This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 25 - Kejujuran



Toton dan Nando kembali kedalam kelas untuk bertemu Lexy yang sudah menunggu kedatangan keduannya.


"Ton"


"Apa??"


"Bagaimana cara menayakannya kepada Lexy???, kalau dia tersinggung dan marah bagaimana???"


"Kamu jangan khawatir kan soal itu aku bisa mengatasinya"


"Awas saja kalau kamu tidak bisa mengatasi masalah ini"


"Tenang, lihat saja nanti"


"Ok"


Keduannya menghampiri Lexy dengan membawa kotak berwarna merah muda dan menyimpannya di atas meja.


"Kalian berdua dari mana saja" pura-pura tidak tau


"Tadi bertemu ibu cantik"


"Oh si tuna ya ton"


"Lexy, nama nya itu Natuna Clara bukan si tuna. Kamu itu selalu saja seperti itu"


"Suka-suka aku dong ton, kok kamu yang protes sih. Si tuna saja tidak protes saat aku memanggilnya seperti itu"


"Oh"


"Sabar ton sabar, kamu kan tau Lexy itu orangnya seperti apa jadi jangan terlalu menentangnya begitu"


"Tapi Nando, apa yang Lexy katakan itu tidak baik. Ibu Natuna itu lebih tua usianya dibandingkan Lexy jadi seharusnya Lexy bersikap sopan saat menyapanya kan"


"Iya aku tau, tapi kan itu sudah menjadi kebiasaan buruk Lexy. Jadi tidak boleh seperti itu lagi"


"Tapi mau gimana lagi, kamu tau kan Lexy itu keras kepala jadi percuma ton"


"Tepat sekali, apa yang kamu katakan Nando jadi untuk kamu toton jangan terlalu perduli dengan orang yang tidak begitu kamu kenal dan sampai membelanya seperti itu. Buang-buang waktu saja ton"


"Kamu itu kapan berubahnya Lexy, awas saja kalau sampai kamu menyukai ibu Natuna kami"


"Tidak akan ton, dia sama sekali bukan tipe ku jadi tidak mungkin kalau aku menyukainya yang ada aku akan membuatnya keluar dari sekolah ini"


"Hal itu tidak akan kami biarkan"


"Setuju ton, kami berdua akan selalu melindungi ibu Natuna bagaimana pun caranya"


"Pasti kalian sudah dipengaruhi oleh kata-kata manis si tuna itu dan sekarang kalian menentang ku jadi kalian ingin menantangku jangan menyesal dengan keputusan kalian berdua, walaupun kalian berdua sudah lama menjadi sahabatku tidak menutup kemungkinan aku juga akan membuat kalian menderita dan menyerah untuk melindungi si tuna itu"


"Apa pun resikonya akan kami terima asalkan ibu Natuna tetap berada disekolah ini"


"Setuju ton"


"Ok, kita lihat saja nanti sampai kapan kalian berdua bertahan. Jangan salahkan aku bilang nanti kalian berdua yang akan menerima semua resikonya karena terlalu perduli dengan si tuna itu"


"Baiklah, kami berdua tidak akan menyerah dan takut dengan semua ancaman mu itu Lexy"


"Siap-siap saja nanti"


"Ok, siapa takut" jawab toton dengan penuh semangat


"Kita lihat saja siapa diantara kita yang kalah dalam pertempuran ini"


"Wah sudah seperti perang-perang yang ada digame pasti seri nie"


"Nando, kita itu lagi membahas hal yang serius tapi kamu membahas soal game"


"Tapi benar ton, apa yang kita lakukan sekarang itu seperti permulaan dalam permainan pertempuran digame yang sering aku mainkan"


"Kamu itu terlalu kecanduan bermain game, hati-hati Nando bisa-bisa kamu jadi stres karena terus-menerus bermain game tanpa henti"


"Tenang toton ku sayang itu tidak akan pernah terjadi karena aku itu lebih tergila-gila dengamu bukannya game"


"Sudah Nando hentikan itu, apa yang kamu katakan itu membuatku jijik dan geli"


"Aku setuju Lexy, Nando sekarang benar-benar berubah lihat saja sikap anehnya itu"


"Sudah-sudah jangan bahasa soal ini lagi"


"Ok Lexy" jawab Nando dengan santainya


"Apa kamu penasaran tentang kenapa kami berdua bertemu ibu Natuna???" Tanya toton


"Toton tau saja apa yang ingin aku tanyakan, apa aku pura-pura tidak tau saja kalau tadi mereka berdua bertemu si tuna itu" batin Lexy


"Lexy, kenapa diam???. Jujur saja pasti kamu penasaran tentang apa yang kamu bicarakan tadi kan"


"Tidak juga, jangan salah sangka begitu ton


"Jujur saja Lexy jangan malu-malu"


"Nando kamu itu ya"


"hahaha, memangnya aku kenapa Lexy???"


