
Setelah pergi menjauh dari kedua sahabatnya Lexy berhenti sejenak untuk beberapa saat memikirkan apa yang sedang terjadi kepada dirinya saat ini.
"Lexy, apa yang kamu lakukan. Cokelat yang kamu pegang sekarang ini bukan milikmu. Ini milik sahabatmu, kenapa kamu mengambilnya bukankah tadi kamu menolak cokelat ini tapi sekarang kenapa kamu mengambilnya. Lexy kenapa sikap mu aneh seperti ini!!!!"
"Kenapa kamu masih berada disini Lexy, sebentar lagi bel akan berdering apa kamu ingin terus berada disini dan tidak ingin masuk untuk mengikuti pelajaran"
"Baik Pak, saya akan kembali ke kelas"
Lexy berjalan dengan santainya menuju kearah kelas kepala sekolah yang menegurnya tampak heran melihat perubahan Lexy saat ini.
"Anak itu sekarang menjadi sedikit penurut, apa ini semua karena guru baru itu. Semoga saja Lexy bisa seperti ini terus"
"Pak, ada yang mencari bapak"
"Siapa ibu Denia???"
"Sepertinya itu orang tua Lexy, bapak diminta untuk segera kembali keruangan"
"Baiklah ini Denia, saya akan segera kesana ibu kembali saja dulu ada yang ingin saya urus dulu sebentar. Minta mereka untuk menunggu"
"Siap Pak, akan saya sampaikan. Kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya ibu Denia"
"Permisi Pak"
Ibu Denia pergi meninggalkan kepala sekolah dan kembali keruangan nya.
"Sebaiknya saya menghubungi ibu Natuna untuk membicarakan hal ini"
Kepala sekolah mulai menghubungi ibu Natuna.
"Selamat pagi ibu Natuna"
"Selamat pagi Pak, ada yang bisa saya bantu"
"Ini tentang Lexy bu"
"Iya Pak, apa Lexy berbuat ulah lagi"
"Tidak bu, saya ingin membahas tentang Lexy"
"Baiklah Pak, saya akan segera keruangan bapak"
"Setelah mengajar saja ibu Natuna keruangan saya"
"Baik Pak, saya akan kesana setelah selesai mengajar"
"Terimakasih ibu Natuna, kalau begitu saya tutup teleponnya dulu"
"Baik Pak"
Setelah teleponnya terputus Natuna pergi menuju ke kelas yang akan diajarkannya pagi ini.
"Kenapa tiba-tiba kepala sekolah menghubungiku, apa terjadi sesuatu lagi??. Sebaiknya aku segera mencari tau apa yang sedang terjadi"
"Memangnya apa yang sedang terjadi sayang???"
"Petra sejak kapan kamu ada disini"
"Apa aku tidak boleh bertemu tunangan ku disini. Aku sangat merindukan mu Natuna, akhir-akhir ini kamu selalu sibuk dan tidak ada waktu untuku jadi aku kesini untuk menemuimu"
"Maafkan aku Petra, akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk sekali. Bukannya aku mengabaikanmu sayang jadi mengertilah untuk saat ini"
"Iya sayang, aku mengerti kalau kamu sangat sibuk akhir-akhir ini. Karena anak nakal itu kan"
"Namanya Lexy, bukan anak nakal Petra"
"Iya..iya, sayangku"
"Tapi kenapa tiba-tiba kamu kesini, bukannya akhir-akhir ini kamu sibuk juga sayang"
"Ada urusan yang aku lakukan disekitar sini, setelah urusannya selesai sekalian saja aku ketempatmu mengajar untuk bertemu dengan mu disini. Ada yang ingin aku bicarakan"
"Apa itu???"
"Malam ini aku ingin mengajakmu makan malam, sudah lama kita berdua tidak pergi bersama kan. Apakah kamu punya waktu malam ini sayang????"
"Baiklah, akan aku usahakan sebisa mungkin untuk pergi"
"Kalau kamu tidak bisa aku batalkan saja"
"Jangan, aku akan pergi"
"Baiklah, nanti aku kirim alamatnya"
"Iya"
"Apa kamu akan pergi mengajar sayang???"
"Iya"
"Baiklah, aku pergi dulu. Sampai bertemu nanti malam, aku tunggu kamu"
"Iya sayang, hati-hati dijalan"
"Tentu, sampai bertemu nanti malam"
"Iya"
Sebelum pergi Peter memeluk Natuna dan mencium keningnya dan setelah itu Petra pergi. Tanpa sepengetahuan keduannya toton dan Nando tidak sengaja melihat keduanya melakukan hal itu. Mulai lah keduanya bergosip tentang hal ini.
