
"Perkenal kan diri mu".Ucap Tasia melihat 2 karyawan magang itu.
"Nama saya Ajeng miss".Jawab salah satu.
"Nama saya Anggun miss".Jawab satu nya lagi.
"Alasan apa yang membuat kalian mau magang di butik ini".Tanya Tasia dengan ekspresi menyelidik.
"Kami dari Univ *** ,dan kami di perintahkan mencari pekerjaan untuk menambah ilmu kami miss".Jawab Anggun.
"Ya saya tau itu ,yang saya tanya kan ,atas dasar apa kalian magang di butik ini".Tanya Tasia mulai kesal.
"Karena sebuah ketertarikan miss".Ucap Anggun Tegas.
"Ajeng ,kenapa kau diam saja".Tanya tasia membuat ajeng mendongak kan kepala nya ,terlihat keringat dingin yang membasahi dahi perempuan itu.
"Sa saya".Belum sempat ajeng berbicara namun..
"Kenapa kau sampai berkeringat seperti itu ,Di sini suasana nya sejuk kan".Ucap Tasia tersenyum miring.
"Pergilah dari butik ini dan jangan pernah kembali ,brakk".Pekik tasia mendobrak meja keras.
"Ma maaf kan sa saya miss".Ucap Ajeng berlalu.
"Pergi".Pekik nya sekali lagi karena nggun tak kunjung pergi.
Hufftt
Apa apaan ini ,kenapa butik ini jadi mleset gini sihh ,Lebih baik aku meminum obat ku..
Ucap Tasia dalam hati sembari mengambil obat di dalam tas nya yang selalu ia bawa.
"Apa mis baik baik saja".Tanya nita melihat Bos nya yang pucat itu.
"Hmm ,tolong belikan saya makanan nit ,saya lapar".Ucap tasia membaringkan kepala nya di meja dengan tangan sebagai bantal nya.
"Baik mis ,mis ingin makan apa".Tanya nita
"Belikan 2 porsi bubur ayam dan Mi GR level pedas dan soda juga just lemon".Ucap tasia
"Baik mis ,saya permisi".Ucap nita berlalu pergi.
Tak lama setelah nita keluar dia kembali lagi..
"Maaf mis ,di depan ada tuan besar".Ucap nita membuat tasia mendongak kan kepala nya.
Cklekk
Terlihat dady tian dengan jas bermerek khas nya..
"Haii by".Ucap nya memeluk sang putri.
"Ooh dady ,Putri mu merindukan mu".Rengek tasia mengeratkan pelukan nya.
"Baiklah ,kenapa wajah mu pucat seperti ini? ,apa kau baik baik saja?".Tanya dady tian melihat wajah pucat sang putri.
"Baik ,aku baik baik saja dad ,hanya kepala ku rada pusing ,mungkin karena kecapek an".Jawab tasia menenangkan sang dady.
"Apa kau sudah makan?".Tanya dady tian di jawab gelengan oleh tasia.
"Tadi aku sudah memesan nya pada nita ,jadi dad tenang saja".Ucap Tasia.
Seketika dady tian menggendong tubuh mungil tasia dan membaringkan nya di sofa ruangan..
"Akhh dad ,aku bukan anak kecil lagi".Ucap tasia cemberut.
"Tapi bagi dad kau adalah putri kecil dad".Ucap dady tian menoel hidung tasia dengan jari telunjuk nya.
"Baiklah".Jawab tasia pasrah.
"Apa kak Arka dan Ars tak ikut dad?".Tanya nya
"Tidak ,mereka masih ada pekerjaan di sana".Jawab dady menatap hangat putri nya.
Cklekk
"Maaf tuan besar ,mis ,saya membawakan makanan pesananan mis".Ucap nita menunduk dengan nampan berisi pesanan tasia.
"Letakkan di meja saja nit".Ucap tasia
"Baik mis".Nita pun meletakkan pesanan tasia di meja ,setelah itu pamit meninggalkan ruangan.
"Mari kita makan sama sama dad".Ucap tasia mendudukkan diri nya.
"Bukan nya ini mi GR yang pedas itu by".Tanya dady tian.
....