This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 22 - Waktu bersama



Untuk beberapa saat Lexy bisa memejamkan matanya. Ibu Natuna sedang sibuk merapikan berkas-berkas yang berantakan diatas meja dengan perlahan ibu Natuna menyimpan berkas-berkas itu agar Lexy tidak terbangun dari tidurnya.


"Kalau dia seperti ini, terlihat seperti anak kecil yang butuh perhatian dan kasih sayang. Apakah aku pernah bertemu dengannya???, saat dia tertidur mirip seseorang yang aku kenal"


"Ma..mama, Lexy kangen sama mama. Mama kenapa pergi dan meninggalkan Lexy sendirian ma. Sekarang papa tidak sayang Lexy lagi, mama kenapa mama pergi begitu cepat. Lexy sendirian disini ma"


"Anak ini, apa sekarang dia bermimpi bertemu ibunya. Sebaiknya aku cepat merapikan ini semua dan pergi menjauh supaya tidak menganggu istirahatnya"


"Ma...mama mau kemana???. Jangan pergi ma. Lexy tidak mau sendirian disini"


"Lexy, ini ibu Natuna bukan mama kamu"


"Ma, jangan pergi" tanpa sadar Lexy memeluk ibu Natuna dengan sangat erat.


"Lexy lepas, ini Natuna Lexy"


"Mama tidak sayang lagi padaku"


"Lexy jangan seperti ini, kalau ada yang salah paham dengan hal ini bagaimana"


"Mama jangan pergi, Lexy ingin bersama mama"


"Apa yang harus aku lakukan sekarang??, pelukannya sangat erat sekali dan sangat sulit untuk melepaskan nya. Semoga saja tidak ada yang melihat hal ini"


"Mama tolong jangan pergi, Lexy mohon ma"


"Iya Lexy, ibu tidak akan kemana-mana"


"Terimakasih ma, Lexy sayang mama"


Untuk beberapa saat keduannya saling berpelukan dan setelah itu Lexy melepaskan pelukannya dan kembali tertidur dengan nyenyaknya.


"Anak ini memang unik dan sebenarnya dia anak yang baik dan penurut. Mungkin saja setelah kepergiaan mama nya dia menjadi seperti ini, aku harus bisa membuat anak ini menjadi bahagia lagi bagaimanapun caranya"


"Mama, Lexy sayang mama"


"Nikmati istirahat mu Lexy, ibu akan pergi sebentar untuk membelikanmu makanan. sepertinya kamu belum makan siang kan. Ibu pergi dulu Lexy"


Natuna pergi meninggalkan Lexy seorang diri didalam ruangannya dan pergi membeli makanan untuk Lexy. Setelah kepergian Natuna seseorang masuk kedalam ruangan itu.


"Sayang, aku datang. Kemana dia kenapa tidak ada disini dan siapa anak yang sedang tertidur itu sepertinya aku pernah bertemu dengan anak itu sebelumnya tapi dimana ya kenapa aku bisa lupa"


Lexy terbangun dari istirahatnya yanh cukup lama.


"Tuna, aku harus kembali ke kelas sekarang"


"Tuna????, apa yang kamu katakan anak kecil"


"Kamu siapa, kenapa sembarangan masuk kedalam ruang ini. Mana tuna pasti kamu menyembunyikan nya, dimana tuna sekarang"


"Saya tidak melihat siapa pun selain kamu disini, seharusnya yang menayakan hal itu justru saya bukannya kamu"


"Tadi si tuna ada disini dan sekarang aku tidak tau dimana dia"


"Jangan berbohong pasti kamu yabg justru menyembunyikan nya, ayo mengaku saja"


"Kenapa kamu menuduhku seperti itu, aku juga baru bangun dan tidak melihat tuna lagi disini mungkin saja dia pergi kesuatu tempat"


"Apa hubunganmu dengannya???"


"Kenapa kamu harus memberitahu kan mu bagaimana hubungan kami berdua"


"Katakan saja dan jangan banyak alasan"


"Satu pengganggu sudah pergi sekarang datang lagi satu pengganggu lainnya, dasar menyebalkan. Bagaimana aku bisa menikmati waktu bersama si tuna kalau seperti ini" batin Lexy


"Ditanya malah melamun, ayo cepat katakan apa hubungan mu dengan Natuna"


"Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan darimu, memangnya kamu siapa"


"Kamu mau tau siapa saya"


"Katakan saja jangan banyak alasan lagi"


"Baik, akan saya katakan apa hubungan saya dan Natuna, kamu berdua itu sudah...."


"Sayang, kapan kamu sampai???. Kenapa tidak menelponku dulu"


"Kamu darimana saja sayang, aku tadi mencarimu dan anak itu tidak mengatakan apa-apa"


"Dasar pembohong dari tadi aku berbicara dengannya dan sekarang dia menyalahkan ku karena tidak mengatakan apa-apa. Sebenarnya yang aku lakukan tadi itu apa" batin Lexy


"Lexy kamu sudah bangun sebelum pergi makanlah dulu, tadi ibu sudah membelikan makanan yang kamu suka"


"Sayang, untuk ku apa ada???"


