
Kelly sangat kesal karena ayahnya lebih membela Lexy dibanding dirinya. Walaupun begitu Kelly tidak habis akal untuk membuat Lexy dibenci oleh ayahnya sendiri.
"Ma, Kelly kesal banget sama papa"
"Iya sayang, mama juga kesal sama papa kamu jelas-jelas anak sialan itu yang buat masalah tapi kita berdua disalahkan. Mama nggak terima sayang kita harus cari cara supaya Lexy keluar dari rumah ini"
"Kelly setuju ma, Kelly muak lihat tingkah Lexy. Apa mama punya ide???. Secepatnya kita harus mengeluarkan Lexy dari rumah ini. Anak pembuat masalah itu nggak cocok tinggal sama kita cocoknya itu tinggal dijalanan"
"Hahaha, iya sayang mama setuju sama kamu tapi sekarang mama belum punya ide apa-apa. Jadi kamu bersabar saja dulu, mama pasti akan cari cara mengeluarkan anak sialan itu. Mama janji sayang"
"Tapi sampai kapan ma, Kelly sudah muak harus bertemu anak itu"
"Bersabar saja sayang pasti ada cara untuk kita mengeluarkan anak itu dari sini"
"Apa mama yakin dengan ini semua???, kalau nanti anak itu kembali kerumah ini gimana ma. Pokoknya Kelly nggak mau lihat anak itu dirumah kita lagi"
"Iya sayang, mama juga nggak mau anak itu tinggal dirumah kita tapi kita harus bersabar dulu kalau kita kasih tau papa sekarang nanti masalahnya makin panjang yang ada bukannya Lexy yang diusir justru kita berdua sayang. Kamu mau kita berdua tinggal dijalanan lagi"
"Kelly nggak mau ma, disana kotor nanti kalau kulit cantik Kelly jadi kotor lagi. Jangan sampai, Kelly nggak mau ma"
"Maka dari itu kita harus bersabar dulu, Kelly harus selalu bersikap baik saja sama papa, kalau waktunya sudah tepat pasti anak itu kita keluarkan dari rumah ini"
"Iya ma, Kelly akan selalu bersabar"
"Gitu dong, ini baru anak mama"
"Ma Kelly bete nie kita pergi shopping yuk, gara-gara supir tua itu kita berdua nggak jadi shopping-shopping seperti biasanya"
"Iya sayang, dasar supir menyebalkan. Cuma supir saja tingkahnya buat mama muak"
"Setelah Lexy keluar dari rumah ini supir tua itu harus keluar dari rumah ini juga"
"Pasti sayang, mama juga sudah muak sama supir tua itu"
"Kita cari supir yang lebih muda ma, sekalian cuci mata"
"Tentu sayang, nanti mama carikan supir tampan untuk kita berdua"
"Kelly sayang mama"
"Mama juga sayang kamu"
"Ayo ma kita pergi sekarang, Kelly nggak mau barang-barang yang mau Kelly beli habis lagi"
"Iya juga, ayo kita pergi sekarang"
"Tapi perginya pakai apa ma, Kelly nggak mau pergi pakai mobil kita. Pasti Pak tua itu nggak mau mengantarkan kita"
"Soal itu gampang sayang, mama yang bawa mobilnya jadi kamu nggak perlu khawatir"
"Sejak kapan mama bisa bawa mobil"
"Beberapa bulan ini mama kursus mengemudi jadi mama sudah bisa bawa mobil sendiri"
"Kenapa nggak dari dulu mama kasih tau Kelly, kan kita nggak perlu dianterin Pak tua itu"
"Waktu itu papa melarang mama bawa mobil takut terjadi apa-apa sama mama"
"Tapi kalau sekarang papa mengizinkan nggak ma"
"Soal itu gampang, mobil kita banyak dan mama punya kuncinya pasti papa mu nggak bakalan ngelarang mama untuk membawanya"
"Kalau begitu kita bakalan shopping sepuasnya tanpa diganggu dong ma"
"Iya dong sayang"
"Ma, Kelly juga mau ikut kursus mengemudi. Biar nanti kesekolah Kelly bisa bawa mobil sendiri"
"Kalau sudah cukup umur kita pergi ke kursus nya ya sayang"
"Kok gitu ma, Kelly nggak mau ma. Kelly maunya secepat mungkin"
"Tapi itu nggak mungkin sayang, pasti papa melarang hal itu. Kamu tau papa mu orangnya seperti apa"
"Iya deh, tapi hari ini kita jadi kan pergi shopping nya"
"Jadi dong sayang, ganti baju dan dandan yang cantik. Mama mau ambil kunci mobil dikamar"
"Siap ma"
"Mama keluar dulu ambil kuncinya, dandan yang cantik siapa tau nanti ketemu cowok tampan kaya raya"
"Iya ma"
"Mama pergi dulu"
"Iya"
"Jangan lama-lama mama langsung tunggu kamu didepan"
"Mama nggak dandan dulu"
"Nggak, nanti Kelly tersaingi sama mama. Hahaha"
"Mama bisa saja buat Kelly tertawa lagi, makasih mama ku sayang. Kelly sayang mama"
"Mama lebih sayang Kelly, cepat siap-siap mama tunggu didepan"
"Siap ma"
"Ma"
"Mau apa lagi Pa, mama sibuk sekarang"
"Apa Kelly masih marah sama papa????"
