
Tidak berapa lama sampailah Lexy dan anak aneh itu ke ruangan kepala sekolah.
"Lihat aku sudah sampai kesini, kamu boleh pergi sekarang. Bukannya kamu sedang sibuk, sudah sana"
"Masuklah dulu baru aku pergi kak"
"Anak ini terlalu banyak peraturan, sabar Lexy kamu harus bisa mengatur emosinya itu jangan sampai kamu melakukan hal yang nggak perlu kamu lakukan kepada anak ini" batin Lexy
"Kak, ayo masuk sekarang kenapa masih berdiri disini. Masuk sana pasti bapak kepala sekolah sudah menunggu kakak"
"Ok, aku masuk sekarang"
"Masuklah sekarang"
"Iya, ini juga aku mau masuk kok. Sudah sana kenapa masih disini"
"Sabar...sabar...Lexy, kamu pasti bisa mengatasi ini semua" batin Lexy
"Ayo masuk sekarang kak"
"Ok"
Lexy masuk kedalam ruangan kepala sekolah dan Lexy tampak terkejut saat mengetahui bahwa kepala sekolah tidak memintanya untuk datang keruangannya.
"Permisi Pak"
"Lexy, ada perlu apa kamu kesini???"
"Kenapa bapak bicara seperti itu, bukannya tadi bapak meminta saya untuk keruangan bapak"
"Kamu itu pandai sekali bercanda ya Lexy, saya tidak memintamu untuk datang keruangan saya pasti kamu salah informasi"
"Tidak mungkin Pak, tadi ada anak berkacamata tebal yang menghampiri saya dikelas dan meminta saya untuk segera datang keruang bapak"
"Anak yang mana Lexy???, bapak tidak meminta siapapun untuk pergi menemuimu"
"Jangan bercanda Pak, anaknya sekarang bersama saya"
"Lexy kamu pasti berkhayala saja tidak ada siapa pun yang berada didekatmu saat ini"
"Tapi Pak, tadi anak itu masuk bersama saya kesini. Pasti anak itu sudah keluar lebih dulu saya periksa dulu sebentar pak"
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan"
Lexy keluar untuk mencari anak aneh berkacamata tebal itu.
"Maaf Pak kalau saya memotong pembicaraan bapak, tapi sepertinya mitos itu benar-benar terjadi Pak disekolah kita ini"
"Apa maksud ibu Nita saya kurang paham???, tolong ibu jelaskan"
"Akhir-akhir ini banyak kabar yang mengatakan bahwa ada anak-anak berseragam sekolah berkeliaran malam-malam disekolah ini"
"Mungkin saja anak disekitar sekolah ini buk Nita jangan terlalu percaya hal-hal seperti itu"
"Awalnya saya tidak begitu percaya Pak, tapi setelah saya melihatnya sendiri ternyata apa yang sering dibicarakan itu benar-benar terjadi Pak. Saya berani bersumpah kalau anak itu benar-benar bukan manusia"
"Mungkin saja ibu Nita terlalu terbawa suasana makanya ibu berhalusinasi seperti itu. Ibu Nita suka sekali menonton filim-film horor mungkin saja terbawa suasana"
"Tapi Pak, apa yang saya lihat malam itu nyata Pak. Jadi tidak mungkin saya berhalusinasi"
"Baiklah kalau ibu terus saja berkata Sepeti itu, saya akan buktikan malam ini apakah hantu anak itu benar-benar ada atau hanya anak-anak iseng yang hanya menganggu saja"
"Lihat saja nanti, pasti apa yang saya katakan itu benar adanya Pak. Kalau begitu saya permisi dulu ada beberapa kelas yang harus saya datangi lagi"
"Baik ibu Nita, oh iya buk bagaimana kondisi ibu Natuna Clara??. Saya dengar-dengar dari guru yang lainnya kalau ibu Natuna terluka???. Apa kondisinya sudah mulai membaik???"
"Kalau soal itu saya tidak tau Pak, saya terlalu sibuk sekarang jadi tidak ada waktu untuk mengurusi orang lain kalau begitu saya pergi dulu Pak"
"Baiklah ibu Nita, kalau begitu saya akan pergi menjenguknya nanti"
"Permisi Pak"
Ibu Nita pergi dari ruangan kepala sekolah dengan raut wajah yang tidak begitu senang.
"Ibu Nita selalu saja begitu, apa dia tidak menyukai ibu Natuna mengajar disekolah ini"
"Lexy, apa yang kamu lakukan diluar???. Bukannya tadi kamu ingin mengajak seseorang itu masuk kedalam ruangan kepala sekolah tapi ibu tidak melihat siapa pun disini jangan-jangan.."