"Kamu tenang saja sayang, disini tidak ada siapa-siapa jadi kamu tidak perlu khwatir ada orang yang melihat kita"
"Semoga saja"
"Kenapa kamu ketakutan seperti itu, apa yang aku lakukan saat ini membuatmu tidak nyaman Natuna"
"Bukan begitu, ini sekolah tidak baik melakukan hal seperti ini disekolah sayang. Kalau nanti ada yang melihat bagaimana"
"Tidak ada siapapun disekitar sini sayang, jangan terlalu dipikirkan"
"Tapi..."
"Aku harus perhi sekarang, sampai bertemu nanti malam"
"Baiklah"
Petra akhirnya pergi meninggalkan Natuna. Setelah kepergian Petra, Natuna pergi menuju kelas yang akan diajarkannya. Toton dan Nando mulai bergosip setelah ibu Natuna tidak terlihat lagi.
"Ton, apa itu tadi???"
"Sepertinya itu pacarnya ibu Natuna"
"Aku juga berpikiran begitu, wajahnya lumayan lah tapi ada yang aneh saat dia menatap ibu cantik kita itu"
"Aneh bagaimana maksudmu Nando"
"Tidak ada ketulusan sama sekali dimata nya itu ton"
"Kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu Nando"
"Apa kamu tidak melihat ekspresi wajahnya yang tidak begitu suka saat melihat ibu cantik kita ingin menolak untuk pergi"
"Tapi bukannya itu Natuna ingin pergi"
"Kamu itu ya ton, coba dengarkan apa yang tadi dikatakan oleh ibu Natuna"
"Memangnya apa yang ibu Natuna katakan???"
"Ya ampun kamu ton, masa kamu tidak mendengarkan nya sama sekali"
"Hehehe"
"Dasar si toton, dengarkan aku baik-baik. Saat pacarnya ibu Natuna mengatakan bahwa malam nanti mereka akan pergi bersama ibu Natuna mengatakan setuju, tapi ada beberapa kata yang diartikan bahwa ibu Natuna tidak sepenuhnya ingin pergi"
"Memangnya apa dikatakan ibu cantik kita setelah itu"
"Akan aku usahakan sebisa mungkin, dari perkataan itu sudah jelas bahwa ibu Natuna tidak ingin pergi"
"Benar juga, apa yang harus kita lakukan Nando"
"Mencari tau apa pacarnya ibu Natuna cocok untuknya atau ada hal yang telah disembunyikan oleh laki-laki itu"
"Ok, aku setuju. Lebih baik ibu Natuna menjadi pacarku saja"
"Enak saja kamu ton yang cocok menjadi pacarnya ibu Natuna tentu aku dong. Aku yang selalu mengerti ibu Natuna jadi yang pantas menjadi pasangannya tentu saja aku"
"Ibu Natuna baru beberapa hari mengajar disekolah ini, bagaiman bisa kamu mengerti semua hal tentang ibu cantik itu, jangan mengada-ngada deh"
"Mengerti seseorang itu tidak perlu banyak waktu ton, cukup dengan hati semuanya pasti beres"
"Hati siapa???"
"Ton siapa itu???"
"Aku juga tidak tau Nando, sebaiknya kamu lihat saja"
"Enak saja, kamu saja yang lihat"
"Apa kalian berdua ingin bolos????" Menjewer kuping keduannya
"Sakit..sakit, yang sopan dong" jawab Nando dengan seenaknya
"Iya nie, tidak sopan sama sekali" jawab toton
"Tidak sopan kalian bilang, ini sudah waktunya untuk kalian masuk kedalam kelas. Kenapa kalian masih disini cepat kembali kekelas kalian atau mau saya hukum untuk keliling lapangan 20 kali"
"Sudah jelas ini pasti Pak kalid"
"Iya ton, perkiraanku juga sama"
"Apa kalian berdua masih mau berada disini???"
"Tidak Pak, kamu berdua akan kembali kekelas" jawab Nando
"Iya sudah cepat pergi, kalau kalian masih berada disini akan saya hukum lebih berat lagi. Apa itu yang kalian berdua mau"
"Tidak Pak, kami akan segera pergi"
"Ayo ton, kita pergi dari disini sebelum Pak Kalid menghukum kita dengan hukuman yang sangat berat"
"Iya Nando, aku setuju"
"Kenapa masih disini, cepat kembali ke kelas kalian. Kalau dalam hitungan ketiga kalian masih disini akan saya hukum"
"Baik Pak, kami akan segera pergi"
"Ayo ton"
Dengan secepat kilat kedua pergi menjauh dari Pak kalid. Didalam kelas Lexy terus saja menatap cokelat yang dipegangnya tanpa mengetahui ibu Natuna yang sudah masuk kedalam kelasnya. Sepertinya cinta mulai tumbuh dihati Lexy, cinta yang tidak bisa ditebak kapan datangnya.