Twint A

Twint A
Berputar



Back to tasia.


Seperti hari hari lain. Tasia selalu menghabiskan waktu malam nya sebelum tidur dengan menikmati secangkir teh hangat di balkon kamar.


Ingatan nya kembali berputar saat menghabiskan waktu bersama ketiga sahabat nya dengan canda tawa yang selalu mengintili mereka. Hari perkenalan dulu ,kalau boleh jujur. Sherly ,manda ,dita adalah teman pertama nya. Pasal nya ,sejak ia kecil ia tidak pernah dapat teman karena sisi lain nya. Masih ingat dengan sisi lain bernama Alex itu??! Alex sudah tak ada semenjak Dely tak ada ,yang ada sekarang adalah orang penyabar bernama Tasia ,beda sifat sama tubuh.


“Kira kira gimana anak anak mereka ya”. Guman tasia di sertai kekehan.


“Aku sudah tua ,dan aku sangat ingin melihat putra putri ku menikah dan berbahagia”. Lirih nya menatap sendu langit malam.


“Ya tuhaan ... Pertemukan lah anak anak kami tanpa kami merencanakan nya. Aku yakin jika kau sudah menentukan takdir yang baik untuk putra putri ku kedepan nya”..


Berjalan masuk ke dalam kamar ,menutup balkon dan merebahkan tubuh di kasur. Menutup mata menghilangkan beban dunia yang terus menghantui nya.


Menikmati angin malam di dalam selimut tebal. Istirahat tanpa mimpi yang tak pasti. Hanya aktifitas memejamkan mata yang membuat orang lupa dan berbahagia saat datang cahaya pagi.


Jiwa rapuh yang butuh ketenangan ... Jiwa adalah jiwa. Jiwa itu rapuh dan kekuatan nya ya biasa aja. Sama hal nya dengan Tasia ,tasia adalah jiwa ,jiwa yang punya kerapuhan dan hati nya terbuat dari kelembutan ,tak sekuat baja. Ia hanya manusia biasa.


Kadang mengalah pada kondisi adalah jalan terbaik untuk mencairkan keadaan. Biasa nya orang salah ,karena mendengarkan kata hati namun ,memperburuk suasana dan keadaan.


Banyak orang yang mengatakan. 'Dengerin kata hati kamu' , Coba deh ,setelah kalian berbicara sesuai kata hati pasti ujung ujung nya sakit hati ,yahh?! Hati yang kalian ajak bicara menjadi sakit jika kalian egois mendengarkan hati ,bukan logika.


Tapi , Sama hal nya dengan hati ,Hati memang ada yang kuat dan ada yang rapuh. Kebanyakan jiwa rapuh membutuhkan ketenangan ,dan membutuhkan sandaran untuk memperkuat kerapuhan agar menjadi dinding pelindung di kehidupan nya.


Kadang orang pake logika kebanyakan adalah orang yang lebih mementingkan hati lain. Padahal dia memiliki hati sendiri. yang belum tentu hati itu kuat dan bisa menahan gejolak dari lawan.


Kadang kita tak sadar. Saat marah kita seakan menjadi orang lain dan lebih seperti orang gila. Saat kita marah apa yang kita katakan tidak akan masuk akal dan point nya marah malah pembawa bencana.


Orang pendiam itu asal nya dari orang ceria yang selalu di diamkan dan di marahi ,selalu di kecewakan. Orang marah berasal dari orang yang pendiam tapi selalu saja di diamkan ,biasa nya orang pemarah berasal dari kekesalan hati nya karena tidak mendapat apa yang ia mau. Orang kejam berasal dari orang yang selalu mendapat beban seperti Beban kehidupan. Mendapat Kesedihan ,kekecewaan ,kekecewaan ,kekecewaan dan terus di di ke cewakan.


Perlu di ingat saja ,orang kejam tak akan ada jika tak ada orang pemarah. Orang kejam banyak yang kehilangan akal ,sakit mental secara psikologis. Perlu di rawat psikiater ,bunuh bunuhan lah.


Ga bosen?! ,Orang kejam kebanyakan karena ketidak beradaan sandaran untuk membagi beban di pikiran ,tubuh dan hati nya. Berawal dari penghianatan ,kekecewaan ,dendam dan akhir nya menjadi kejam dan merusak segala nya.


Misal nya .. Kita di hianati kekasih ,dan kekasih kita sampai menikah dan bahkan sudah sangat bahagia dengan sang suami dan anak anak nya. Terus ,kita punya rencana buat menghancurkan keluarga nya karena sebuah penghianatan. Tapi saat Si kekasih nya bertanya 'Kenapa kamu lakuin ini ,apa salah aku ke kamu ,kenapa kamu jahat' , sia sia sih ngomong seperti itu. Namun ,pada kenyataan nya si kekasih lah yang sudah menciptakan orang kejam karena penghianatan yang ia lakukan.


Ada yang memilih diam. Diam lebih baik. Tapi diam bukan berati lemah dan takut. Jika menjadi orang pendiam kebanyakan karena di kehidupan dunia ini ia selalu mendapat derita ,Kesedihan dan selalu menginginkan Kebahagiaan. Namun ,ia di takdir kan seperti itu itu saja ,jika memang hidup bergelimang harta ,Apa kebahagiaan bisa di beli dengan suami itu??!


