.
Di ruang dokter
"Gimana keadaan putri saya".Tanya rey dingin kepada dokter. Dengan mata yang tajam menusuk indra lain yang menatap nya.
"Begini pak, nona dely sudah sadar, tapi tatapan nya kosong, Bapak pasti tau, jika nona dely pernah mengalami gangguan otak juga trauma kemarin, Dan saat ini nona dely mengalami depresi dan sedikit kerusakan pada otak nya".Jeda dokter menghela nafas sebelum melanjutkan kalimat nya."Menurut saya bapak harus bisa membuat nona kembali seperti semula, Hal hal kecil yang mungkin sangat di sukai nya itu juga bisa mengembalikan sedikit kesadaran nona, jauhkan nona dari hal yang bisa menjadi beban pikiran nya, sedikit saran, anda bisa memulai hidup baru lagi dengan nona, nona bisa saja di oprasi untuk menghilangkan ingatan nya.".Jelas dokter.
"Apa nanti putri saya tak mengenal saya lagi dok".Tanya rey lirih.
"Anda tenang saja pak, walau putri bapak merasa asing setelah nya, namun penyakit depresi nya akan hilang dan nona tak akan lagi merasa tak memiliki semangat hidup".Jelas dokter.
"Lakukan itu saja, saya mau putri saya sembuh".Ujar rey
"Pindahkan putri saya ke negara K sesaat sebelum oprasi nanti".sambung rey berlalu pergi setelah mendapat jawaban dari dokter.
....
delapan jam berlalu ,kini pesawat AL pribadi keluarga alexander sudah mendarat sempurna di bandara khusus.
Di rumah sakit FlowerHospital..
2 jam kemudian di lakukan lah oprasi penghilang ingatan untuk dely.
Oprasi telah di mulai dokter mulai menyayat bagian yang perlu di rancang nya.
*
Delapan jam berlalu, kini ruang oprasi sudah berbunyi dan menunjukkan lampu hijau pertanda oprasi selesai.
Rey bergegas melangkahkan kaki nya menuju dokter yang baru saja keluar.
"Gimana dok?".Tanya nya .
(bunda fika dan papa gio sudah terbang ke amerika menyusul nathan dengan pesawat pribadi)
Setelah sedikit berbincang bincang dengan dokter, akhir nya dokter mempersilahkan rey untuk masuk menemui dely.
Di dalam ruang rawat dely
Terlihat dely yang mengedarkan pandangan seperti orang bingung. namun masih dalam kondisi berbaring.
Rey pun menguatkan diri sebelum mendekati putri nya. di tarik nya nafas lalu dihembuskan, lega!!, rey pun melangkahkan kaki nya mendekati bangkar dely.
"Heyy baby".Sapa nya tersenyum hangat ke arah dely.
"O.. om.. si.. a.. pa".Tanya dely dengan ekspresi takut.
"Hey ,kamu tak usah takut ,aku adalah daddy mu".Jawab rey.
"Dad.. daddy?".Tanya nya memastikan.
"Yess ,I am your daddy".Jawab rey.
"You are my daddy?".Tanya nya lagi.
"Yess ,That's right(ya ,betul sekali)".Jawab rey.
"Then where is mom ,dad?".Tanya nya yang membuat rey bingung juga sedih pasti nya.
"Tak apa ,sekarang gimana keadaan baby ?".Tanya rey mengalihkan pembicaraan ,agar dely tak meneruskan arah yang sulit di jelaskan itu.
"Is my name baby?".Tanya dely menunjuk di diri nya sendiri.
"No ,your name is tasia".Jawab rey
"Wow ,my name is so beautiful".Ujar dely girang.
....