"Tidak jadi"


"Kamu yakin tidak ingin mengetahuinya Lexy???"


"Toton sayang jangan terlalu berbasa-basi seperti itu pasti Lexy ingin sekali mengetahuinya jadi katakan saja"


"Nando!!!!, sudah aku katakan jangan memanggilku dengan sebutan sayang. Kamu itu ya, rasakan ini"


"Aduh ton kenapa kamu memukulku, sudah hentikan itu ton, sakit tau"


"Itu semua aku lakukan karena kamu selalu mengabaikan apa yang aku katakan kepadamu"


"Nando, awas kamu ya rasakan ini"


"Kabur, toton ngamuk"


"Nando mau lari kemana kamu"


"Ayo kejar aku toton sayang, hahaha"


"Nando!!!, lihat saja pasti aku akan menangkapmu dan memukulmu sampai puas"


"Hahaha, coba saja kalau bisa"


"Dasar anak-anak, aku jadi penasaran apa isi kotak ini"


Lexy ingin mengetahui apa isi didalam kotak itu, disaat dia ingin menyentuh kotak itu toton sudah lebih dulu menyentuhnya dan membuat isi didalam kotak itu berjatuhan ke lantai.


"Nando jangan kabur kamu"


"Sini tangkap aku kalau bisa toton sayang, hahahaha"


"Bukannya ini cokelatnya yang pernah diberikan si tuna itu, apa si tuna menceritakan semuanya tentang cokelat yang pernah dia titipkan kepadaku"


"Ton, lihat itu Lexy membuka isi kotak kita"


"Lexy apa yang kamu lakukan, cokelatnya jadi berjatuhan semua"


"Kenapa kamu menyalahkanku ton, jelas-jelas yang tadi menjatuhkannya itu kamu"


"Apa aku yang tadi menjatuhkannya???"


"Dasar pelupa, cepat aku memasukkannya kedalam kotak"


"Iya Lexy, ayo Nando kamu juga bantu kami"


"Siap toton ku sayang"


"Nando!!!!"


"Maaf...maaf, maksudnya toton"


Ketiganya memasukan cokelat yang berserakan dilantai kedalam kotaknya semua.


"Lexy, apa aku boleh bertanya sesuatu???"


"Mau tanya apa Nando, cepat katakan saja"


"Tapi kamu harus janji tidak akan marah ya"


"Katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan jangan berbelit-belit seperti itu"


"Tapi kamu harus jujur saat menjawabnya"


"Iya, cepat katakan saja"


"Apa ibu Natuna pernah menitipkan sesuatu kepadamu???"


"Menitip kan apa maksud mu Nando???"


"Seperti yang kamu pegang sekarang ini"


"Maksudmu cokelat ini, apa si tuna itu mengatakan yang sebenarnya???"


"Tidak, aku hanya pensaran saja apa ibu Natuna pernah menitipkan sesuatu untukmu tapi kamu tidak memberikannya kepada kami berdua"


"Semoga saja Lexy mau mengatakan yang sebenarnya" batin toton


"Jadi sekarang Nando memintaku untuk mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang pernah aku lakukan dulu, ok lihat saja Nando aku pasti akan mengatakan yang sebenarnya kepada kalian berdua"


"Kenapa Lexy hanya diam saja, apa mungkin dia sedang mencari alasan dan tidak akan mengatakan yang sebenarnya" batin Nando


"Ok, aku akan berkata yang sejujurnya kepada kalian berdua"


"Akhirnya Lexy mau mengatakan yang sebenarnya, ternyata usaha kita tidak sia-sia Nando" bicara dengan suara pelan


"Iya ton, semoga saja Lexy mengatakan yang sejujurnya"


"Semoga saja Nando"


"Tapi sebelum aku mengatakan kebenarannya apa kalian berdua juga mengatakan kebenarannya"


"Maksud kamu apa Lexy???"


"Jangan pura-pura tidak tau Nando, pasti yang ingin kamu tanyakan tadi sudah diketahui lebih dulu"


"Iya memang kami sudah mengetahuinya dan kami minta kejujuran mu"


"Awas saja kamu si tuna, akan aku buat kamu menderita. Hahahah" batu lexy


"Nando"


"Apa ton???"


"Lihat ekspresi wajah Lexy pasti dia sedang memikirkan hal-hal jahat untuk menyakiti ibu Natuna"


"Kamu tenang saja ton, kita tidak boleh membiarkan itu terjadi"


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa kenapa ibu Natuna kita Nando"


"Iya ton, kamu tidak perlu cemas seperti itu pasti kita bisa melindungi ibu Natuna bagaimanapun caranya"


"Baiklah Nando, aku percaya Padamu


Toton dan Nando meminta Lexy untuk mengatakan yang sebenarnya...