
Setelah selesai menyantap makanan yang diberikan oleh Natuna, Lexy kembali ke kelasnya karena kondisinya sudah mulai membaik.
"Lexy!!!!"
"Jangan drama Nando"
"Iya nie Nando, akhir-akhir ini kebiasaannya suka aneh-aneh. Sebaiknya kamu harus periksa kedokter Nando"
"Sayang jangan bicara seperti itu, aku itu baik-baik saja dan tidak sakit apa pun"
"Nando hentikan itu, aku itu masih suka perempuan"
"Bukannya tadi kamu bilang menyukaiku ton"
"Ya ampun, baru ditinggal sebentar saja kelakuan teman-temanku aneh seperti ini"
"Yang aneh itu cuma Nando, bukannya aku"
"Iya ton, itu yang aku maksud"
"Oh iya, bagaimana kondisimu sekarang apa sudah mulai membaik???"
"Darimana kamu tau kalau aku sakit ton???"
"Dari ibu cantik, tadi aku bertemu dengannya saat dikantin. Pasti makanan yang dibawa ibu cantik untuk kamu ya Lexy"
"Apa!!!, ibu Natuna membelikan makanan untuk Lexy"
"Nando, bisa tidak pelankan suaramu saat bicara kalau ada yang salah paham bagaimana"
"Maaf Lexy, aku cuma terkejut saja dengan apa yang toton katakan"
"Itu cuma makanan biasa yang dijual dikantin jadi untuk apa harus dibanggakan"
"Harus dong Lexy, kapan lagi kan dapat perhatian dari ibu Natuna"
"Iya, aku setuju Nando. Itu adalah momen langka yang bisa kamu nikmati Lexy jadi seharusnya kamu senang"
"Untuk apa???, rencana awal ku itu hanya untuk mengusir si tuna dari kelas ini"
"Lexy jadi kamu tidak berubah dengan keputusan awal mu"
"Tentu saja tidak ton, apa pun rencana awal ku harus terlaksana dengan baik. Jadi aku minta pada kalian berdua jangan coba menghalangi apa yang akan aku lakukan kepada tuna itu"
"Tidak bisa Lexy, untuk kali ini kami menentang apa yang kamu inginkan"
"Setuju ton, demi ibu Natuna apa pun akan kita lakukan asalkan ibu Natuna tetap baik-baik saja dan betah mengajar dikelas ini"
"Kalian berdua sudah dibutakan oleh kecantikan si tuna itu, yang kalian lakukan hanya buang-buang waktu saja lebih baik bergabung bersamaku untuk mengeluarkan si tuna itu"
"Tidak akan, kami sekarang ada dipihak ibu Natuna apa pun yanh terjadi kami akan melindungi ibu cantik kami"
"Setuju ton, aku juga akan membantumu untuk melindungi ibu Natuna apa pun resikonya"
"Terserah kalian berdua saja yang jelas kalian berdua telah menantangku dan jangan salahkan aku jika nanti kalian berdua yang menderita"
"Tidak apa-apa kami menderita asalkan ibu Natuna bahagia"
"Setuju ton"
"Terserah yang jelas kalian berdua sudah menantangku dan lihat nanti sampai kapan kalian berdua akan bertahan untuk melindungi si tuna"
"Ok, siapa takut. Kami berdua siap menerima tantangan darimu Lexy, lihat saja siapa yang dari kita menyerah lebih dulu"
"Awas saja kalau sampai kamu menyukai ibu cantik kami"
"Iya awas saja, aku dan Nando akan terus mengawasi mu Lexy"
"Ok, kita lihat saja nanti siapa diantara kita yang akan kalah"
"Pasti kamu yang bakalan kalah Lexy"
"Jangan sok tau Nando, ini baru permulaannya dan lihat saja nanti bagaimana aku akan membuat si tuna itu menderita dan akhirnya pergi meninggalkan kelas ini untuk selama-lamanya. Hahahaha"
"Dasar si Lexy bukannya berterimakasih kepada ibu Natuna karena sudah merawatnya, ini malah merencanakan hal buruk untuk menyingkirkan ibu Natuna" batin toton
"Ton, apa aku boleh masuk didalam pikiranmu???"
