
"Iya dad ,dad kan tau aku sangat menyukai mi ini".Jawab tasia santai langsung menyendok mi itu dan memasukkan nya kedalam mulut.
"Jangan terlalu banyak makan pedas ,perut mu nanti sakit".Ingat dady tian tak mau putri nya sakit.
"Aku hanya makan 2 porsi dad ,tak akan lebih".Ucap tasia santai.
"Apa kau mau BAK mu cair".Ucap dady tian merhasil membuat tasia memutahkan mi tadi di wastafel kamar mandi.
"Dad ,kau apa apaan ,aku ini sedang makan".Ucap tasia kesal.
"Dad hanya mengingatkan mu".Ucap dady tian.
Tasia dan dady tian pun kembali ke sofa tadi dan menyantap makanan pedas itu bersama atas keinginan dari tasia.
"Huffftt ,rasa pedas nya sungguh mantap dad".Ucap tasia memejamkan mata dengan keringat yang bercucuran dan mulut serta lidah yang kepanasan.
"Kau sungguh membuat dady mu ini mabuk kececer".Ucap dady tian menjulurkan lidah nya yang panas dan tangan yang mengusap keringat di dahi nya.
"Bhahaha ,ternyata dady paham bahasa jawa seperti itu".Ucap tasia terkekeh dengan mata yang memerah karena menangis sebab kepanasan.
"Akhhhh dad ,perut ku sakit sekali".Keluh tasia memegangi perut nya yang terasa nyeri.
"By apa kau baik baik saja".Tanya dady tian mulai khawatir.
"Minumlah obat ini".Ucap dady tian menyerahkan obat ke tasia.
"Glekkk ,Hufft ,akhh".Keluh nya lagi setelah menghabiskan minuman serta obat tadi.
"Gimana udah enakan".Tanya dady tian
"Udah mendingan sih dad".Jawab tasia masih memejamkan mata.
"Apa perlu ke dokter".Tanya dady tian
"Tak usah dad".Jawab tasia
"Kita ke mansion sekarang".Ucap dady tian membopong tubuh putri nya
Di mansion..
"Wahh ,ini mansion daddy".Tanya tasia melihat sekeliling mansion bergaya eropa itu.
"Iya".Jawab dady tian singkat.
"Ini sangat tinggi dad ,tak seperti mansion kita yang di negara K".Ucap tasia takjup.
"Wahh ,ini sangat indah dad".Ucap tasia melihat sekeliling ruangan.
"Iya ,masuklah ke kamar mu ,ada di lantai 4".Ucap dady tian.
"Oke dad".Jawab tasia berlalu ke arah lif dan menuju lantai 4.
Kamar tasia.
Tasia tersenyum dengan menyentuh barang barang yang ada di kamar nya..
"Kamar ini masih tetap sama ,hanya warna nya saja yang beda".Guman nya dengan mata berkaca kaca.
"Kasur ini ,masih sama ,sangat nyaman".Guman nya lagi merebahkan tubuh di kasur lama nya itu.
FlashBack On
1 tahun yang lalu ,tepat nya 3 tahun setelah oprasi dely..
Terlihat tasia yang melambaikan tangan ke arah kakak nya yang berada di sebrang sana..
"Kakak".Teriak nya
Jalur menyebrang pun terbuka..
Tasia berjalan dengan santai ,namun..
Brakkk
Tubuh tasia terpental jauh hingga menyebabkan bagian kepala nya terbentur sangat keras dan mengeluarkan banyak darah hingga ia pingsan..
"Tasi".Pekik Ars kaget dan bergegas menghampiri sang adik.
Karena kecelakaan itu lah tasia mengingat semua.. Hanya dia tak ingin memberi tahu keluarga nya.. Dan mencoba untuk mencoba menjadi seorang tasia selama lama nya..
FlashBack Off
"Hampir lima tahun aku tak pernah kesini".Lirih nya..
Setelah cukup berbaring tasia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri..
Di ruang makan sudah ada dady tian yang menunggu.
....