This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 35 - Salah sasaran



Nando menghampiri orang tersebut dan betapa terkejutnya saat mengetahui bahwa orang tersebut adalah Lexy Artama. Sahabatnya sendiri, Nando berlari menghampiri Lexy yang sudah tidak sadar diri.


"Lexy!!!, ya ampun kenapa kamu bisa seperti ini. Lexy sadar..Lexy, sebaiknya aku bawa saja dia ke uks tapi bagaimana caranya???. Apa aku kuat membawanya sampai kesana. Coba saja Nando pasti kamu bisa melakukannya, ayo Nando semangat"


Dengan sekuat tenaga Nando membawa Lexy sampai ke uks.


"Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, Lexy ternyata berat juga sebaiknya aku istirahat disini saja dulu mengumpulkan tenaga. Andaikan saja ada toton disini pasti semuanya akan lebih mudah"


Pucuk dicinta ulam pun tiba, tidak berapa lama setelah itu toton berjalan kearahnya berada saat ini. Nando menyapa toton tapi sepertinya toton tidak mengdengarkannya dan pergi begitu saja.


"Toton, tolong aku"


Toton terus berjalan tanpa menghiraukan Nando yang terus saja memanggilnya.


"Toton, tolong aku Lexy sedang tidak sadarkan diri sekarang. Toton cepatlah kemari aku perlu bantuan mu, toton apa kau mendengarkan ku"


"Sepertinya ada yang memanggil namaku tapi dimana ya???"


"Tidak ada siapapun yang memanggilmu kak toton, pergilah sebelum aku menghisap darah mu. Hihihihih"


"Siapa itu???, berhentilah menganggu ku dasar hantu menyebalkan"


"Hihihihi"


"Kabur!!!!"


"Toton kamu mau pergi kemana???, toton..toton..toton. Ya ampun kenapa anak itu apa terjadi sesuatu denganya"


"Tidak tejadi apa-apa kak, mau aku bantu???. Hihihihi"


"Siapa itu??, jangan bercanda ya"


"Aku tidak bercanda kak, aku dibelakangmu sekarang. Hihihihi"


Nando membalikan badannya untuk mengetahui siapa orang yang sedang berbicara dengannya saat ini.


"Apa kamu benar-benar ingin membantuku???, kok tidak ada siapa pun disini. Apa jangan-jangan yang tadi itu..."


"Hihihihi, aku disini kak"


"Kenapa kamu disana???, kalau jatuh bagiamana???. Cepat turun ada-ada saja"


"Kakak tidak takut denganku???, aku ini.."


"Sudahlah jangan terlalu banyak bicara cepat turun dari situ kalau jatuh kamu bisa patah tuluang. Anak sekarang tingkahnya aneh-aneh saja"


"Kak tapi aku ini..."


"Jangan telalu banyak bicara dan cepatlah turun atau mau aku bantu. Ayo cepat kenapa masih disitu"


"Apa-apaan ini hantu dipermalukan oleh orang seperti dia???. Ini nggak bisa dibiarkan aku harus melakukan sesuatu untuk menakutinya kalau seperti ini reputasi sebagai hantu tidak dihargai lagi. Kenapa disaat seperti ini aku harus bertemu orang aneh seperti dia bisa-bisa aku tidak bisa naik pangkat sebagai hantu yang profesional kalau seperti ini"


"Hei, kenapa diam saja disana. Apa kamu tidak ingin turun sekarang??"


"Iya kak, aku akan turun sekarang"


"Apa kamu yakin bisa???, bagiamana caranya???. Aku tidak melihat ada tangga disekitar mu"


"Aku bisa turun dengan terbang kak"


"Tebang????, wah kamu punya ilmu sihir ya"


"Sihir????, kakak ada-ada saja aku ingin kam hantu"


"Apa tadi???"


"Aku hantu kak, Kakak tetap tidak takut denganku???


"Hahahaha, kamu pasti bercanda ya, siang-siang seperti ini mana ada hantu yang berkeliaran. Kalau bercanda itu telalu berlebihan"


"Tapi kak, aku ini benar-benar hantu.


Kalau Kakak tidak pecaya akan aku buktikan"


"Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan basa-basi mu itu, aku sedang sibuk sekarang. Pergi duluan ya sepertinya kamu tidak cocok melakukan tipuan seperti itu"


"Ini bukan tipuan kak, tapi kenyataannya jadi tolong pecaya kalau aku ini benar-benar hantu"


"Baiklah, aku percaya kalau kamu itu hantu. Kalau begitu aku pergi dulu"


"Kak, aku serius"


"Ok..ok.."


"Sial, kenal harus salah sasaran seperti ini. Lain kali aku harus membuatnya takut"


"Lexy sebentar lagi kita sampai, cepatlah sadar supaya aku lebih mudah membawamu"


"Nando, siapa yang kamu bawa???"


