Twint A

Twint A
Boutique Quality



Tepat di hari ahad ini ,Tasia sudah di perboleh kan pulang..


Tepat nya di tanah yang sangat luas dengan bangunan 'mansion' yang menjulang tinggi di tengah tengah nya.. sangat mewah ,dengan konsep klasik modern..


***


Empat tahun berlalu..Bahagia!! itulah yang dirasakan keluarga Abraham selama ini..


Tasia yang tak pernah lagi menanyakan mama nya ke dady tian membuat nya senang dan lega..


Tepat saat ini tanggal -/-/---- ,tanggal dimana tasia lahir ke dunia.. dan di tanggal ini pula tasia kehilangan sosok ibu.. di tanggal ini pula tasia memulai hidup baru.. dan di tanggal ini lah sekarang ,yahh sekarang!! Tasia meresmikan boutique dari kerja keras nya sendiri..


Tkkk


Tasia memotong pita ,tanda bahwa Boutique Quality ,cabang ke dua dari boutique yang telah dia resmikan setahun yang lalu..


"Congrast baby".Ujar dady tian sembari memeluk sang putri.


"Thanks dad".Jawab tasia membalas pelukan dady tian.


"Congrast tasi".Ujar kak Ars bergantian memeluk sang adik..


begitu juga arka yang melakukan hal yang sama pada tasia..


"Oke ,terima kasih untuk para pengunjung baru di Boutique baru saya ,yang baru beberapa menit lalu saya resmikan ,saya persilahkan untuk para pengunjung untuk masuk dan menikmati belanja ,diskon 50% khusus hari ini".Ujar tasia ke para pengunjung dengan logat negara K


pengunjung pun bergegas masuk setelah bertepuk tangan..


"Kalo gitu kakak akan kembali ke kantor dulu ya dek ,ada meeting lima belas menit lagi".Pamit kak arka pada tasia..


"Baiklah kak ,jangan lupa makan dan minum vitamin ,okay".Ingat tasia ke kakak nya..


"Ars juga mau pamit pa ,tasi".Pamit kak Ars..


Dua hari berlalu ,kini tasia sudah di sibukkan dengan boutique nya yang laris pelanggan.. Bahkan karyawan yang sudah mencapai enam puluhan pun tak cukup untuk meladeni para pengunjung yang setiap menit berdatangan..


"Gina ,tolong urus semua ya ,untuk pakaian yang clos ,langsung kamu catat ,lalu kirimkan ke nita ,Dan kamu Sinta urus pelanggan yang butuh bantuan atau memilih ,untuk kamu Sarah ,Hitung jumlah setiap pakaian yang berkurang lalu sampaikan ke deon".Jelas tasia pada tiga karyawan baru nya.


"Baik bu".Jawab mereka berlalu untuk mengerjakan tugas dari boss nya itu..


"Hufftt ,kenapa boutique ini sangat ramai pengunjung.. tapi tak apa lah syukuri ,Alhamdulillah".Ujar tasia sembari memijat pelipis nya yang di rasa pusing..


"Cepat carikan karyawan baru ,aku sudah kerepotan dengan semua ini ,hufft".Ujar tasia di sambungan telpon lalu mengakhiri nya sebelum ada jawaban dari sebrang sana..


"Heyy baby ,makan lah terlebih dahulu".Ujar dady tian baru saja datang..


"Ohh dady ,putri mu sudah seperti karyawan lain ,ikut pusing dengan semua pekerjaan ini".Keluh tasia memeluk sang dady..


"Kau tak perlu khawatir.. dady sudah mendapatkan sepuluh pelayan ,kau boleh tes dulu kemampuan nya.. ".Ujar dady meregangkan pelukan sang putri..


"Ahh sudah lahh ,itu masalah Deon ,dady tinggal kirim karyawan itu kesini".Ujar tasia tak mau ambil pusing..


"Baik lah.. nanti siang mereka akan datang ke sini".Ucap dady menenangkan putri nya yang sedang banyak pikiran itu..


"Tanks dad".Ucap tasia ..


"Okay".Jawab dady tian..


"Lebih baik kita ke ruangan mu saja ,dan makan lah makanan yang sudah tersaji di sana".Ujar dady tian membuat tasia bingung..


"Tak perlu bingung.. tadi dady sudah memesan nya untuk mu".Ujar dady tian membelai rambut sang putri.


...