"Mama nggak tau Pa, tapi lebih baik papa jangan ganggu Kelly dulu"
"Iya ma, papa tau itu tapi mama mau kemana lagi sekarang"
"Mama mau pergi shopping sama Kelly"
"Perginya sama siapa???"
"Mama bawa mobil sendiri Pa"
"Tapi apa mama yakin bisa bawa mobil"
"Papa meragukan mama sekarang"
"bukan begitu ma, tapi lebih baik mama dan Kelly diantar Pak supir saja biar lebih aman"
"Kelly nggak mau Pa, papa izinkan saja mama bawa mobil sendiri jangan buat mood anak kita rusak lagi Pa. Lebih baik papa urus saja anak laki-laki kesayangan papa, mama bisa mengurus Kelly. Jadi papa nggak perlu khawatir"
"Iya sudah, kalau itu keputusan mama tapi mama harus hati-hati"
"Iya Pa, ada lagi yang mau papa tanyakan sama mama soalnya mama lagi buru-buru ini Pa. Kalau mama kelamaan disini pasti Kelly marah lagi sama mama"
"Nggak ada lagi ma, jangan pulang kemalaman"
"Iya, mama pergi Pa"
"Hati-hati"
"Pasti Pa, papa jangan khawatir mama bisa jaga diri"
"Kau terjadi sesuatu cepat hubungi papa"
"Iya Pa, mama pergi dulu mau mengambil kunci mobil dikamar kita"
"Iya"
Setelah istrinya pergi ponsel Pak Artama berdering.
"Halo Lexy, kamu dimana sekarang cepat pulang jangan berkeliaran nggak jelas lagi Lexy. Cepat pulang sekarang"
"Papa nggak perlu khawatir Lexy sekarang menginap dirumah teman"
"Sampai kapan kamu terus menghindar Lexy, kalau kamu ada masalah sama papa kamu cerita saja jangan bertingkah seperti ini kamu tau papa khawatir Lexy"
"Lexy belum bisa kasih tau papa sekarang kapan Lexy pulang, tapi Lexy nanti bakalan pulang kalau waktunya sudah tepat Pa"
"tapi sampai kapan Lexy, papa nggak mau kamu seperti ini. Papa mau secepatnya kamu pulang kerumah"
"Iya Pa, pasti Lexy pulang kok tapi nggak sekarang Pa"
"Kalau kamu pulang kerumah lagi kasih tau papa biar papa yang langsung menjemputmu"
"Iya Pa"
"Jangan buat papa khawatir Lexy, papa nggak mau kamu telibat masalah lagi. Kasihan mama disana selalu melihat kamu seperti ini"
"Papa jangan khawatirkan soal itu Lexy nggak melakukan hal yang membuat papa malu"
"Iya papa tau, tapi apa kamu bisa menjamin ini semua. Kalau terjadi sesuatu lagi disekolah lagi bagaimana"
"Papa jangan khawatir, Lexy pasti bisa mengatasi ini semua"
"Papa harap kamu baik-baik saja sampai lulus nanti jangan buat masalah lagi"
"Iya Pa"
"kapan kita bisa bertemu Lexy, papa kangen ngobrol sama kamu seperti dulu"
"Apa besok kita bisa bertemu Pa???"
"Papa akan usahakan Lexy"
"Kita bertemu ditempat biasa, hanya kita berdua saja ada yang ingin Lexy sampaikan kepada papa"
"Iya Lexy, papa akan usahakan pergi"
"sampai bertemu besok Pa, Lexy tutup telepon dulu"
"Iya Lexy, kalau kamu ada perlu apa-apa kasih tau papa"
"Pasti Pa"
"Uang saku yang papa kasih masih ada, kalau habis kasih tau papa nanti papa tambahkan lagi"
"Masih ada Pa, kalau Lexy perlu Lexy bisa jadi tau papa, Lexy tutup telepon dulu Pa, malam Papa sampai bertemu besok Lexy tunggu papa disana"
"Iya sayang"
Pak Artama menjadi semakin lega karena anak laki-lakinya baru saja menghubungi dirinya meminta untuk bertemu dengannya besok pagi.