
Lexy duduk termenung di depan teras rumahnya. ponsel miliknya berulang kali berdering tetapi lexy tidak menghiraukan panggilan tersebut.
"Bagaimana clarine, apa lexy bisa di hubungi???. tanya wintara
"Tidak seperti biasanya lexy mengabaikan panggilan telepon dariku. apa mungkin lexy sudah mulai melupakan ku.
"Atau jangan - jangan lexy sudah mulai bosan bersama mu." jawab letty dengan santai nya.
"Letty , jangan asal bicara seperti itu. kalau apa yang kamu katakan itu tidak benar bagaimana???.
"Wintara putri sekar, apa yang aku katakan itu sesuai dengan fakta yang ada. jadi aku tidak asal bicara."
"Kalau memang seperti itu, apa kamu punya buktinya letty."
"Tentu saja aku punya bukti, kalau tidak ada bukti mana mungkin aku bisa bicara seperti itu."
Clarine terus menghubungi lexy tetapi tidak ada satu panggilan pun yang masuk. hal itu membuat clarine menjadi kesal dengan apa yang telah lexy lakukan padanya.
"Sudah aku katakan bahwa lexy sudah melupakan mu clarine, apa mungkin lexy menyukai seseorang dan mengabaikan mu tanpa kabar seperti ini."
"Ini tidak bisa di biarkan, pokoknya aku harus mencari tau siapa yang membuat lexy melupakan ku." tegas clarine
"Apa mungkin lexy menyukai guru baru disekolahnya??"
"Dari mana kamu bisa yakin wintara kalau lexy menyukai guru itu." tanya letty
"Bisa saja kan, lexy itu tidak akan memilih sembarangan orang untuk dia dekati. buktinya saja dia mendekati mu karena kamu paling cantik di sekolah ini dan juga bisa di bilang paling kaya juga kan."
"Kalau itu tidak bisa di ragukan lagi, jelas aku lah orang nya. tapi awas saja selera lexy berubah drastis. pokoknya aku tidak terima." kesal clarine
"Lebih baik cari tau saja dulu gosip itu, banyak yang mengatakan bahwa lexy menyukainya. apa kamu tidak penasaran dengan wajah guru baru itu ." jawab letty
"Tentu saja aku sangat penasaran, maka dari itu aku minta kalian berdua mencari tau siapa orangnya. soal uang gampang, bakalan aku transfer sesuai permintaan kalian berdua."
"Clarine, tidak perlu seperti itu. kamu sudah banyak membantu kami berdua. soal mencari informasi serahkan itu semua pada kami, secepatnya kami dapatkan foto dan bukti - bukti lainnya."
"Letty, kenapa kamu menolak uang itu???. lumayan kan untuk membeli tas dan hal lainnya." bisik wintara
"Hei, wintara. kalau kita terus menerima uang tsetiap membantu clarine apa tidak terlalu berlebihan. kalau kita bisa membantu clarine dengan percuma hasilnya akan tetap sama kan."
"Maksudnya bagaimana???, aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan itu."
"Dasar bodoh, tanpa kita minta imbalan pun clarine selalu memberikan kita fasilitas yang mewah dan barang - barang mewah tanpa kita minta. jadi jangan serakah, bukannya uang yang waktu itu masih ada."
"Uang apa lagi yang kamu maksud letty."
"Yang di transfer clarine untuk kita berdua jajan, apa uang mu sudah habis semua???."
"Hehehe, uang itu sudah habis aku belikan tas dan alat make up. maka dari itu kita harus menerima uang dari clarine."
"Aku tidak bisa, uang ku masih tersisa beberapa juta lagi. dan semua uang bukan milik clarine tapi hasil tabungan ku. uang dari clarine aku pisah ke rekening satunya, jadi uang tabungan ku aman. selagi clarine terus mengirimkan uang jajan pada kita berdua. jadi harus di manfaatkan dengan sebaik - baiknya."
"Sejak kapan kamu suka menabung letty, bukannya kamu sama borosnya denganku."
"Ya itukan dulu, setelah perusahaan papa ku hampir bangkrut aku berusaha berhemat."
"Kalau aku seperti itu, bagaimana denganmu wintara. bukannya kamu juga masih menerima uang dari clarine. jadi tetap saja aku dan kamu sama. sama - sama mencari keuntungan."
"Hahaha, benar juga ya. kalau seperti itu aku juga harus berhemat uang jajan dari mamaku. kalau sewaktu - waktu mereka bangkrut. aku masih punya simpanan uang untuk bertahan hidup bersama mama ku. pemikiran cerdas letty. aku tidak menyangka kalau kamu bisa sehebat ini dalam masalah mengelola uang."
