This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 34 - Kok takut kak



Menyadari hal tersebut toton berlari ketakutan menjauh dari anak aneh itu.


"Toton, tenngakan dirimu. Pasti yang tadi itu hanya halusinasimu saja"


"Itu bukan halusinasi kak, tapi itu nyata. Hihihihi"


"Pergi jangan ganggu aku"


"Aku nggak akan menganggu kakak kok, aku hanya ingin kakak ikut bersamaku"


"Hal itu nggak akan pernah terjadi, alam kita sudah berbeda lebih baik kamu pergilah ketempat asal mu"


"Hihihihi, tapi aku maunya kakak ikut bersamaku. Ayo kak ikut aku dan jangan takut"


"Dasar hantu nggak tau diri, aku sudah menolakmu tapi kamu tetap saja mengikutiku"


"Namanya juga hantu kak hihihihi, apa pun bisa aku lakukan"


"Menjauhlah dariku dimana pun kamu berada saat ini"


"Kalau aku nggak mau"


"Pergi...pergi..aku bilang pergi dari hadapanku sekarang!!!!!


Melihat tingkah aneh toton, ibu Natuna menghampirinya.


"Pergi..pergi..pergi dari hadapanku sekarang!!!!, dasar hantu menyebalkan"


"Ton... Toton kamu kenapa???"


"Pergi dari hadapanku dasar hantu nggak tau diri, menjauhlah"


"Toton, tenangkan dirimu ini ibu Natuna"


"Pandai sekali kamu menyamar sebagai ibu Natuna, aku nggak akan percaya sedikitpun pergilah"


"Tapi ton..."


"Kamu itu keras kepala sekali ya hantu, aku sudah menyuruhmu untuk pergi tapi kamu tetap saja menggangguku. Kalau seperti ini aku akan melakukan sesuatu"


"Toton, ini ibu Natuna"


"Aku nggak akan percaya dengan tipu daya mu itu hantu, rasakan ini"


Karena panik dan ketakutan tidak sengaja toton mendorong ibu Natuna dan hal itu membuat ibu Natuna terjatuh.


"Rasakan ini hantu menyebalkan"


"Aaaaaa"


"Berubah lah ke wujud mu sekarang"


"Tonton, ini ibu Natuna. Sebenarnya apa yang sedang terjadi"


"Hentikan sandiwara mu itu hantu, jangan mengaku-ngaku sebagai ibu Natuna"


"Tapi ton, ini ibu Natuna"


"Pasti kamu berbohong hantu, cepat kembalilah ke wujud mu semula"


"Toton, tenangkan dirimu. Ini ibu Natuna bukannya hantu ton"


"Jangan menipuku seperti itu hantu, cepat berubah lah sebelum aku membuatmu lebi terluka lagi"


"Hihihihi"


"Siapa itu???"


"Kakak salah orang, aku disini kak"


"Dasar hantu menyebalkan, keluar kamu sekarang juga aku nggak akan takut denganmu. Cepat keluar sekarang"


"Hihihihi, aku nggak mau kak. Nikmati saja apa yang akan terjadi nantinya kak toton"


"Toton!!!!, apa yang kamu lakukan kepada ibu Natuna"


"Itu.."


"Ibu Natuna nggak apa-apa???"


"Saya baik-baik saja Pak Willy, hanya terpeleset saja"


"Apa ibu Natuna yakin??, sepertinya perban luka dikaki ibu Natuna terbuka sebaiknya saya bawa ke uks saja untuk merapikannya lagi"


"Nggak usah Pak Willy, nanti saya rapikan sendiri saja. Pak Willy boleh kembali ke kelas"


"Tapi buk Natuna, saya hanya ingin menolong ibu"


"Iya saya tau niat Pak Willy itu baik, tapi saya saat ini baik-baik saja"


"Toton, apa yang sebenarnya terjadi??, cepat katakan sekarang"


"Itu..."


"Cepat katakan, kenapa kamu bingung seperti itu. Apa terjadi sesuatu???"


"Nggak terjadi apa-apa Pak Willy, tadi saya terpeleset dan Toton ingin menolong saya itu saja"


"Apa itu benar toton???, ayo jawab kenapa kamu hanya diam saja. Pasti kamu melakukan kesalahan"


"Baiklah, jika ibu Natuna berkata seperti itu saya akan mempercayainya buk"


"Terimakasih Pak, kalau begitu pak Willy bisa kembali kekelas lagi"


"Tapi bagaimana dengan ibu Natuna???"


"Saya akan minta bantuan toton untuk mengatarkan saya kembali ke ruang guru"


"Ton"


"Iya Pak Willy"


"Tolong antarkan ibu Natuna keruangannya"


"Baik Pak, akan toton lakukan"


"Bagus, tapi ingat satu hal ton"


"Apa itu Pak Willy???"


