Twint A

Twint A
Pergi



-Di rumah sakit


Dely sudah ditangani oleh dokter khusus di sana. Nathan juga sudah menghubungi papa rey juga Andra.


(Delard udah balik lagi ke london ya)


Tak lama papa rey dan Andra datang dengan tergesa gesa.


"Keadaan dely gimana than?."Tanya Andra ke nathan.


"Masih ada di dalem lagi ditangani sama dokter." Jawab nathan dengan raut wajah kekhawatiran.


Papa rey masih mengatur nafas nya dan meminum air terlebih dahulu karena dia lelah juga haus baru pulang dari kantor dan belum sempat istirahat.


Papa rey duduk sembari meminum air yang dikasih suster tadi.


Tak lama setelah itu dokter keluar dari dalam dan mereka yang melihat nya pun langsung bertanya tentang keadaan dely.


Dokter menjelaskan bahwa dely hanya kecapekan tapi jika terus menerus seperti ini bisa bisa dely mengalami koma lagi bahkan bisa merenggut nyawanya. Mereka hanya menghela nafas.


Nathan??Dia merasa bersalah akan semua ini ,dia pikir semua ini adalah salahnya ,jika waktu itu dia tidak membolehkan dely buat pergi ke mall pasti dely ga akan kecapekan kek gini.


Sherly dkk sudah sampai di sana dan buru buru menanyakan keadaan dely ke Andra juga nathan.


Sebelum nathan memberitahu keadaan dely ke sherly dkk dia terlebih dahulu menjelaskan ke Andra juga papa rey tentang semua ini dari awal sampai akhir ,dia menceritakan sedetail mungkin kejadian nya bahkan tak terlewatkan satu detik pun.


"Dan itu lahh ,gue merasa ga berguna buat dely." Lirih nathan mengusap rambut nya juga wajah nya kasar.


"Lo jangan salahi diri lo than ,yang penting lo kan udah berusaha dan lo ngebolehin dely itukan karena semata mata biar dia seneng."Ucap Andra menepuk nepuk bahu nathan.


Selesai berbincang bincang Andra nathan juga sherly dkk memutuskan ke dalam untuk menemui dely yang sudah sadar.


Dimulai dari nathan ,karena hanya di bolehkan satu orang untuk masuk.


Saat baru masuk nathan langsung tersenyum ke arah dely yang menatap nya itu.


"Haii."Panggi dely dengan tersenyum lemah.


"Haii ,keadaan kamu gimana?."Tanya nathan masih dengan tersenyum.


"Ga papa kok."Jawab dely memaksakan senyum nya.


"Maafin aku ya ,ini semua gara gara aku."Ujar nathan dengan mata berkaca kaca.


"Hey ,ini semua bukan salah kamu ,kan emang aku yang minta ke mall dan kamu juga kan udah nglarang aku tadi."Ujar dely tak mau nathan sedih.


Nathan yang mendengar nya pun hanya tersenyum sembari mengelus elus kepala dely yang hampir botak itu dengan lembut.


"Tha." Panggil dely


"Jauhin aku." Ucap dely yang membuat nathan membelakkan matanya.


"Jauhin aku tha ,aku ga pantes buat kamu." Ujar nya lagi dengan mata berkaca kaca.


(sebentar.....untuk alex sisi lain dely udah ga ada ,karena dely pernah koma itu..)


"Kamu ga boleh ngomong gitu del.."Ucap nathan yang sudah menitihkan air mata.


"Tha ,kamu sayang kan sama aku." Tanya nya


"Ya iya lah aku sayang sama kamu ,banget malah.."Ujar nathan


"Tolong tha ,turuti permintaan aku ,aku ga mau kamu kek gini."Ujar dely lagi


"Jauhin aku tha." Ucap dely lagi dan memalingkan wajah nya karena mata nya yang akan mengeluarkan air itu. dan melepaskan genggaman tangan nathan dari tangan nya.


"Pergi tha ,aku ga mau liat muka kamu lagi." Ucap nya masih enggan menatap nathan.


"Oke ,,,oke kalo ini keinginan kamu bisa buat kamu bahagia ,aku pamit."Ucap nathan dengan tersenyum getir.


Setelah nathan pergi..


"Hikss,,,hiks maafin aku tha ,aku ga pantes buat kamu." Ujar nya dengan terisak.


***


Dengan berat nathan meninggalkan indonesia karena akan melanjutkan perusahaan papa gio yang ada di amerika ,juga karena keinginan dely itu.


Di bandara nathan di antar mama fika ,papa gio ,Andra ,papa rey dan dely pun ikut walau keadaan nya masih lemah.


Sebelum pergi nathan memeluk dely dan berjanji pada nya kalau dia akan kembali dan langsung menikahi dely.


"Pergilah tha." Ucap dely tersenyum getir.


"Jaga diri baik baik." Ucap nathan pada dely.


"Kamu juga." Jawab dely tersenyum.


Selesai berpamitan nathan langsung masuk ke pesawat.


Dely melambaikan tangan nya ,menatap pesawat yang baru saja take off.


Setelah pesawat tak terlihat Dely dan lainnya memutuskan untuk pulang. Dely juga harus istirahat karena kondisi nya yang masih lemah.


....