
Ibu Natuna masuk kedalam kelas dan menyapa murid-muridnya pagi ini. Lexy tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya saat ini diketahui oleh ibu Natuna.
"Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian hari ini???"
"Pagiiii, buk"
"Baik seperti biasanya buk" jawab salah satu murid yang berada didalam kelas
"Kalau begitu, ibu absen dulu"
"Iya bu"
"Armita purnama sari"
"Hadir"
"Bara Adipati putra"
"Hadir"
"Cantikya ayu putri"
"Hadir bu"
"Denis Wiranata"
"Hadir"
Ibu Natuna mengabsen semua muridnya dan tibalah waktunya nama Lexy yang dipanggil. Tetapi Lexy tidak merespon sama sekali, hal itu membuat ibu Natuna harus mengulang beberapa kali untuk mengabsennya.
"Lexy Artama"
(Tidak ada respon)
"Lexy Artama"
(Tetap tidak ada respon)
Dan untuk ketiga kalinya ibu Natuna memanggil nama Lexy, tetapi tetap saja tidak ada respon sampai pada akhirnya toton dan Nando masuk kedalam kelas.
"Lexy Artama"
"Permisi buk, maaf kami berdua terlambat masuk" jawab toton
"Memangnya kalian berdua dari mana???"
"Kami berdua tadi habis dari perpustakaan buk untuk mengembalikan buku yang kami pinjam" jawab Nando dengan santainya
"Jadi begitu, kalian begitu kalian berdua boleh masuk"
"Terimakasih buk" jawab toton dengan sopan
"Apa ibu sudah mengabsen???"
"Sudah Nando"
"Apa absen kami berdua kosong buk???" Tanya Nando
"Tidak, ibu sedang mengisi absen kalian berdua jadi absen kalian tidak akan kosong"
"Syukurlah kami berdua lega mendengarnya buk, iya kan ton"
"Iya Nando"
"Sebaiknya kalian kembali duduk ditempat kalian masing-masing sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai dan ibu minta tolong kamu ton"
"Minta tolong apa buk"
"Dari tadi ibu memanggil Lexy, tetapi dia tidak merespon sama sekali ibu sedang mengabsen namanya beberapa kali tetapi tidak ada respon sama sekali. Apa temanmu itu sakit coba diperiksa ton???"
"Baik buk, akan toton periksa"
Toton menghampiri Lexy yang sedang melamun. Ntah apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
"Lexy, ibu Natuna memanggil namamu"
(Tidak merespon)
"Lexy, apa kamu tuli ibu Natuna dari tadi memanggil namamu"
(Tetap terdiam dan tidak merespon)
"Lexy!!!!!"
tetap terdiam dan tidak merespon juga, melihat hal itu ibu Natuna mulai menghampiri Lexy dan meminta toton untuk kembali duduk ditempatnya.
"Cukup ton, biarkan ibu saja yang melakukannya kamu boleh kembali ketempat dudukmu"
"Baik buk"
Ibu Natuna menghampiri Lexy, Lexy tampak tekejut saat ibu Natuna menyentuh pundaknya.
"Lexy, apa kamu sakit???" Tanya ibu Natuna
Secara spontan Lexy menjawab pertanyaan yang diberikan oleh ibu Natuna.
"Sudah aku katakan ini bukan untuk kalian berdua. Kenapa masih juga ingin memintanya"
"Lexy, apa yang kamu bicarakan???"
"Kalian berdua mengganggu saja, sudah sana pergi"
"Lexy kami berdua ada disini dan yang dihadapanmu sekarang ibu Natuna" jawab Nando
Mendengar hal itu dengan cepat lexy menyembunyikan cokelat yang berada ditangannya saat ini.
"Jangan mengagetkan ku seperti ini ibu tuna"
"Lexy, kenapa kamu berbicara seperti itu. Justru dari tadi ibu Natuna memanggil namamu tetapi kamu hanya diam saja tanpa menjawabnya" jawab salah satu murid
"Kamu itu jangan asal bicara ya, dari tadi aku tidak mendengar siapapun yang memanggil namaku"
"Kalau seperti itu sebaiknya kamu bersihkan telingamu itu Lexy, sepertinya tersumbat banyak kotoran. Hahahaha" jawab murid yang lain dengan santainya
"Jaga ucapan mu ya, jangan sampai apa yang kamu katakan saat ini membuat kamu menderita"
"Bisanya hanya mengancam saja kamu Lexy, kapan kamu bisa berubah apa kamu ini seperti ini terus" jawab Lolita
"Urus saja urusanmu sendiri perempuan manja, jangan mengurusi hidupku. Kalau kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan kamu tidak perlu melihat ataupun mendengarkannya, gampang kan. Jangan mempersulit hidupmu hanya untuk mengomentari hidupku"
"Dasar keras kepala" jawab Lolita
"Kalau kamu tau aku begitu kenapa kamu masih saja mengurusi hidupku"
"Sudah-sudah, jangan diperpanjang lagi. Sebaiknya kamu lebih fokus Lexy dan rubah sikapmu mulai sekarang"
"Kenapa saya yang disalahkan disini, saya tidak melakukan apa-apa. Mereka saja yang terlalu ikut campur dengan kehidupan saya"
"Nanti kita bicarakan setelah jam istirahat, kamu harus keruangan ibu Lexy"
"Kalau saya ingat"
"Dasar keras kepala" jawab Nolita lagi dengan santainya
"Tutup saja mulutmu itu perempuan manja"
"Si tuna ini bukannya membela ku, dia terus saja memojokkan ku. Hari ini aku benar-benar dipermalukan olehnya, lihat saja nanti tuna apa yang akan aku lakukan kepadamu untuk membalas perbuatanmu saat ini. Lihat saja nanti" batin Lexy
Lexy menatap ibu Natuna dengan penuh kebencian. Ntah apa yang akan dilakukannya kepada ibu Natuna. Ibu Natuna memulai pelajarannya pagi ini.