"Tolong bawa ibu Natuna sampai dengan selamat dan nggak boleh ada satu pun hal yang membuatnya terluka. Kamu mengerti kan toton"


"Pak Willy terlalu berlebihan, saya akan baik-baik saja jika toton yang mengantarkan saya"


"Jadi ibu Natuna beranggapan bahwa saya nggak bisa melakukannya"


"Bukan seperti itu Pak Willy, jangan salah paham dulu. Ini nggak seperti yang Pak Willy pikirkan"


"Iya Pak, jangan marah dulu"


"Toton, saya nggak marah sama sekali hanya saja saya merasa nggak pantas saja dalam melakukan segala hal. Bukan begitu ibu Natuna Clara"


"Aduh, salah bicara. Bukan seperti itu Pak Willy, Pak Willy hebat dalam segala hal hanya saja saat ini saya nggak mau merepotkan Pak Willy"


"Tapi saya nggak direpotkan sama sekali ibu Natuna"


"Pak Willy jangan memaksa itu Natuna kalau dia nggak mau Pak"


"Toton, bapak nggak memaksa ibu Natuna. Tolong jangan asal bicara seperti itu bapak nggak suka ya"


"Maaf Pak, jika saya salah"


"Pak Willy mohon pengertiannya, saya nggak bermaksud membuat Pak Willy tersinggung dengan apa yang tadi saya katakan. Maaf kan saya Pak Willy"


"Ibu Natuna nggak perlu minta maaf saya yang salah disini terlalu memaksa ibu Natuna"


"Pak Willy nggak seperti itu, Pak Willy adalah orang baik jadi nggak mungkin Pak Willy sejahat itu"


"Mungkin itu menurut ibu Natuna tapi kita nggak tau dengan pendapat orang lain kan. Sudahlah ibu Natuna saya nggak mau memperpanjang masalah seperti ini, saya nggak mau kedekatan kita saat ini menjadi retak karena hal sepele seperti saat ini"


"Nggak akan ada yang retak Pak, terimakasih sudah membantu saya selama berada disekolah ini. Saya merasa terbantu sekali berkat Pak Willy, sekali lagi terimakasih atas bantuannya Pak"


"Terlihat jelas bahwa Pak Willy menyukai ibu Natuna, ini nggak bisa dibiarkan ibu Natuna harus menjauh dari Pak Willy. Pak Willy sudah memiliki ibu Cantika jadi hal seperti ini nggak boleh terjadi, aku harus memisahkan mereka berdua sebelum masalah baru terjadi lagi. Aku harus melakukannya, dasar playboy" batin toton


"Toton kita pergi sekarang"


"Iya ibu Natuna"


"Kami permisi dulu Pak Willy"


"Baik ibu Natuna, saya akan pergi kekelas untuk mengajar. Sampai bertemu lagi ibu Natuna"


"Iya Pak Willy"


"Ini orang terlalu banyak basa-basi, awas saja nanti akan aku ceritakan semuanya kepada ibu Cantika, biar tau rasa dia. Jangan harap bisa mendapatkan ibu Natuna dengan mudah Pak Willy. Karena ibu Natuna sudah punya tunangan" batin toton


"Toton, ayo kita pergi"


"Baik buk"


"Kami pergi dulu Pak Willy"


"Iya buk"


Pak Willy tampak kesal karena tidak bisa mengantar pujaan hatinya itu. Untuk saat ini ibu Natuna cukup populer dikalangan guru maupun murid-murid disekolah tempatnya mengajar.


"Sial, ini semua gara-gara si toton. Kalau nggak ada dia pasti aku bisa pergi bersama ibu Natuna. Bagaimanapun caranya aku harus bisa mendapatkan hati ibu Natuna. Aku harus bisa"


"Bisa apa Pak Willy???"


"Ibu cantika sejak kapan ibu berada disini"


"Baru saja, memangnya kenapa???. Apa Pak Willy habis melihat hantu disekitar sini"


"Nggak sayang ku"


"Bersikaplah seperti guru, kita sekarang berada disekolah. Kalau sampai kepala sekolah tau kita berdua akan dipindah tugaskan ke sekolah lain. Apa kamu mau??"


"Tentu saja aku mau"


"Jadi kamu mau aku pergi dari sekolah ini biar nanti kamu bisa menggoda guru-guru baru disini. Ayo jujur saja"


"Pelankan suaramu itu, ini nggak seperti yang kamu bayangkan. Dengarkan penjelasan ku dulu cintaku"


"Nggak perlu basa-basi, sebaiknya kamu jujur saja"


Pak Willy mulai mencari cara supaya ibu cantika tidak memarahinya karena hal kecil seperti ini.