
Didalam kelas Lexy tampak sangat senang dan bersemangat karena Natuna Clara tidak akan mengajar dikelasnya hari ini karena dirinya sudah terkunci didalam gudang sekolah yang begitu gelap.
"Pasti sekarang si tuna ketakutan didalam sana, rasakan itu tuna makannya jangan coba-coba menantang Lexy Artama"
"Lexy"
"Sejak kapan kalian berdua disini???"
"Kenapa kamu tampak terkejut seperti itu Lexy???, apa kamu sedang melakukan suatu kesalahan???"
"Apa maksudmu itu toton???"
"Jangan emosi dulu Lexy, aku hanya bertanya saja. Kenapa kamu ketakutan seperti itu, apa jangan-Jangan..."
"Hentikan omong kosong mu itu ton, bukannya tadi kalian mengatakan bahwa nggak mau berteman denganku lagi dan sekarang kenapa kalian harus tau apa yang telah aku lakukan. Itu semua bukan urusan kalian berdua lagi"
"Memang benar apa yang kamu katakan Lexy, tapi kami nggak berpikiran seperti itu. Walaupun kita tadi bertengkar bukan berarti persahabatan kita akan terputus begitu saja"
"Jadi kalian berdua mengakui kesalahan karena telah menuduhku"
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu Lexy, padahal kami berdua belum membahasnya. Apa mungkin kamu ada kaitannya dengan kejadian ini???"
"Kejadian apa yang kamu maksud itu ton???"
"Jangan pura-pura nggak tau Lexy, ini semua tentang ibu Natuna. Pasti kamu tau kan"
"Jadi kalian berdua menuduhku begitu"
"Bukannya menuduh Lexy, hanya menebak saja. Bukannya tadi kamu bertemu ibu Natuna"
"Berapa kali aku sudah katakan kepada kalian berdua kalau aku nggak tau kemana perginya si tuna itu setelah kami berdua bertemu"
"Sabar..sabar Lexy jangan terlalu emosi, kami berdua nggak menuduhmu cuma bertanya saja bukan begitu Nando"
"Pertanyaan kalian itu hanya ingin menjebak ku"
"Jika kamu merasa seperti itu, artinya kamu tau sesuatu kan Lexy"
"Menyebalkan sekali mereka berdua, bisa-bisanya saja menjebakku seperti ini. Lihat saja nanti apa yang akan aku lalukan untuk kalian berdua" batin Lexy
"Lexy, kenapa kamu hanya diam saja. Pasti kamu tau sesuatu kan"
"Toton, aku nggak tau apa maksud dari kalian berdua"
"Masa kamu nggak tau Lexy, aku yakin pasti kamu tau"
"Nando, sebenarnya apa yang ingin kalian berdua ingin tanyakan kepadaku???. Katakan saja jangan berbelit-belit seperti ini, buang-buang waktu saja"
"Apa kamu yakin ingin sekali mendengarkannya Lexy??"
"Tentu saja ton, cepat katakan saja apa yang sedang ingin kalian tanyakan"
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan Lexy, jangan menyesal setelah mengetahuinya"
"Cepat katakan saja ton"
"Ton, biarkan aku saja"
"Baiklah"
"Dengarkan baik-baik Lexy"
"Cepat katakan"
"Setelah kamu bertemu ibu Natuna, apa kamu tau kemana ibu Natuna pergi"
"Aku nggak tau"
"Apa kamu yakin nggak mengetahuinya???"
"Aku mengatakan yang sebenarnya Nando, apa kamu sudah nggak percaya lagi dengan apa yang aku katakan????"
"Bukannya aku nggak percaya Lexy, hanya saja ini keadaan yang sangat sangat serius"
"Masalah serius seperti apa???"
"Tadi kami berdua bertemu ibu Natuna digudanh sekolah yang kosong"
"Sial, ternyata si tuna itu lolos" batin Lexy
"Lexy, apa kamu mendengarkan ku???"
"Baiklah"
"Ini pasti masalah yang sama sangat gawat, apa tuna menceritakan kejadian yang sen anaknya" batin Lexy
Toton mulai curiga dengan sikap yang sedang ditunjukkan oleh Lexy saat ini.
"Nando, aku bisa bicara sebentar denganmu???"
"Tapi aku sedang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi toton, bisa tunggu sebentar. Aku akan selesai ini"
"Lexy, apa kamu bisa menunggu sebentar saja???"
"Tentu, jika Nando nggak keberatan"
"Toton, kamu itu hanya mengganggu saja"
"Ikut saja denganku dulu, ada hal penting yang harus aku katakan kepadamu Nando"
"Kenapa nggak bicara disini saja ton???"
