Twint A

Twint A
Flash back



"Selamat siang tuan Arion ,senang bertemu dengan anda ,apa ada yang bisa saya bantu." Tanya tasia menghampiri Arion.


"Apa nona karyawan di sini." Tanya Arion memandang tasia yang duduk di kursi roda.


"Yahh ,perkenalkan nama saya tasia." Ucap tasia menyulutkan tangan nya.


"Ohh maaf ,anda tasia abraham bukan ,pertama saya minta maaf karna sopir saya yang menabrak nona ,dan kedua saya ingin meminta tolong ,saya kesini untuk mengambil pesanan mama saya." Terang Arion.


"Lupakan itu tuan ,Pesanan tante dita ada di area pengambilan ,anda bisa menanyakan nya di sana." Jawab tasia menunjuk ruangan pengambilan pesanan.


"Baiklah ,terima kasih nona." Ucap Arion melangkahkan kaki menuju ruangan yang di tunjuk tasia tadi.


"Apa dia tak mengingat ku sama sekali?"


Tanya tasia sedikit merasa sakit hati karna orang yang sudah merenggut kesuciaan nya tak mengenali nya lagi.


Tasia yang sudah bertekad untuk tetap memberitahu Arion pun segera meluncurkan rencana yang sudah di susun nya.


"Maaf tuan ,nona tasi meminta tuan untuk menemui nya di ruangan beliau." Ucap asisten Arion yang di beri informasi oleh asisten tasia.


"Ada apa nona abraham ingin menemui ku." Tanya Arion bingung.


"Saya tak tau tuan ,hanya saja seperti nya yang akan di bicarakan beliau sangat penting ,tadi saya mendengar beliau sedikit membentak asisten nya ketika asisten nya menolak memanggil tuan." Terang asisten Arion.


"Baiklah ,kau urus pesanan mama." Ucap nya melangkahkan kaki keluar.


Sesampai nya di sana ,Arion sudah di sambut jangan oleh asisten tasia dan mempersilahkan nya untuk langsung memasuki ruangan.


"Apa ada yang ingin nona sampaikan?." Tanya Arion menatap tubuh tasia yang membelakangi nya dengan pandangan pada jendela kaca yang lebar.


"Mohon maaf jika saya mengganggu waktu tuan ,tapi yang akan saya bicarakan ini sangat penting ,bahkan tuan bisa saja tak mempercayai saya." Ucap tasia membalikkan kursi roda nya agar bisa menatap Arion.


"Silahkan duduk dulu tuan." Ujar tasia tersenyum dengan mata berkaca kaca.


"Saya memiliki seorang putra ,stt... saya tau anda bingung ,kenapa saya punya seorang putra sedang saya saja belum menikah ,usia nya menginjak sepuluh tahun ,tiga minggu lagi putra saya akan ulang tahun ,memang saya belum menikah ,karna putra saya di lahirkan atas perbuatan dari seorang laki laki yang saya sendiri baru mengetahui identitas laki laki itu sekarang ." Tasia menjeda kalimat nya untuk menghapus air mata yang tak lagi bisa di bendung itu.


"Apa anda ingat ,dulu anda pernah memaksa seorang gadis melakukan hubungan intim dengan anda saat anda mabuk di sebuah hotel mewah di kota ini ?."Tanya tasia cepat.


"Apa maksud anda nona ."Ucap Arion menghapus jauh jauh pemikiran nya ,bawa ia adalah laki laki yang di bicarakan tasia.


"Saya akan beritahu kepada anda." Ucap tasia kembali menghapus air mata dan menarik nafas dalam dalam.


"Kejadian sebelas tahun lalu ,dimana kesucian saya di renggut paksa oleh seorang laki laki yang saya tak tau di siapa ,hingga saya di nyatakan hamil ,saya menyembunyikan semua dari keluarga saya termasuk ayah saya sendiri ,dan sembilan bulan saya cukup menderita terlahir lah putra saya ,dan sekarang umur nya sudah hampir sepuluh tahun ,saya tak tau harus bahagia ,khawatir atau kecewa setelah mengetahui bahwa ayah dari putra ku adalah seorang laki laki yang penuh wibawa ,saya sebenar nya tak sanggup mendengar bahwa laki laki itu lah yang sudah merenggut mahkota yang selama ini saya jaga ,dan laki laki brengsek itu adalah anda ." Teriak tasia mengepalkan tangan saat mengingat kembali bagaimana perlakuan kasar Arion yang memaksa nya di malam kelam itu.


"Jangan bicara sembarang nona ." Seru Arion berdiri tak terima.


"Bukankan sudah saya katakan ,anda mungkin akan mengelak ,tapi semua memang seprti ini ,anda telah merenggut semua dari saya dan saya tak akan memaafkan anda jika anda kembali merenggut putra saya yang selama ini saya besarkan ." Teriak tasia.


"Aku berterima kasih padamu Arion ,karna kau aku memiliki semangat hidup lagi ,dengan memberi marcel kepadaku ,Tak apa jika kau tak percaya jika ia anak mu ,Marcel memang putraku dan putraku untuk selama lama nya akan bersamaku ,Berbahagialah ,bukankah kau akan menikah beberapa hari lagi ,pergi Arion ,


mercel hanya putraku tetap putraku dan jangan pernah menyesal jika kau sudah tau semua nya ,Aku tak akan pernah memberikan harta paling berharga di hidupku kepada mu Arion ,sudah cukup ,cukup... kau mengambil mahkotaku ,tapi itu bukan menjadi masalah yang besar di hidupku ,Apa kau tau aku pernah berfikir untuk melenyapkan putraku saat dia lahir ,dan bahagia nya aku ketika melihat wajah mungil polos tanpa dosa itu ,wajah nya sangat polos ,Aku bersyukur... sangat bersyukur ,Luka yang kau torehkan tak sebesar luka yang sudah tertoreh di hati ku sejak dulu ,Inti nya marcel anak mu ,dia putra mu ,tapi dia hanya milik ku ,hak penuh atas Marcel semua milik ku ,Kau pergilah jauh jauh dan jangan pernah kembali ,aku tak ingin berpisah dengan putra ku ,ku mohon ." Entah lah ,tasia mungkin sudah kehilangan kesadaran nya hingga setiap orang yang melihat nya bisa menganggap nya gila.


"Jika memang dia benar benar putraku ,aku ingin lakukan tes DNA ." Ucap Arion masih belum percaya.


"Lakukan apa mau mu ." Ucap tasia mulai tenang.


"Pergilah ,jangan temui aku dan putraku ,kau tak menginginkan nya bukan ,pergilah ." Usir tasia kembali menghadap ke arah jendela yang menampakkan suasana kota.


"Permisi ".Arion pun pergi dari butik.


Flashback Off


....