"Dokter Derin untunglah Nando bisa bertemu dokter disini"


"Sebenarnya apa yang terjadi Nando, kenapa Lexy bisa seperti ini???"


"Nando juga tidak mengetahui bagaimana kejadiannya dokter Derin, Nando menemukan Lexy sudah tidak sadar kan diri. Sebaiknya dokter Derin tanya langsung saja lexy jika nanti dia sadarkan diri"


"Baiklah, kalau begitu dokte Derin akan membantu mu membawa Lexy ke uks"


"Terimakasih dokter Derin, untunglah Nando bisa bertemu dokter disekitar sini kalau tidak..."


"Kali tidak apa Nando???"


"Tidak ada apa-apa dokter Derin, lupakan saja"


"Baiklah"


"Untung saja aku bisa mengontrol ucapanku kalau tidak bisa habis aku nanti kalau Lexy mengetahuinya" batin Nando


Akhirnya Nando bisa bernafas dengan lega karena bisa bertemu dokter Derin disaat sulit seperti ini. Dan tidak berapa lama setelah itu mereka sampai ketempat tujuan. Dokte Derin meminta Nando untuk membaringkannya diatas tempat tidur yang sudah tersedia diuks.


"Akhirnya penderitaanku berakhir"


"Penderitaan????"


"Bisa-bisa dokter Derin mendengarkan apa yang aku katakan. Apa nada suaraku terlalu keras sampai-sampai dokter Derin yang cukup jauh dariku bisa mendengarkannya" batin Nando


"Nando, apa yang kamu maksud penderitaan???"


"Bukan apa-apa dokter Derin, jangan terlalu dipikirkan hanya asal bicara saja. Oh iya Nando tidak melihat ibu Natuna diruangan ini apa kondisi ibu Natuna sudah mulai membaik dokter Derin???"


"Kondisinya masih seperti biasanya hanya saja Carla itu orangnya tidak mau merepotkan orang lain jadi dia lebih baik kembali keruangnya dibandingkan harus beristirahat diuks ini"


"Ternyata ibu Natuna itu adalah tipe ku banget" batin Nando


"Nando kenapa kamu senyum-senyum seperti itu???, apa kamu sedang memikirkan hal-hal yang lucu???"


"Tidak ada apa-apa dokter Derin, kalau begitu Nando harus kembali ke kelas dulu. Dokter Derin bisa tolong jaga Lexy"


"Apa kamu yakin ingin meninggalkannya seperti ini tanpa membantunya untuk bisa beristirahat ditempat tidur"


"Oh iya, kenapa Nando bisa lupa. Maafkan Nando dokter Derin"


"Sepertinya saat ini kamu kurang fokus Nando, apa yang sedang kamu pikirkan????"


"Hanya masalah pelajaran saja dokter Derin"


"Oh begitu, belajarlah dengan bersungguh-sungguh supaya nantinya kamu bisa masuk ke universitas yang kamu inginkan Nando"


"Tentu saja dokte Derin, Nando pasti melakukan yang terbaik dan mendapat nilai yang memuaskan. Supaya nantinya Nando bisa masuk ke universitas yang Nando inginkan"


"Dokter Derin hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu Nando. Semoga kamu bisa mengwujudkan mimpi kamu itu"


"Iya dokte Derin. Oh iya dimana saya harus membaringkan Lexy???"


"Tolong disana saja Nando"


"Baik dokter"


Nando membawa ketempat yang sudah disiapkan oleh dokter Derin.


"Lexy, cepatlah sadar. Maaf aku tidak bisa menunggumu disini karena aku harus kembali ke kelas. Tapi kamu jangan khawatir karena dokter Derin akan menjagamu dengan baik disini. Jadi cepatlah sadar Lexy"


Lexy tetap saja memejamkan matanya tanpa sedikitpun bergerak dan merespon apa yang dikatakan oleh Nando kepadanya.


"Dokter Derin, Nando harus pergi sekarang. Tolong jaga Lexy untuk Nando dokter. Setelah jam pelajaran usai Nando akan kembali lagi"


"Baiklah Nando, serahkan ini semua kepada dokter Derin. Supaya akan baik-baik saja dan Lexy bisa sadarkan diri, pergilah tanpa beban pikiran karena kamu menemukan orang yang tepat untuk hal seperti ini"


"Kalau seperti ini, Nando bisa pergi dengan tenang. Terimakasih dokter Derin"


"Jangan berterima kasih Nando, ini semua sudah menjadi tugas dokter disini"


"Iya dokter Derin, kalau begitu Nando permisi dulu"


Setelah berpamitan Nando pergi meninggalkan Lexy yang sedang terbaring lemah diatas tempat tidur uks. Nando bisa lega meninggalkan Lexy diuks karena dokter Derin bersama denganya.