This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 18 - Perusak suasana



Karena kejadian itu semua orang yang berada dikantin melihat kearah Lexy hal itu membuatnya bertambah kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh anak menyebalkan itu kepadanya. Mereka pun mulai berbisik-bisik.


"Eh, kamu lihat kan tadi bagaimana kelakuan Lexy"


"Iya, aku melihatnya Fita. Lexy memang orangnya seperti itu. Ntah sampai kapan dia bersikap kasar seperti itu"


"Orang seperti dia itu mana bisa berubah"


"Benar juga apa yang kamu katakan Willy, aku juga beranggapan begitu jadi mana mungkin Lexy preman sekolah akan berubah"


"Tepat sekali"


"Beraninya mereka menatapku seperti ini, apa mereka tidak tau kalau perbuatan mereka membuatku merasa tidak nyaman" batin Lexy


"Jangan bicara seperti itu"


"Memangnya kenapa Reni???"


"Kita tidak boleh menilai orang dengan sangat buruk"


"Tapi Reni kamu tau sendirikan bagaimana kelakuan Lexy disekolah ini"


"Benar, apa yang dikatakan Fita ada benarnya Reni. Jangan terlalu membela anak nakal itu tidak ada untungnya sama sekali Reni"


"Bukan aku mau membelanya teman-teman tapi apa yang kalian katakan itu akan membuatnya merasa tidak nyaman"


"Biarkan saja, dia memang pantas mendapatkannya Reni"


"Willy jangan berbicara seperti itu, kamu kan tidak pernah diganggu Lexy jadi tidak pantas kamu berbicara seperti itu. Lexy hanya akan mengganggu murid-murid yang selalu menindas murid yang lemah"


"Apa kamu yakin seperti itu Reni???, iya memang dia tidak pernah mengangguku tapi kelakuannya itu yang membuatku muak Reni. Aku tau orang tuanya donatur terbesar disekolah kita tapi seharusnya sikapnya jangan seperti itu"


"Seperti apa maksudmu Willy???"


"Kamu bisa melihatnya sendiri kan, apa yang telah dilakukan Lexy kepada anak itu"


"Mungkin itu hanya salah paham saja Willy, jangan berpikiran yang aneh-aneh"


"Aku tidak berpikiran yang aneh-aneh Reni, itu semua kenyataannya"


"Kenyataan apa maksudmu"


Mereka tidak menyadari bahwa Lexy sudah berada disamping mereka. Willy tampak tekejut saat melihat Lexy berada disampingnya.


"Tadi kamu mengatakan apa???, ayo lanjutkan aku ingin mengetahui seperti apa kelanjutannya"


"Bukan apa-apa Lexy"


"Aku tidak berbicara padamu Fita jadi jangan ikut campur, ayo Willy cepat katakan apa kelanjutannya. Kenapa kamu jadi tidak bisa berbicara seperi itu apa sekarang mulutmu sudah diberi lem"


Willy tetap diam dan tidak bisa berkata-kata lagi saat Lexy memegang pundaknya dan menatap dengan penuh kemarahan didepannya.


"Aku tanya apa yang kamu ingin katakan tentangku, kenapa kamu menjadi penakut seperti ini Willy. Bukankah tadi kamu yang paling semangat saat menggosipkan ku tapi kenapa sekarang kamu jadi pengecut seperti ini. Kamu ini sebenarnya laki-laki atau perempuan, tidak punya nyali sedikit pun. Mau aku ajari caranya"


"Cukup Lexy, jangan seperti itu"


"Lihat Willy, pacarmu mulai membela dirimu. Sepertinya semakin seru, ayo dilanjutkan pembelaannya"


Fita mendekat tepat dihadapan Lexy, walaupun Reni sudah melarangnya untuk tidak ikut campur tapi hal itu diabaikan begitu saja oleh Fita. Fita yang sangat kesal atas kejadian ini mulai mengeluarkan kata-kata kasar dihadapan Lexy.


"Ayo mulai pembelaannya, aku ingin mendengarkan semuanya"


"Lexy rubah sikapmu itu, kamu tidak malu apa"


"Malu????, untuk apa aku harus malu. Apa aku melakukan sesuatu yang jahat kepadamu"


"Fita sudah jangan terlalu ikut campur"


"Cukup Reni, aku sudah muak melihat tingkah laku anak ini jadi biarkan aku menyelesaikan ini semua"


"Benar, apa yang dikatakan temanmu itu. Sepertinya dia sangat membenciku atau mungkin temanmu yang berada dihadapanku mulai menyukaiku atau mungkin dia menyukai Willy dan rela membela laki-laki pengecut seperti dia"


"Hentikan omong kosong mu itu Lexy!!!!" Willy bangkit dari tempat duduknya lalu memukul wajah Lexy dengan sangat keras hal itu membuat orang yang berada dikantin menjadi ketakutan atas kejadian ini.