Lelah?! Jika kamu lelah ,usahakan jangan lemah marah dan tiba tiba menjadi pendiem. Banyak yang menutupi luka dengan keceriaan ,Tapi bagaimana pun luka. Pasti menunjukkan keberadaan nya ,bisa dari indra penglihatan ,mata. Dari mata seseorang kita bisa melihat keadaan atau mood orang itu. Dari segi pergerakan ,tingkah laku. Kita bisa melihat kondisi mental seseorang yakan?!


Namun ,Keceriaan bukan lah hal yang mudah untuk yang pendiam. Orang pendiam itu ada karena kekecewaan yang mendalam ,kecewa dengan takdir hidup nya yang selalu di putar balik ,Ia selalu harus mencuci otak agar bersih dan bisa berpikir jernih. Pikiran jernih sangat di butuhkan orang pendiam. Inti nya orang pendiam itu adalah orang yang sangat rapuh dan selalu mendapat hantaman beban kehidupan.


Orang pendiam itu istimewa


...≈≈≈≈≈...


Pagi menunjukkan cahaya indah nya. Membuka mata mengedarkan pandangan mencari apa yang ada di pikiran nya.


Mencari pasangan mu saat tidur?! Tapi tak ada saat kau bangun. Langsung deh bangun celingukan teriak teriak ga jelas dan pada akhir nya cengengesan.


Back to Abraham Family.


Kehidupan tasia tentu jauh beda dengan kehidupan nya yang dulu penuh derita.


Sekarang ia sedang asik menjaga Baby triplets dan kakak para baby ,Avian.


Kakak ipar nya sedang check up ke dokter karena mengeluh perut nya sakit ,jadi takut jika itu berbahaya.


Sedangkan putra dan putri nya ,asik berkutat dengan pekerjaan dan profesi masing masing. Mempertanggungjawabkan profesi dan mengalah dengan hati yang menginginkan sesuatu ,kepuasan pikiran dan hati.


“Uluh uluh ... Anitha nangis kenapa sayang ... Anitha pipis ... Endak kan??! ... Anitha sayang udah ya nangis nyaa ... Anitha kangen sama bunda ya ... Pengen ketemu bunda ... Kan ada momy di sini ... Maen sama momy ya di sini”. Ucap Tasia pada Anitha yang merengek.


“Ada kak dita ,kak avi ,tuhh ada juga adek Syah. Ya ga syah ... Syah pinter ... Dedek anitha ga malu tuhh sama adek nya ... Adek syah ga nangis loo ... masak anitha yang lebih besar nangis”. Ejek tasia berhasil membuat si kecil diam.


“Ayo sayang ... Ikut main sama kakak dan adek nya yahh ,sama momy juga di sini.” Ucap nya menurunkan si kecil dan bermain dengan mainan khusus anak kecil.


“Bi sumi ,bi ira ,Mbk mita”. Teriak Tasia pada orang yang menjabat sebagai pengasuh di mansion itu.


“Iya nyonya.” Jawab mereka berlari dan menunduk hormat.


“Bi sumi tolong buatkan makanan untuk anak anak ya ,Lian tolong kamu awasi. Untuk bi ira dan mbk mita jagain anak anak dulu ,saya mau ke kamar mandi. Ingat jangan di tinggal barang sedetik ,kalian tau kan apa akibat nya jika terjadi sesuatu dengan para baby”. Ancam Tasia penuh waspada.


“Baik nyonya”. Jawab mereka paham.


“Yasudah. Lian harus kamu awasi. Kirim beberapa pengawal juga untuk memperketat penjagaan mansion ,saya tak mau ada kejadian sial yang tidak mengenakan”. Kencam nya pada lian.


“Baik nyonya ,saya Pastika penjagaan sudah sangat ketat dari segi sisi manapun”. Ucap lian.


“Baiklah ,jaga mereka”. Ucap Tasia berjalan memasuki mansion dan menuntaskan panggilan alam.


Siang hari nya ... Sang kakak ipar dan suami sudah pulang ,begitu juga dengan putra putri tasia Marcel dan agatha juga sudah kembali dari pekerjaan masing masing.


“Tadi anak anak ngrepotin ga dek”. Tanya aisyah menggendong anitha dan Andita.


“Ga kok mbk ,semua anak anak ga rewel. Cuman tadi anitha nangis ,kek nya kangen deh sama mbk.” Ucap Tasia tersenyum.


“Anitha memang sering seperti itu ... Entah lah tapi kelihatan nya dia resah dan seperti memikirkan sesuatu.” Ucap Aisyah.


“Mungkin anitha butuh ketenangan mbk ... Atau suasana baru mungkin.” Ucap Tasia.


“Iya sihh ,insyaallah nanti kalau sudah usia tiga tahun di ajak ke pantai atau jalan jalan kemana gitu ga akan berdampak pada kesehatan nya kan”. Ucap Aisyah.


“Jujur aku ga terlalu tau sih mbk. Dulu kan marcel di rawat sama nenek nya ,walaupun agatha aku rawat dari bayi. Tapi ,dia selalu menghabiskan waktu di dalam mansion. Jarang aku bolehin dia keluar ke mansion kecuali ada keperluan seperti sekolah”. Terang Tasia.