
Pagi hari
Dely masih terlelap dengan badan yang tertutup selimut.
"Morning putri mamaa".Panggil mama fika sembari membuka pintu kamar dely.
"Masih tidur ternyata?!".Ujar mama fika melihat dely yang masih fokus dengan tidur nya
"Sayang ,ayo bangun ,hari ini kamu kan harus ke dokter untuk memeriksa kaki kamu".Ujar mama fika sembari menggoyang kan tubuh dely lembut.
"Huffftt ,eh mama".Ucap dely yang terbangun dari tidur nya.
"Iya ,ayo bangun ,siap siap habis itu kita ke rumah sakit dehh ,buat latian jalan kamu".Jelas mama fika.
"Hmm ,iya ma".Jawab dely.
Mama fika pun membantu dely untuk bangun.
Skip rumah sakit
Dely di temani mama fika sedang berlatih jalan dibantu oleh dokter juga suster di sana untuk mengawasi.
"Auhhh ,sakit".Keluh dely yang berusaha berdiri namun terasa sangat nyeri di bagian belakang nya.
"Hati hati nona ,ini sudah termasuk tahap nya".Jelas dokter mendapat anggukan dari dely.
Dely pun berdiri di bantu oleh para suster ,sedikit demi sedikit dia melangkah kan kaki nya sampai pada saat langkah ke empat ,tiba tiba bagian belakang nya terasa lemas..
"Auhhkhh ,sakit ma,,,hikss".Keluh dely agak lebay..
Dokter dan para suster pun membantu dely untuk duduk di kursi roda nya lagi.
"Nona istirahat dulu".Ujar dokter
"Bagian belakang saya kenapa terasa seperti tak bertulang dok".Keluh dely membuat para suster terkekeh pelan..
"Bukan seperti itu nona ,itu adalah tahap nya. Untuk kenapa bagian belakang nona lemas itu kemungkinan karena tadi waktu langkah ke dua atau tiga nona terlalu bersemangat".Jelas dokter.
Dokter pun menyuntikkan obat ke bagian belakang dely..
"Udah ga sih dok".Jawab nya
"Baiklah ,saya sudah kasih obat mereda rasa sakit ,jadi nona tidak akan merasakan sakit lagi ,tapi setelah masa obat nya habis ,nona akan kembali merasakan sakit".Jelas dokter..
"Apa ga ada pereda rasa sakit yang permanen dok?".Tanya dely membuat para suster terkekeh lagi..
"Tidak ada nona".Jawab dokter ikut terkekeh dibuat nya.
"Baiklah ,saya permisi dulu ,jika nanti cairan infus nya habis nona bisa langsung pulang".Ujar dokter membuat dely mengernyitkan dahinya
"Jadi dokter ngusir saya!!".Ucap dely kesal
"Mohon maaf nona ,tapi maksud saya tidak seperti itu tapi memang jika cairan infus di tangan nona ha...".Belum sempat dokter melanjutkan kalimat nya sudah di potong oleh dely
"Oke tak masalah ,terimakasih dokter tampan".Ucap dely mengedipkan sebelah mata nya ,dengan bergaya centil ala nya.
(Dokter yang membantu dely memang masih muda dan banyak digemari karena ketampanan nya juga sifat dingin nya yang kata nya menantang)
"Baik jika sudah tidak ada lagi yang di tanya kan saya permisi".Ucap dokter berlalu pergi.
"Hustt ,dely kasian tu dokter nya kepojok".Ujar mama fika yang tadi ikut terkekeh di buat nya.
"Biar dokter nya ga kaku kaku amat ma".Jawab dely juga terkekeh sendiri karena ulah nya itu.
"Oke dehh ,sekarang kamu istirahat aja ya".Ujar mama fika sembari menyelimuti tubuh dely.
Skip setelah infus habis
"Nona dely sudah di perbolehkan pulang dan saya akan catatkan resep obat dan nanti nyonya bisa menebus nya di apotik".Ujar dokter berlalu pergi
2 menit kemudian
"ini resep obat yang harus anda tebus".Ujar dokter sembari menyerahkan kertas yang berisi catatan resep obat kepada mama fika.
....