"Sekarang kamu sudah masuk Nando, apa yang ingin kamu katakan???.cepat katakan saja dan jangan berbasa-basi lagi"
"Aku tidak tau ingin mengatakan apa lagi yang jelas aku akan selalu mendukungmu untuk melindungi ibu Natuna"
"Awas saja kalau kamu tidak menepati janji itu Nando"
"Percaya saja kepadaku ton, aku tidak akan mengecewakanmu"
"Ok, aku ingat apa yang kamu katakan Nando dan sekarang pergi dari pikiranku"
"Siap, aku pergi dulu sayang. Jangan rindu aku ya. Hahaha"
"Nando!!!!!, awas kamu ya" batin toton
"Hahahaha"
"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh kedua temanku itu" batin Lexy
Tidak beberapa lama setelah itu guru yang akan mengajar hari ini tiba dikelas dan pelajaran pun segera dimulai. Setelah menemui Lexy, Natuna kembali keruangannya untuk bertemu pujaan hatinya yang masih setia menunggunya didalam ruangan
"Sayang, maaf kalau kamu lama menunggu"
"Jadi kamu akan pergi sekarang juga???, padahal aku masih sangat merindukanmu"
"Maafkan aku sayang, aku harus menyelesaikan urusan ini dengan cepat. Tapi kamu jangan khawatir setelah urusanku selesai kita akan pergi kemana pun yang kamu mau, aku janji"
"Sayang tidak perlu seperti itu, melihatmu saja hari ini sudah membuatku sangat senang dan aku tidak mengharapkan apa pun jadi pergilah jika urusan itu sangat penting, aku tidak apa-apa"
"Terimakasih atas pengertiannya sayang, aku sangat beruntung memiliki tunangan yang pengertian seperti kamu. Aku sayang kamu" sambil memeluk Natuna
"Aku juga sayang kamu"
Setelah berpelukan cukup lama dan akhirnya tunangan Natuna pergi meninggalkan ruanganya.
"Lexy"
"Apa lagi ton???"
"Pakaian yang kamu pakai itu punya siapa????"
"Iya Lexy, pakaian yang kamu pakai itu punya siapa???"
"Bisa tidak kalian jangan menggangguku dulu, aku sedang serius bicara sekarang"
"Apa!!!"
"Toton dan Nando apa yang sedang kalian bicarakan dibelakang sana"
"Tidak ada apa-apa buk, tadi ada kecoa yang masuk kedalam laci meja Nando jadi saya teriak karena ketakutan buk, jadi maafkan saya sudah mengganggu ibu mengajar"
"Iya buk, kalau ibu tidak percaya apa yang dikatakan oleh toton saya ada buktinya buk"
"Tidak perlu Nando, cepat buang saja kecoa itu keluar dari kelas ini"
"Baik buk, saya akan membuangnya keluar"
"Nando"
"Apa lagi ton???"
"Bukannya kita cuma pura-pura saja kenapa sekarang kamu bilang kalau ada kecoanya, jangan mengada-ngada deh. Nggak lucu tau"
"Toton Suroton itu semua cuma akal-akalanku saja supaya ibu itu percaya, apa kamu mau dihukum karena hal ini"
"Tentu tidak mau"
"Maka dari itu jangan ulangi kesalahamu yang tadi"
"Kesalahan yang mana???, aku tidak melakukan kesalahan apa pun"
"Toton..toton belum tua kamu sudah pelupa"
"Nando tunggu apa lagi cepat buang kecoa itu dari kelas ini, apa kamu berencana untuk menyimpan kecoa itu"
"Tidak buk, kecoanya sangat liar jadi saya harus berhati-hati memegangnya kalau tidak bisa-bisa kecoa ini lepas buk"
"Ya sudah kalau begitu berhati-hati lah dan jangan sampai kecoa itu lepas dari tanganmu Nando"
"Baik buk"
Nando berpura-pura memegang seekor kecoa padahal yang di pegangannya saat ini hanya gulungan kertas biasa.
"Dasar teman-teman aneh, ada saja tingkah konyol yang mereka berdua lakukan, kenapa aku bisa mengenal mereka berdua" batin Lexy
"Kalau bukan demi si Toton, aku tidak mungkin melakukan hal konyol seperti ini"
"Nando, kenapa kamu diluar bukankah pelajaran sedang dimulai"
"Ibu Natuna. Sejak kapan ibu disini???"
"Baru saja, bagaimana keadaan Lexy???. Apa dia baik-baik saja sekarang"
"Lexy baik-baik saja buk"
"Syukurlah kalau begitu, oh iya apa yang sedang melakukan disini Nando"
"Hanya membuang sampah buk"
"Oh begitu, ya sudah selesai membuang sampai kembali lagi kedalam kelas"
"Iya buk"
"Oh iya Nando ibu sampai lupa"
"Lupa kenapa buk"
"Ada yang ingin ibu tanyakan Padamu Nando"
"Ibu mau menanyakan apa???"
"Apa kamu menyukai cokelat pemberian ibu???"
"Cokelat????, maksud ibu cokelat apa???. Nando dan toton tidak memakan cokelat hari ini memangnya kenapa buk????"
"Bukan apa-apa, kalau begitu ibu permisi dulu Nando"
"Iya buk"
Natuna Clara pergi meninggalkan Nando yang masih berada diluar kelas.