"Berhentilah mengatakan hal yang tidak penting disini, aku akan selalu membantu kalian berdua. Jadi kalian berdua tidak perlu takut kehabisan uang. Karena uang ku akan mencukupi kehidupan kalian berdua sampai tujuh atau lebih dari keturunan kalian berdua."
"Wah, sahabat kita ini benar - benar berbeda dari pada yang lain."
"Iya, aku setuju sekali letty. Tidak ada sahabat yang akan mementingkan bagaimana kehidupan sahabatnya di masa depan."
"Sudahlah, jangan terlalu di besar - besarkan seperti itu. Di saat aku di masa terpuruk kalian berdua juga selalu membantu ku. Jadi tidak ada salahnya membahagiakan kalian berdua."
"aaaaaaa, kami sayang clarine." jawab letty dan wintara secara bersama.
"Sudah - sudah jangan terlalu berlebihan. Yang terpenting sekarang tolong bantu aku mencari tau kenapa lexy tiba - tiba mengabaikan ku seperti ini."
"Siap, pokoknya beres lah. Iya kan wintara."
"Iya, secepat mungkin kami berdua akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Kamu tenang saja. Kami akan semaksimal mungkin mencari tau penyebabnya."
"Tolong ya, aku sangat tidak suka seseorang yang sudah membuat hatiku goyah menghilang dan menghindariku pada ada alasan apa pun. Aku sangat membencinya, apa pun pasti aku lakukan untuk membalas semua itu kalau perlu ku habisi nyawa orang - orang yang sudah mengusik hati lexy."
"Letty, kalau seperti itu. Clarine terlihat sangat menakutkan." bisik wintara.
"Tapi menurut ku itu wajar, apa yang di inginkan oleh seorang putri selalu dia dapatkan."
"Dengan menghabisi nyawa seseorang itu sangat menyeramkan untuk seorang putri seperti clarine."
"Wintara, clarine itu putri polos di balik wajah iblis. Jadi wajar kalau ada yang mengusik atau mengambil apa yang telah menjadi miliknya akan di singkirkan. intinya sebisa mungkin kita meyakinkan nya untuk tidak melakukan hal di lewat batas seperti biasanya. Paling tidak ada sedikit bekas luka yang membekas. Atau rasa sakit yang di rasakan sepanjang hidup nya."
"Bukannya seperti itu lebih menyakitkan di bandingkan menghabisi nyawanya."
"Yang terpenting ada yang masih bisa hidup walaupun masa lalu yang buruk terus menghantui nya kan."
"Bukannya itu sama saja dan bisa di bilang itu sama saja menghabisi nya secara perlahan. Itu hal yang lebih menakutkan letty. Kamu itu bagaimana sih, pemikiran aneh seperti apa yang kamu sarankan itu. Sama sekali tidak membantu tapi membuat semuanya bertambah buruk saja."
"Mau bagaimana lagi, itu yang sekarang aku pikirkan selain menghabisi nyawa orang kan. Pokoknya kita cari cara menyakiti yang normal - normal saja. Gampang kan."
"Gampang dari mananya, menyakiti secara perlahan itu sama saja hal yang paling jahat lettty."
"Jadi harus bagaimana lagi untuk mengatasi ini semua wintara, apa kamu mau melihat tuan putri kita menyingkirkan nya lebih kejam lagi. pasti tidak ingin kan."
"Tapi pasti ada cara lain yang tidak terlalu menyakitkan. pasti ada, aku yakin pasti ada."
"Kamu itu kalau mau jadi orang jahat jangan setengah - setengah dong. wajah saja yang cuek dan angkuh tapi sifatnya seperti bidadari. Aduhhhh berhentilah bersembunyi di hati baikmu itu. Bukannya dulu kamu mengalami hal buruk di dalam hidupmu. Dan mimpi buruk mu itu di hilangkan oleh clarine. Apa kamu sudah lupa dengan semua yang telah di lakukan untukmu dan juga untukku. sebelum kita bertemu dengan clarine kita berdua bukan lah apa - apa. Walaupun kita termasuk orang - orang yang cukup terpandang di sekolah elit ini."
"Iya aku tau, hanya saja aku tidak ingin penderitaan ku dulu di rasakan oleh orang lain. Cukup aku saja yang seperti itu."
"Mau bagaimana lagi, mungkin sudah takdir nya kita akan seperti ini wintara. Jadi terima saja dan lupakan rasa kasihan yang membekas di hatimu itu."
Letty meyakinkan wintara untuk melakukan apa pun yang bisa membahagiakan clarine walau pun harus menyakiti orang lain. Asalkan clarine selalu bahagia semuanya akan baik - baik saja.