"Mungkin toton nggak ingin aku mengetahuinya juga"
"Bukan seperti itu Lexy, hanya saja hal ini memang harus aku bicarakan kepada Nando"
"Apa hanya Nando yang boleh tau???, sepertinya kamu sudah nggak menganggap ku sebagai sahabatmu lagi ton. Apa ini semua karena si tuna itu???"
"Lexy, aku masih menganggap mu sebagai sahabat. Hanya saja apa yang telah kamu lakukan kepada ibu Natuna membuatku sedikit kecewa Lexy"
"Hanya karena masalah sekecil ini kamu menjauh dariku ton, bukannya dulu kalian setuju-setuju saja dengan apa yang selalu aku lakukan dan kenapa sekarang kalian lebih memilih orang asing dibandingkan orang yang sudah kamu kenal. Apa itu nggak keterlaluan????"
"Memang benar kami berdua selalu berpihak kepadamu dalam segala hal, tapi untuk kali ini kami berdua berubah pikiran Lexy"
"Kalian berubah pikiran karena si tuna itu kan, apa karena wajahnya kan ton. Jujur saja jangan munafik seperti itu"
"Aku nggak akan munafik Lexy, memang benar kalau kami berdua mengagumi kecantikan ibu Natuna itu sebabnya kami berdua harus selalu melindungi ibu Natuna"
"Melindungi atau hanya mencari perhatian saja???"
"Kenapa kamu selalu membenci ibu Natuna, padahal ibu Natuna selalu bersikap baik kepadamu Lexy"
"Kebaikannya itu hanya pura-pura saja ton, lebih baik berhati-hati saja. Bisa jadi ada maksud lain"
"Ibu Natuna hanya ingin kamu berubah Lexy, pikirkanlah dengan baik-bak. Apa selama ini ibu Natuna menyakitimu??"
"Apa pun yang dia lakukan kepadaku itu semuanya menyakitkan ton, tolong mengertilah. Jangan selalu membela orang asing tanpa tau apa yang sebenarnya yang dia inginkan"
"Berhentilah curiga lexy, apa yang kamu pikirkan tentang ibu Natuna nggak sepenuhnya benar. Cobalah kamu mengerti dengan semua yang telah dilakukan oleh ibu Natuna itu hanya untuk kebaikanmu juga Lexy"
"Aku bukan tipe orang yang harus dikasihani ton, aku punya kehidupanku sendiri dan aku minta sama kamu jangan terlalu ikut campur. Kita punya kehidupan masing-masih jalani saja sesuai alurnya"
"Kamu itu benar-benar keras kepala Lexy"
"Kalau kamu tau aku seperti itu, kenapa kamu masih bersikeras untuk membuatku menjadi penurut. Keputusan ku itu sudah nggak bisa diubah lagi, kalau kalian tetap melindungi si tuna itu terserah saja. Berarti kalian berdua sudah siap melawanku"
"Ton, sudahlah. Kamu itu tau bagaimana Lexy jadi percuma saja kamu menasihatinya"
"Kamu bisa dengar sendiri apa yang telah dikatakan oleh Nando, berhentilah menasihati ku ton. Nasehat bijak mu itu nggak akan mempan padaku jadi percuma saja, hahahaha"
"Pada akhirnya kamu juga akan menyadari dengan semua kesalahan yang kamu lakukan kepada ibu Natuna"
"Kamu juga ton, bukannya kamu juga pernah melakukan kesalahan jadi jangan sok suci dan mengajari ku tentang banyak hal"
"Aku sudah menyadari semuanya Lexy, itu sebabnya aku ingin berubah"
"Kamu berubah cuma karena si tuna itu dan setelah aku berhasil menyingkirkannya dari sekolah ini pasti kamu juga akan kembali nakal seperti itu, aku yakin itu"
"Ok, kita lihat saja apa kamu akan berhasil melakukannya atau pada akhirnya kamu menyerah"
"Lexy Artama nggak akan menyerah begitu saja, sebelum pengganggu itu pergi dari sekolah ini lexy nggak akan menyerah ton. Ingat itu"
"Sudah ton, jangan dilanjutkan lagi percuma saja. Kita nggak akan bisa mengalahkan kesombongan Lexy"
"Kesombongan yang akan membuatnya menjadi orang yang paling menyedihkan"
"Itu memurutmu ton tapi nggak dengan ku, jadi terima saja kekalahan mu itu toton Suroton. Hahahahaha"
Toton sedikit kesal dengan apa yang sudah dikatakan oleh Lexy mengenai dirinya. Toton dan Nando akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat sahabatnya itu berubah.