"Maaf sayang, aku hanya membelinya untuk Lexy. Kamu datangnya mendadak sekali, maaf ya sayang"


"Iya, tidak apa-apa. Aku kesini hanya ingin melihatmu"


"Bukannya setiap hari kita selalu bertemu"


"Apa!!!!,laki-laki aneh ini tunangan si tuna" batin Lexy


"Memangnya kamu pergi kali ini lama???"


"Iya sayang, mungkin beberapa bulan aku akan pergi meninggalkanmu jadi sebelum pergi selama itu aku ingin bertemu tunanganku dulu"


"Hati-hati dijalan dan kembalilah lagi dengan selamat"


"Pasti sayang"


"Lexy duduk disini, makan dulu sebelum pergi"


"Aku tidak lapar tuna, aku akan segera pergi dari sini dan tidak akan mengganggu waktu mu bersamanya"


"Baguslah kalau kamu mengerti"


"Jangan bicara seperti itu sayang, sekarang Lexy sedang sakit dan aku yang bertanggungjawab merawatnya"


"Kenapa kamu yang harus merawatnya, dia pasti punya keluarga kan"


"Aku pergi sekarang"


"Lexy makan dulu sebelum pergi"


"Tidak, aku akan pergi sekarang"


"Sayang jangan memaksanya jika tidak mau"


"Lexy tunggu, jangan pergi"


"Sayang biarkan dia pergi dan jangan mencegahnya"


"Tapi dia tanggung jawabku jadi aku harus merawatnya sampai dia sembuh kembali"


"Iya aku tau, tapi kalau dia tidak mau jangan dipaksa sayang"


"Lexy tunggu jangan pergi dulu, makan dulu Lexy"


"Jangan memaksanya kalau dia tidak mau"


"Tapi sayang, kalau terjadi sesuatu dengannya bagaimana???"


"Dia akan baik-baik saja sayang, kamu tidak perlu mengkhawatirkan anak itu"


"Tidak bisa seperti itu sayang, aku harus menyusulnya. Aku pergi dulu sayang kamu bisa menunggu disini sebentar aku tidak akan lama"


"Baiklah, terserah kamu saja"


"Terimakasih sayang, kalau begitu aku pergi sekarang"


"Iya, tapi ingat jangan lama-lama aku masih ada urusan lain yang harus diselesaikan"


"Siap"


Dengan cepat Natuna berlari sekencang mungkin untuk mencari keberadaan Lexy dan pada akhirnya dia bertemu Lexy sedang duduk sendirian ditaman sekolah. Natuna menghampiri Lexy dengan perasaan bahagia karena berhasil menemukannya.


"Lexy"


"Mau apa lagi tuna, bukannya kamu sedang bertemu pacarmu dan kenapa kamu kesini menemuimu. Kalau pacarmu salah paham bagaimana???"


"Tidak ada yang akan salah paham Lexy, ibu sudah meminta izin padanya untuk bertemu denganmu. Jadi tidak akan terjadi apa-apa, kamu jangan khawatir"


"Si tuna ini benar-benar aneh, dia lebih memilih bersama denganku dibandingkan pacarnya bukannya kebanyakan orang lebih mementingkan pacarannya dibandingkan orang asing. Kenapa sekarang dia lebih memilihku dibandingkan pacarnya" batin Lexy


"Lexy, kenapa melamun. Ayo dimakan dulu, ibu sudah membelikan makanan kesukaanmu dikantin biasa jadi makanlah selagi hangat"


"Apa!!!!, dia tau semua makanan kesukaanku dan dimana aku sering membelinya. Apa si tuna ini selalu mengikutiku???. Tapi kami berdua hanya bertemu satu kali saja dikantin. Apa jangan-jangan toton dan Nando yang memberitahu semuanya. Awas saja sampai mereka berdua penyebabnya, setelah ini aku harus mencari tau"


"Lexy, dimakan jangan melamun terus nanti makanannya cepat dingin"


"Aku tidak lapar, bawa saja kembali makanan itu dan pergi dari sini saat ini saya tidak ingin diganggu siapa pun. Pergilah sebelum orang lain menjadi salah paham"


"Ibu tidak akan pergi sebelum kamu menghabiskan makanan ini. Apa mau ibu suapin Lexy"


"Sudah aku katakan aku tidak lapar kamu itu tuli tuna, sudah pergi sana "


"Beberapa suapin saja setelah itu ibu pergi, ayolah Lexy dari siang tadi kamu belum makan jadi makanan sedikit supaya kamu tidak sakit"


"Si tuna ini memang benar-benar menyebalkan, kalau aku tidak menuruti keinginannya pasti dia akan terus saja menggangguku. Sebaiknya kali ini aku turuti saja apa yang dia mau" batin Lexy


"Lexy ayo dimakan sekarang, setelah itu ibu janji akan pergi dari sini"


"Baik-baik, aku akan memakannya"


"Anak pintar, ayo sekarang dimakan"


"Kenapa dia harus tersenyum manis seperti itu, bisa-bisa nya dia membuatku mulai menyukainya. Lexy jangan sampai hal itu terjadi ini bukan rencana awalnya jadi buanglah pikiran itu dan fokus saja dengan apa yang sudah kamu rencanakan sebelumnya" batin Lexy


Hari ini Natuna sangat bahagia melihat Lexy lebih sedikit penurut dibandingkan sebelumnya. Lexy menghabiskan waktunya bersama ibu Natuna Clara guru yang akan disingkirkan olehnya.