Lexy jatuh tersungkur dengan luka yang cukup parah dipipi nya dan hidungnya juga mengeluarkan banyak darah. Walaupun begitu Lexy tetap bangkit dan tidak melawan sedikitpun.


"Begini caranya, ayo dilanjutkan. Pukul saja aku jika itu yang kamu inginkan"


"Lexy, kamu itu memang orang yang tidak tau diri. Rasakan ini" Willy kembali memukul Lexy dan Lexy sama sekali tidak membalas beberapa pukulan yang diterima sampai akhirnya toton dan Nando tiba dikantin dan melihat kejadian itu.


"Sudah Willy, jangan lakukan lagi. Kamu bisa terkena masalah nanti"


"Biarkan saja, asalkan aku bisa membuat anak ini menderita apa pun resikonya akan aku tanggu Fita. Jadi menyingkirlah dari hadapanku sekarang juga sebelum kamu juga terluka"


"Benar apa yang pacarmu katakan Fita sebaiknya menyingkir dari hadapannya sebelum kamu menjadi sepertiku ini, hahahaha"


"Sudah seperti ini kamu masih bisa tertawa Lexy"


"Jelas, untuk apa aku harus merasa bersedih akan masalah sekecil ini. Ini bukan apa-apanya Willy"


"Jadi begitu, kita lihat saja sampai mana kamu bisa bertahan pembuat masalah"


Disaat Willy ingin memukul Lexy untuk kesekian kalinya dengan cepat Reni menangkis pukulan keras itu hingga mengenai dirinya sendiri. Reni jatuh pingsan tepat dihadapan Lexy. Hal itu membuat Lexy teringat akan kejadian yang pernah menimpa dirinya dan juga ibu kesayangannya itu. Melihat akan hal itu Willy panik dan langsung pergi begitu saja tanpa menolong Reni terlebih dahulu.


Suara teriakan Fita membuat semua orang berhamburan keluar dari kantin. Lexy hanya duduk terdiam disamping Reni yang sudah tak sadarkan diri.


"Reni, ayo bangun. Reni"


"Ton apa yang terjadi???, kenapa mereka semua berhamburan keluar dari kantin"


"Aku juga tidak tau Nando, tapi sepertinya terjadi sesuatu. Ayo kita kesana untuk memastikannya"


"Tunggu dulu ton"


"Apalagi Nando, ini pasti keadaan yang sangat darurat jadi untuk apa kita harus menundanya"


"Iya aku tau, aku hanya ingin memastikannya saja"


"Memastikan apa lagi Nando"


"Jangan banyak tanya, tunggu dan lihat lah apa yang akan aku lakukan"


"Baiklah"


"Willy, apa yang sedang terjadi???"


"Jangan ganggu aku, ini bukan kesalahanku itu salahnya sendiri"


"Maksudmu"


"Jangan ganggu aku"


Willy pergi begitu saja tanpa memberitahu apa yang sedang terjadi.


"Anak itu kenapa???"


"Ntah lah ton, mungkin otaknya sedang bermasalah. Biar aku tanya anak yang lain saja"


"Untuk apa Nando???, kita pergi sekarang juga untuk memastikannya"


"Jangan ton, tunggu saja dulu sebentar"


"Terlalu banyak alasan kamu, aku pergi sekarang"


"Ton tunggu, kenapa kamu meninggalkan ku begitu saja. Tunggu sayangku"


"Dasar aneh"


"Sayang tunggu aku"


Toton mempercepat langkahnya suapay tiba lebih cepat ke kantin untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Lexy meminta Fita untuk membawa temannya ke uks.


"Reni ayo sadar, Reni jangan menakuti seperti ini"


"Sebaiknya kamu bawa temanmu ke uks sebelum menjadi parah"


"Iya Lexy, maafkan aku Lexy"


"Untuk apa kamu minta maaf Fita, itu bukan kesalahanmu cepat bawa temanmu ke uks sekarang sebelum bertambah parah kondisinya"


"Lexy, aku sangat menyesal atas apa yang aku katakan Padamu"


"Sudahlah jangan dibahas lagi"


"Tapi Lexy..."


"Sudah bawa saja temanmu"


"Baiklah"


"Tolong bantu dia membawa temannya"


"Biarkan saya saja yang membantu kak" jawab Gita


"Baiklah"


"Ayo kak"


"Lexy"


"Apa lagi Fita????"


"Bagaimana denganmu???"


"Jangan pikirkan kondisiku, pikirkan saja kondisi temanmu itu. Aku baik-baik saja"


"Ternyata anak sombong ini baik juga ya" batin Gita


"Tapi lukamu"


"Sudah, cepat pergi saja ke uks. Nanti juga ada toton dan Nando yang akan membawaku kesana jadi jangan terlalu dipikirkan"


Fita akhirnya membawa Reni ke uks. Fita sangat kecewa atas apa yang dilakukannya kepada Lexy karena apa yang dikatakan oleh Lexy tentang Willy semuanya benar.