
Hari minggu. Marcel bersama opa ,ayi dan paman nya asik mengobrol membahas tentang pekerjaan masing masing. Sedangkan para kaum hawa ,Bersanda gurau dengan kelincahan dan kelucuan baby Triplets.
Agatha tak di rumah karena sedang ada meeting dadakan dengan salah satu penjual di butik nya yang akan memesan Jas dalam jumlah besar. Pemimpin besar pula.
“Umumu... Syah pengen ikut kak acel ya ... Ayo momy antar”. Ucap Tasia menggendong Syah yang hendak menghampiri Marcel dengan merangkak.
Tasia ,berjalan mendekati para kaum adam dan meletakkan Syah di pangkuan putra nya.
“Pengen ikut kakak nya tuhh ... Di ajak atuh adek nya”. Ucap Tasia.
“Ar kaget lohh mom ... Ayo sini Syah”. Ucap Marcel menggendong Syah yang terlihat antusias itu.
Ia mengajari sepupu nya itu berjalan. Ia hanya mengikuti dari belakang ,jaga jaga jika nanti si dedek jatuh.
Tasia yang melihat nya tersenyum. Sebenar nya ia sudah ingin mengendong bayi lagi. Dan ia sedang membayangkan betapa bahagia nya ia saat menggendong cucu cucu nya kelak.
Tentu semua tak luput dari pandangan sang dady yang memandang putri nya ,ia tersenyum. Ia merasa bahagia dan kembali mengingat almarhum sang istri yang memiliki wajah sama persis dengan Tasia ,hanya saja ada bagian yang dari Tian/rey sendiri.
“Ayoo Syahh kejar kakak”. Ucap Marcell pada Syah yang dengan girang nya berjalan hendak merengkuh tangan marcel.
“Mom ... Mhy”. Oceh Anitha memanggil tasia.
Tasia menoleh dan tersenyum. Berjalan dan menggendong gadis kecil yang akhir akhir ini sangat dekat dengan nya itu.
“Nitha Mau belajar jalan juga ya sayang ... Kita lihat adek syah sama opa aja ya.” Ucap Tasia berjalan mendekati sang dady.
Anitha di vonis menderita penyakit yang cukup berbahaya. Bisa menyebabkan gampang kelelahan ,pingsan ,mimisan ,Dan sesak nafas.
Karena kakak ipar nya harus menjaga baby Andita jadi Selalu tasia lah yang merawat keponakan nya itu.
Untuk Avian ,selalu sibuk dengan tugas tugas sekolah nya. Walaupun tak ada tugas ,tapi anak itu selalu belajar. Terkadang ia ikut bermain dengan ketiga kakak nya. Dan ia termasuk yang paling dekat dan cear pada Tasia. Karena semenjak bunda nya hamil dan memiliki baby triplets ,bunda dan ayah nya selalu sibuk dengan adik adik nya hingga jarang menghabiskan watu dengan Avian.
Ia sekarang berjalan mendekati kerumunan keluarga nya dengan membawa komik yang akan ia baca.
Brukk
“Hahaha ... Ayo Syah sini kejar kakak”. Ucap Marcel kembali menuntun syah yang sudah berdiri itu.
Avian duduk di samping sang ayah. Ia melihat adik nya nitha terlebih dahulu dan membuka komik lalu membaca nya.
“Tuhh kak avi lihat dehh ... Sibuk banget ya kelihatan nya”. Ucap Tasia menggendong Anitha dan duduk di sisi kanan Avian.
“Ta.. Thak”. Oceh Anitha pada sang kakak.
“Iya”. Jawab Avian tanpa menoleh ke arah adik nya.
“Vian ... Adik nya manggil itu lohh ... Lihat dong”. Ucap Tasia.
“Iya adik ku sayang ... Ada apa hmm”. Tanya Avian lembut pada sang adik yang mengulurkan tangan minta di gendong.
Karena gemas ... Avian pun menggendong adik nya dan mengajak sang adik itu jalan jalan sebentar tentu izin ke orang tua terlebih dahulu.
“Hati hati sayang”. Ucap Tasia sedikit berteriak dan di jawab 'Yes mom' oleh sang empu.
“Mom ... Myh”. Panggil Andita yang sekarang minta di gendong sang momy.
“Iya sayang ... Dita minta gendong juga ya ... Sini sayang”. Ucap Tasia menggendong keponakan nya itu. Aisyah hanya geleng geleng melihat seluruh anak anak nya hanya ingin ikut dengan tasia saja. ia pun menghampiri sang suami dan duduk di sebelah nya.
“Ars ,Ga pengen punya anak ... Buruan nikah”. Ucap Tian pada putra kedua nya.
“Otw dad”. Ucap Arsya asal. Sebenar nya ia tak suka di tanya tentang pasangan.
“Dad tunggu satu minggu. Kalo dengan waktu satu minggu kamu ga bawa calon menantu dad maka dad akan jodohkan kamu dengan salah satu Karyawan di perusahaan”. Ucap Tian penuh penekanan.
“Kok gitu sihh dad”. Protes Ars mendapat tatapan tajam dari sang dady.
“Bener tuhh Kak ars ... Tasia aja udah punya dua anak ... Terus kapan kak ars punya nya”. Ucap Tasia sedikit berteriak saat mengajak Andita keliling taman.
Aisyah hanya tersenyum melihat interaksi antar keluarga nya itu. Ia juga merasa sangat bahagia karena banyak yang menyayangi putra putri nya.