"Ton"
"Apa???"
"Kamu lihat tatapan Lexy"
"Memangnya dia kenapa???"
"Kamu lihat saja dulu, pasti kamu akan tau apa yang aku maksud"
"Baiklah"
Toton memperhatikan Lexy yang sedang menatap ibu Natuna yang sedang menjelaskan pelajaran didepan kelas.
"Bagaimana ton???, apa kamu sudah melihatnya???"
"Sudah"
"Bagaimana????, apa kamu sudah mengerti apa yang sedang ku maksud sekarang ton"
"Iya, aku mengerti sekarang apa yang kamu maksudkan itu. Tatapannya yang seperti itu pasti Lexy sedang merencanakan sesuatu hal yang buruk untuk mencelakai seseorang yang tidak disukainya"
"Dan kamu tau siapa orangnya kan ton"
"Iya, pasti ibu cantik kan Nando"
"Tepat sekali, jadi untuk saat ini kita harus terus mengawasi Lexy. Pasti dia sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakai ibu cantik kita"
"Iya Nando, kamu benar sekali. Kita harus selalu melindungi ibu Natuna. Beberapa waktu lalu kita gagal melindunginya jadi untuk saat ini kita tidak boleh gagal lagi"
"Tentu ton, demi ibu Natuna kita harus selalu siap untuk melindunginya walaupun dari Lexy sekalipun"
"Mulai sekarang kita harus lebih mengawasi Lexy"
"Kamu saja ton, aku mengawasi ibu Natuna"
"Enak saja, tidak bisa begitu dong"
"Bagaimana kalau kita buat undi saja untuk menentukannya???"
"Ok, siap takut"
"Siapa yang memiliki nilai tertinggi dia yang berhak memilih lebih dulu"
"Siap, ayo buat kertas undiannya sekarang juga"
"Ok"
Nando mengambil selembar kertas dan memotongnya menjadi beberapa bagian, setelah itu Nando menuliskan beberapa angka didalam kertas yang sudah dipotong dan setelah itu menggulung nya.
"Sini biarkan aku saja yang mengacak kertasnya kalau kamu melakukannya pasti curang kan Nando"
"Terserah kamu saja ton yang jelas siapa pun yang mengacaknya pasti aku juga yang akan jadi pemenangnya"
"Jangan terlalu kepedean dulu Nando, kita lihat saja nanti siapa diantara kita yang menjadi pemenangnya"
"Ok, siap takut"
Setelah selesai diacak keduanya mulai memilih.
"Ini pasti angka yang sangat bagus"
"Jangan terlalu seyakin itu ton, kalau tidak sesuai bagaimana"
"Kita lihat saja nanti, dalam hitungan ketiga kita buka bersama-sama ya Nando"
"Siap ton"
"Satu..dua...tiga, ayo dibuka sekarang Nando"
Ternyata apa yang sedang dilakukan oleh keduanya diketahui oleh Lolita.
"Ibu Natuna"
"Iya, Lolita ada apa???"
"Toton dan Nando tidak memperhatikan pelajaran buk, mereka berdua sibuk memotong beberapa kertas dan menuliskan sesuatu diatas kertas itu"
"Toton dan Nando apa benar yang dikatakan Lolita"
"Dasar mulut ember nie Lolita, mengganggu saja" jawab Nando dengan nada pelan
"Iya aku setuju Nando"
"Apa yang harus kitak katakan sekarang ton???"
"Itu soal gampang, yang terpenting hilangkan beberapa bukti dulu"
"Benar juga, tumben kamu pintar ton"
"Memang aku selalu begitu kan"
"Terserah kamu saja"
"Ok"
"Toton, Nando. Apa yang dikatakan Lolita itu benar???"
"Iya buk, memang kami berdua memotong beberapa kertas dan menulisnya"
"Kenapa kamu harus berkata sejujur itu ton???"
"Kamu tenang saja Nando, jangan takut seperti itu"
"Jangan sampai kamu melakukan kesalahan ton"
"Tenang saja ton"
"Terus apa yang kalian tulis dikertas itu???"
"Hanya menulis nama kami berdua buk"
"Itu saja"
"Iya buk"
"Kalau begitu sebaiknya dilanjutkan nanti saja dan kalian berdua harus lebih fokus memperhatikan pelajaran yang sedang ibu ajarkan"
"Baik buk" jawab toton dan Nando secara bersamaan
"Kenapa hanya seperti itu saja buk, ibu tidak ingin memeriksanya lebih dulu"
"Ibu percaya apa yang dikatakan toton dan Nando jadi ibu minta jangan diperpanjang lagi"
"Iya buk" jawab Lolita
Lexy terus saja melamun ditempat duduknya tanpa sedikitpun memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh ibu Natuna.Ntah apa yang sedang dipikirkan oleh Lexy saat ini hanya lexy yang tau.