This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 32 - Tolong jujur



Lexy duduk dengan tenang didalam ruangan kepala sekolah.


"Lexy"


"Iya Pak, ada yang ingin bapak bicarakan???"


"Tentu saja ada, tapi bapak minta kamu harus menjawab nya dengan sangat jujur"


"Bukannya selama ini saya selalu berkata dengan jujur Pak, apa bapak tidak percaya kalau saya mengatakan semuanya dengan jujur"


"Saya akan percaya kalau kelakuan mu tidak seperti yang sekarang ini"


"Apa saya selalu mengecewakan bapak???, sepertinya bapak yang selalu salah paham dengan apa yang saya lakukan"


"Salah paham bagaimana???, kelakuan nakal mu itu yang membuat saya sulit untuk memahamimu Lexy"


"Kenapa harus sulit Pak, saya melakukan apa yang menurut saya benar dan selama ini saya tidak melakukan hal buruk kepada bapak jadi kenapa bapak harus bingung"


"Iya memang benar kamu tidak pernah melakukan hal buruk kepada saya Lexy tapi banyak guru-guru yang mengeluh tentang kamu jadi sebagai kepala sekolah saya harus mendengarkan semua keluhan itu"


"Kalau bapak seperti ini terus, bapak akan lebih cepat tua dari usia bapak yang sekarang. Bapak itu adalah kelapa sekolah pengganti yang paling muda diantara kepala sekolah sebelumnya jadi untuk apa bapak harus memikirkan keluhan-keluhan yang tidak jelas dari guru-guru itu. Lebih baik bapak pikirkan kebahagiaan bapak"


"Maksud kamu apa Lexy???"


"Saya akan menjelaskannya Pak, dengarkan baik-baik"


"Sepertinya sekarang saya yang harus mendengarkan kamu berbicara Lexy"


"Bapak harus mendengarkan semua kebenarannya Pak"


"Kebenaran yang seperti apa Lexy???, kamu itu kalau bicara jangan mengada-ngada"


"Bapak kepala sekolah yang baik hati dan tidak sombong saya akan mengatakan yang sejujurnya tentang apa yang terjadi saat ini, tolong berikan saya beberapa waktu untuk menjelaskan semuanya"


"Baiklah, bapak akan memberikan mu waktu beberapa menit untuk menjelaskan semuanya"


"Dengarkan baik-baik apa yang akan saya katakan Pak"


"Iya, cepat katakan saja apa yang ingin kamu katakan saat ini"


"Yang akan saya bahas kali ini berkaitan dengan masalah pribadi Pak, jadi tolong bapak katakan dengan sangat jujur"


"Kamu memang pandai ya Lexy"


"Maksud bapak???"


"Saya yang memintamu untuk berkata yang sejujurnya tapi kamu yang justru minta saya untuk melakukannya"


"Lakukan saja Pak, ini juga untuk kebaikan bapak. Saya tidak ada maksud lain Pak"


"Baiklah, untuk kali ini saya akan percaya Lexy. Tapi ingat satu hal tolong jangan melakukan tidak baik lagi disekolah ini, kamu itu sebenarnya anak yang cukup cerdas hanya saja sifatmu itu yang membuatmu menjadi anak nakal seperti sekarang. Bapak hanya minta satu hal sama kamu Lexy tolong berubah lah dan jangan membuat onar lagi disekolah ini"


"Akan saya usahakan Pak, apa boleh saya lanjutkan lagi apa yang ingi saya bahas sekarang"


"Lexy, tolong pikirkan baik-baik apa yang tadi saya katakan. Kamu itu sebenarnya murid yang berprestasi hanya saja yang menghambat itu semua hanya satu hal saja jadi bapak minta sama kamu tolong berubah lah Lexy itu semua untuk kebaikanmu juga kan"


"Menurut bapak seperti itu, tapi tidak dengan saya Pak. Biarkan saya seperti ini mau saya berprestasi atau tidak yang jelas ini semua sudah menjadi jalan hidup saya. Mau berubah atau tidak saya yang menjalaninya Pak jadi bapak tidak perlu khawatir bagaimana saya nantinya"


"Tapi kamu juga harus mendengarkan apa pendapat orang lain tentang kamu Lexy, ia memang semua itu adalah keputusanmu tapi untuk memperbaikinya juga tidak akan terlambat kan. Pada akhirnya kamu juga yang merasakan sendiri perubahan itu"


"Kalau saya ada waktu Pak kalau tidak ada juga saya tidak terlalu memikirkannya toh hidupnya begini-begini saja tidak ada yang spesial atau pun peduli jadi untuk apa saya harus membuang waktu untuk melakukan hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali"