"Jangan-jangan apa ibu Nita???, ibu Nita itu selalu menakuti Lexy saja"
"Bukannya takut ibu Nita, hanya waspada saja"
"Waspada tentang apa Lexy???, kamu itu terlalu banyak alasan kalau takut bilang saja takut jangan sok berani"
"Daripada ibu terlalu banyak bicara tentang omong kosong yang tidak berguna lebih baik pergi dari sini. Saya tidak punya waktu untuk berbicara dengan ibu Nita"
"Saya juga akan pergi Lexy, semoga saja kamu bertemu hantu itu. Hahahaha, selamat mencari orang yang tidak pernah ada Lexy"
"Dasar perempuan menyebalkan, pantas saja sampai sekarang tidak punya pasangan. Kelakuannya saja aneh seperti itu" batin Lexy
"Hai kak, cari siapa????"
"Kamu itu darimana saja, aku itu terus saja mencarimu kemana-mana. Lain kali kalau mau pergi itu kasih tau aku dulu"
"Hahahaha, kakak ini lucu sekali"
"Lucu???, apa maksudmu???"
"Kak Lexy, dari tadi itu aku nggak pergi kemana-mana selalu disamping kak Lexy. Kak Lexynya saja yang nggak melihatku"
"Kamu itu bercanda ya, tadi aku masuk kedalam ruangan kepala sekolah kamu tiba-tiba menghilang dan sekarang kamu bilang selalu berada disamping ku. Kebohongan apa lagi yang sedang kamu mainkan anak aneh"
"Hihihihi, apa kakak takut???"
"Kenapa tertawa mu jadi berbeda seperti itu???, siapa sebenarnya kamu???. Cepat katakan sekarang juga!!!!!"
Mendengar teriakan Lexy yang begitu keras, kepala sekolah keluar dari ruangannya.
"Kakak mau tau sebenarnya aku ini apa, hihihihi"
"Cepat katakan saja jangan membuatku menunggu, pasti kamu hanya iseng saja kan ayo jujur saja anak aneh"
"Lexy, kamu sedang bicara dengan siapa????"
"Anak aneh ini Pak"
"Disini tidak ada siapa-siapa, kamu pasti berhalusinasi seperti ibu Nita"
"Jadi bapak tidak percaya dengan apa yang saya katakan"
"Bukan seperti itu Lexy, hanya saja AS yang kamu katakan itu tidak ada buktinya sama sekali"
"Tapi Pak, anak aneh itu tadi berdiri tepat dihadapan saya jadi tidak mungkin anak aneh itu menghilang begitu saja"
"Apa jangan-jangan anak itu hantu???"
"Bapak kepala sekolah yang terhormat tidak mungkin siang-siang begini ada hantu iseng yang berkeliaran disekitar sekolah ini"
"Lexy sekarang itu hantu tidak memilih waktu kapan dia akan muncul. Hantu itu akan muncul sesuai keinginannya saja dan mungkin anak yang kamu sebut aneh itu benar-benar bukan manusia melainkan hantu"
"Terserah bapak saja kalau begitu saya permisi dulu Pak, ada urusan yang harus saya selesaikan"
"Tunggu dulu Lexy, bukannya tadi kamu ingin bertemu saya dan kenapa tiba-tiba pergi begitu saja"
"Bapak yang terhormat bukan saya yang ingin bicara tapi bapak yang meminta saya untuk segera keruangan bapak"
"Tapi saya tidak memintamu untuk kesini, mungkin saja hantu itu yang memintamu untuk bertemu dengan saya"
"Hantu..hantu terus tidak ada topik pembicaraan yang lain lagi Pak"
"Lexy, sebaiknya kamu masuk dulu keruangan saya ada yang ingin saya tanyakan kepadamu"
"Lain kali saja Pak, saya sedang sibuk sekarang"
"Beberapa menit saja Lexy, apa kamu tidak bisa"
"Baiklah Pak, tapi beberapa menit saja kalau apa yang ingin bapak tanyakan itu tidak terlalu penting saya akan pergi"
"Setuju, silahkan masuk Lexy. Santai saja jangan tegang seperti itu"
"Saya tidal tegang sama sekali Pak, bukannya bapak sering meminta saya untuk bertemu bapak disini jadi saya sudah terbiasa"
"Baiklah Lexy"
Lexy hanya menurut apa yang diperintahkan oleh kepala sekolah.