
"Akhh".Keluh tasia memegangi kaki nya.
"Kamu sudah sadar by".Tanya dady tian yang sudah berada di samping nya.
Flashback On
"Ar ,cepet cari tau keluarga nya".Titah nyonya pada Arion.
"Udah ,dia anak dari Tuan abraham".Jawab Arion melanjutkan makan nya.
"Very nice".ucap nyonya mengancingkan jempol.
"Of course mom".Ujar Arion bangga.
"Ya yah".Nyonya pun pasrah.
"Mama juga pengen ketemu keluarga nya dong ar".Pinta nyonya.
"Bukan nya kita pernah ada kontrak kerja sama dengan perusahaan abraham ma".Tanya Arion.
"Iya ,tapi kan selalu di wakilkan sama sekertaris nya".Ujar nyonya cemberut.
"Tuan abraham sudah ada di rumah sakit ,mama kesana saja".Arion pun berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamar nya.
"Baiklah".Ucap nyonya berdiri melangkahkan kaki ke arah lif ,untuk mengambil tas yang ada di kamar nya.
Flashback Off
"Dad kok ada di sini".Tanya tasia bingung.
"Tadi beritahu jika kamu mengalami kecelakaan ,dan dad kesini".Jawab dady tian santai.
Cklekkk
Pintu ruangan terbuka ,sontak mengalihkan pandangan tasia dan dady tian ke arah pintu.
"Loh ibu kok ada di sini".Tanya tasia.
"Sebelum nya saya minta maaf nak ,tuan ,sopir dari keluarga saya lah yang menabrak anak tuan".Terang nyonya dita.
"Ohh yah tidak papa ,apakah anda nyonya klead".Tanya dady tian berdiri.
"Yahh ,perkenalkan nama saya dita".nyonya dita mengulurkan tangan nya.
"nama saya tian".Jawab dady tian.
"Bagaimana keadaan mu nak".Tanya nyonya dita pada tasia.
"Sudah lebih baikan bu".Jawab tasia tersenyum.
....
Dua hari tasia di rawat ,dua hari pula ia tak bisa menemui sang putra ,menurut keterangan dokter ,tasia tak boleh terlalu capek dan harus perbanyak istirahat ,izin pulang pun sebenar nya belum di tetap kan.
Di kediaman Abraham.
"Momy".Teriak marcel berlari mendekati momy nya yang berada di kursi roda.
"Heyy ar".Tasia menyambut pelukan marcel.
"Mom juga merindukan mu sayang".Ucap tasia membelai rambut lembut putra nya.
"Kenapa mom ada di kursi roda? ,apa mom sakit? ,mom kenapa".Tanya marcel khawatir.
"Kau tak perlu khawatir ar ,mom tak apa ,hanya ada sedikit masalah".Ucap tasia tersenyum.
"Ar akan mengantar mom keatas".Ujar marcel mengambil alih kursi roda yang di dorong opa nya itu.
Marcel pun mulai mendorong kursi roda momy nya menuju lif ke lantai 4.
"Mom harus istirahat".Ucap marcel menyelimuti tubuh momy nya.
"Mom tak apa ar ,kau jangan terlalu khawatir seperti itu sayang".Ucap tasia tersenyum.
"Baiklah baiklah ,mom istirahat lah ,nanti ar bawakan obat dan makanan untuk mom".Ucap ar meninggalkan tasia.
"Ternyata putraku sudah cukup dewasa".Ucap tasia terkekeh.
Pesona seorang marcel..
....
Hari berganti ,kini tasia sudah berada di butik untuk sekedar mengecek.
"Bagaimana kondisi butik gin".Tanya nya pada gina.
"Kondisi butik baik mis ,bahkan keuntungan semakin meningkat ,semua berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala dan masalah".Terang gina tersenyum.
"It is very nice".Tasia pun kembali memutari butik di bantu oleh asisten nya.
"Loh tante ada di sini".Tanya tasia yang melihat nyonya dita.
"Tasia ,iya kebetulan tante lagi cari cari gaun untuk tunangan anak tante".Jawab nyonya dita.
"Ohh gitu ya tante ,tante mau cari gaun yang bagaimana ,biar tasia cariin".Tanya tasia.
"Kamu pemilik butik ini".Tanya nyonya dita.
"Iya tante".Jawab tasia.
"Tante mau cari gaun yang bla...bla...bla".Terang nyonya dita.
"Baiklah mari tante ikut saya ,ada beberapa koleksi yang kebetulan sama dengan yang tante cari".Ajak tasia.
"Okay".Jawab nyonya dita mengikuti tasia.
Setelah mendapat gaun yang sesuai ,nyonya dita pun membayar dan pamit pulang kepada tasia.
"Hati hati tan".Ucap tasia.
"Iya ,Assalamualaikum".Ucap nyonya dita memasuki mobil mewah nya.
....