"Lexy...Lexy ada saatnya rasa kebencian itu kamu hilangkan, bapak mengerti kenapa kamu bersikap seperti ini tapi percayalah bahwa apa yang kamu lakukan sekarang hanya akan membuatmu selalu merasa tidak nyaman jadi tolong pikirkan baik-baik apa yang tadi bapak katakan Lexy. Pasti ayahmu menginginkan hal itu dan juga ibumu pasti bahagia melihat anaknya berubah dan menjadi anak yang lebih baik lagi"


"Iya saya tau, kalau saya itu adalah anak yang menyebalkan dan mungkin orang tua saya juga tidak akan peduli dengan apa yang saya lakukan. Dan bapak harus tau kenapa saya melakukan hal ini karena saya benci sebuah kebohongan Pak"


"Kebohongan seperti apa yang kamu maksud itu Lexy, coba jelaskan biar bapak bisa memahami apa yang sebenarnya kamu alami saat ini"


"Saya tidak bisa Pak, ini semua masalah pribadi jadi tolong bapak jangan membahas tentang ini lagi bukannya saya tidak sopan tapi apa yang saya jalani saat ini adalah keputusan saya sendiri Pak dan yang jelas mau saya berubah atau tidak itu juga keputusan saya"


"Kalau seperti ini bapsk tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi, tapi Lexy bapak berharap kamu bisa berubah itu saja"


"Lanjutkan"


"Begini Pak, bapak itu cukup tampan dikalangan guru-guru yang lainnya dan bapak tidak menyadari hal itu karena bapak terlalu sibuk mendengarkan keluhan-keluhan yang tidak penting"


"Bapsk tidak mengerti apa yang kamu maksudkan itu"


"Ya ampun Pak, selama ini bapak itu tidak menyadari bahwa beberapa guru yang mengajar disekolah ini menyukai bapsk diam-diam"


"Hahahaha, Lexy kamu itu terlalu mengada-ngada tidak mungkin hal itu bisa terjadi"


"Saya serius Pak, semuanya terlihat jelas kalau bapak itu sangat populer disekolah ini dan bapak tidak menyadari hal itu"


"Sudahlah Lexy jangan terlalu berlebihan seperti itu"


"Tapi Pak..., apa yang saya katakan itu kebenarannya dan saya berkata jujur Pak"


"Iya, bapak paham maksudmu itu tapi bapak sudah memiliki pasangan jadi untuk apa bapak harus mencari pasangan baru lagi"


"Bukannya dia sudah meninggal dunia Pak"


"Iya, tapi cinta bapak akan tetap ada untuknya"


"Drama yang berlebihan, munafik" batin Lexy


"Lexy"


"Iya Pak"


"Apa kamu tidak menjenguk ibu Natuna???"


"Untuk apa???, saya sedang sibuk Pak"


"Lexy jangan bilang kalau kamu yang melakukan semua ini"


"Bapak selalu menuduh saya, apa bapak punya bukti kalau saya yang melakukan itu semua"


"Hahaha, bapak hanya bercanda Lexy. Kenapa kamu panik seperti itu. Pasti kamu menyembunyikan sesuatu kan"


"Pak tua menyebalkan, kamu itu selalu saja membuatku merasa terkucilkan lihat saja nanti" batin Lexy


"Lexy, apa kamu sedang memikirkan sesuatu????. Sepertinya kamu merasa tidak nyaman saat ini. Apa kamu sedang sakit???, sebaiknya segera pergi ke uks"


"Saya tidak sakit Pak, hanya sedang memikirkan sesuatu"


"Memikirkan tentang apa????"


"Hantu anak kecil itu"


"Hahahah, kamu itu terlalu mempercayai hal-hal seperti itu. Mungkin saja ada orang iseng yang melakukannya jadi jangan terlalu dipikirkan Lexy sebaiknya kamu harus lebih fokus dengan ujianmu yang sebentar lagi. Apa kamu tidak ingin lulus???"


"Tentu saja saya mau Pak, karena saya sudah bosan melihat wajah bapak"


"Bapak juga begitu Lexy, jadi lulus lah secepat mungkin"


"Akan saya lakukan Pak, kalau begitu saya pergi dulu. Permisi Pak tua"


"Lexy!?!! apa yang tadi kamu katakan"


"Permisi Pak tua"


"Ok, silahkan"


"Dasar Pak tua yang aneh"


"Cepat lulus ya Lexy"


"Iya"


Lexy keluar dari ruangan kepala sekolah untuk mencari dimana anak berkacamata tebal itu bersembunyi saat ini.