
Kelly sangat kecewa atas apa yang dilakukan Lexy kepada dirinya juga mamanya siang ini. Kelly memberitahukan kejadian ini kepada ayahnya suapaya Lexy dimarahi olehnya tapi usahanya tidak menghasilkan apa-apa hal itu membuat Kelly semakin kesal dan marah kepada Lexy.
"Papa"
"Lexy mana???"
"Nggak mau pulang"
"Sudah dipaksa untuk pulang"
"Tanya saja mama"
"Sayang anak itu memang keras kepala susah untuk disuruh pulang, itu karena kamu sering memanjakannya makanya sikapnya sangat buruk seperti itu"
"Iya Pak, tadi saja Lexy kasar gitu ngomong sama mama kan nggak sopan banget Pa"
"Kalau seperti ini papa akan bertemu langsung dengannya"
"Papa harus tegas, kalau papa sering memanjakan Lexy sikapnya akan semakin buruk"
"Kamu dan Lexy nggak percaya sedikit pun papa membedakan kalian berdua jadi jangan seperti itu terhadap kakakmu"
"Tapi Pak, kelakuan Lexy itu sudah keterlaluan"
"Cukup, papa nggak mau dengar lagi keluhan apa pun"
"Sayang tapi apa yang dikatakan Kelly itu benar adanya, kelakuan Lexy sudah sangatlah keterlaluan. Jadi mama minta sama papa harus tegas terhadap Lexy Pa, ini demi kebaikan keluarga kita juga kan"
"Iya papa paham maksud mama, tapi papa bisa mengatasi ini semua. Jadi berhenti bersikap merendahkan Lexy seperti itu papa nggak suka"
"Bukan seperti itu sayang, tapi kalau dibiarkan akan menjadi lebih buruk lagi"
"Sudah cukup ma, papa nggak mau dengar lagi keluhan apa pun"
"Papa pilih kasih, papa jahat. Kelly juga anak papa tapi papa lebih peduli Lexy di bandingkan Kelly"
"Pilih kasih bagaimana, apa yang kamu mau papa pasti kasih jadi pilih kasih seperti apa justru Lexy yang mengalah demi kamu"
"Papa selalu Lexy, Lexy terus yang papa banggakan"
"Banggakan bagiamana, justru papa semakin pusing mendengarkan kelakuan buruk Lexy dari sekolahnya. Jadi jangan tambah lagi masalah lain lagi, papa benar-benar sudah lelah"
"Sayang jangan bicara seperti itu, Kelly jadi sedih sekarang"
"Kelly seperti ini karena kamu sering memanjakan nya"
"Kenapa aku yang sekarang disalahkan, Lexynya saja yang susah diatur bukannya Kelly"
"Tapi sebagian orang tua kamu juga harus memperhatikan Lexy juga. Anggap dia sebagai anak kandungmu juga seperti Kelly. Lexy bersikap seperti sekarang karena kurangnya kasih sayang dari kita"
"Kalau sikapanya bisa berubah aku akan sayang anak itu tapi melihat kelakuannya yang semakin buruk seperti itu untuk apa aku harus buang-buang waktu untuk memperhatikannya"
"Sayang cukup, Lexy memang bukan anakmu tapi apa nggak bisa sedikit saja kamu bisa memahaminya juga seperti Kelly"
"Cukup Pa, Kelly nggak terima kalau mama disalahkan seperti ini. Yang harusnya disalahkan sekarang itu Lexy bukanya mama. Kalau papa nggak peduli lagi sama kita berdua lebih baik Kelly pergi saja dari rumah ini. Biar papa puas dan papa bisa bawa anak papa yang suka buat masalah itu kembali kerumah"
"Lihat kan sayang, gara-gara kamu Kelly jadi seperti ini"
"Ayo ma, kita pergi saja dari rumah ini papa sudah nggak sayang kita lagi"
"Tunggu Kelly"
"Apa lagi Pa, papa sudah menyakiti hati Kelly"
"Maafkan papa sayang, jangan pergi dari rumah cukup satu orang saja yang keras kepala dirumah ini jangan tambah lagi"
"Kelly bukanya keras kepala Pa tapi sikap papa yang membuat Kelly seperti ini. Kelly nggak mau bahasa tentang ini lagi lebih baik Kelly masuk kamar saja"
"Ini semua salah kamu Pa, bersikap itu jangan pilih kasih. Pokoknya mama nggak mau tau secepatnya papa atasi semua masalah ini mama nggak mau lagi terlibat Maman capek Pa. Papa atasi masalah ini sendiri jangan bawa-bawa mama ataupun Kelly dalam masalah papa dan Lexy. Mama nggak mau ikut campur lagi"
"Jangan seperti itu ma"
"Mama nggak mau tau lagi apa pun tentang si anak keras kepal itu. Papa urus saja anak kesayangan papa yang nggak mau diatur itu"
"Mama, jangan bicara seperti itu, Lexy juga anak kita"
"Anak kita, itu anak papa bukan mama. Jadi yang berhak atas semua ini papa bukan mama"
"Iya sayang, jangan disini terus yang ada kita yang selalu disalahkan sama papa"
"Papa jahat ,Kelly benci papa"
"Bukan seperti itu Kelly"
"Kelly nggak mau bahas tentang ini lagi, percuma juga pasti papa selalu membela Lexy bukanya Kelly padahal yang selalu buat masalah itu lexy bukannya Kelly. Tapi papa selalu memperlakukan Lexy dengan sangat baik. Papa pilih kasih, Kelly mau mogok saja nggak mau bicara sama papa sampai papa memperlakukan Lexy seperti apa yang Lexy lakukan"
"Tapi semuanya perlu proses"
"Kelly nggak mau tau pokoknya papa harus bersikap tegas terhadap Lexy"
"Iya sayang, apa Kelly katakan benar. Jangan selalu memanjakan anak itu"
"Akan aku usahakan"
"Ayo ma, Kelly nggak mau berlama-lama disini pasti nanti papa menyalahkan kita lagi"
"Iya...iya..."
Kelly dan mamanya masuk ke kamar untuk menghindar dari masalah yang sering terjadi dirumahnya. Setelah kepergian Kelly dan mamanya Pak Ramin menghampiri tuan rumahnya yang duduk termenung diruang tamu. Pak Ramin membawa segelas cokelat panas untuk tuan rumahnya supaya sedikit melupakan masalah yang dialaminya sekarang ini.
"Minum dulu Pak"
"Terima kasih Pak Ramin"
"Sama-sama Pak"
"Apa Pak Ramin bertemu Lexy disekolahnya???"
"Bertemu Pak, memangnya kenapa ya Pak kalau boleh saya tau. Maaf kalau saya lancang"
"Apa Lexy mengatakan sesuatu kepada bapak dan apa yang dikatakan ibu tentang sikap kasar Lexy itu memang benar adanya???" Tanya Pak Artama
"Tuan Lexy akan menghubungi bapak dan mengajak bapak untuk bertemu tanpa ibu, hanya bapak saja dan mengenai sikap kasarnya tuan Lexy itu salah besar Pak justru sikap ibu dan Kelly yang sangat kesal terhadap tuan Lexy makanya tuan Lexy bersikap seperti itu juga"
"Jadi begitu Pak"
"Iya tuan"
"Saya sudah menduganya, Lexy nggak akan mungkin melakukan hal tanpa sebab"
"Iya Pak, sebenarnya tuan Lexy itu anak baik hanya saja tuan Lexy kurang kasih sayang dan perhatian lebih dari bapak makanya tuan Lexy bertingkah laku seperti itu"
"Benar apa yang Pak Ramin katakan, saya terlalu sibuk dengan urusan saya sendiri tanpa memperhatikan bagaimana keadaan anak saya. Saya menyesal Pak Ramin"
"Tapi semua itu belum terlambat tuan, tuan bisa memperbaiki ini semua"
"Cara Pak"
"Bersikap adil saja Pak"
"Sudah saya lakukan Pak Ramin tapi tetap saja Kelly mengatakan kalau saya selalu pilih kasih. Jadi saya bingung harus giman lagi"
"Semuanya perlu proses Pak"
"Iya Pak, saya tau itu. Tapi sampai kapan masalah di keluarga saya bisa selesai"
"Pasti nanti ada jalan keluarnya tuan, tuan bersabar saja"
"Iya Pak"
"Silahkan dinikmati cokelat panasnya tuan sebelum menjadi dingin"
"Terimakasih atas saran Pak Ramin dan juga terimakasih untuk minumnya dengan begini saya bisa sedikit melupakan masalah yang sekarang saya hadapi"
"Semoga saja keluarga ini menjadi bahagia lagi seperti dulu"
"Aminnnnn. Itu yang sangat saya harapkan Pak"
"Saya juga begitu tuan"
Berkat adanya pak Ramin. Pak Artama bisa sedkit melupakan masalah yang tengah dihadapi olehnya.