
Tidak berapa lama setelah kepergian Lexy dari ruangan kepala sekolah, seseorang masuk ke dalam ruangan itu untuk menemui kepala sekolah.
"Selamat pagi Pak"
"Selamat pagi, apakah anda guru baru yang akan mengajar disekolah kami?"
"Iya Pak, perkenalkan nama saya Natuna Clara, saya guru baru yang ditugaskan untuk mengajar disekolah ini, mohon bimbingannya"
"Silahkan duduk ibu Natuna"
"Terimakasih Pak"
"Apa ibu Natuna sudah sangat siap untuk mengajar disekolah kami hari ini?"
"Tentu saja Pak, saya sangat siap dan bersemangat sekali, memangnya kenapa Pak kalau boleh saya tau"
"Ibu harus siap mental saja mulai sekarang"
"Siap mental???, maksud bapak apa???saya kurang mengerti"
"Dikelas tempat Ibu mengajar nanti ada salah satu murid yang sangat nakal sekali , semua guru-guru sudah pernah mengajar dil kelasnya semua sudah menyerah untuk menghadapi anak itu. Kareba anak itu sangat keras kepala sekali buk dan sulit untuk diatur , jadi untuk ibu Natuna harus berhati-hati lah saat mengajar dikelasnya nanti"
"Kalau boleh saya tau siapa nama anak itu Pak?????"
"Namanya Lexy Artama"
"Apa anak yang baru keluar dari ruangan bapak tadi???"
"Iya ibu Natuna, anak nakal itu yang bernama Lexy Artama"
"Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa merubah anak itu menjadi anak yang baik dan patuh Pak"
"Semoga saja harapan ibu Natuna bisa terwujud. Dan ibu Natuna bisa mengatasi masalah ini dan bisa merubah Lexy menjadi anak yang lebih baik"
"Saya akan usahakan semaksimal mungkin pak, apa pun akan saya lakukan untuk merubah anak nakal itu menjadi anak yang lebih baik dan bisa dibanggakan disekolah ini karena prestasinya bukan kenakalannya. Saya akan berusaha Pak"
"ibu adalah harapan kami satu-satunya, karena setiap guru yang saya tugaskan untuk mengajar dikelas itu semuanya menolak. Jadi kami harap ibu Natuna bisa mangatasi ini semua"
"Apakah seburuk itu tingkah laku Lexy disekolah ini kalau boleh saya tau Pak"
"Susah sekali untuk dijelaskan buk, yang pasti sudah banyak guru yang menyerah untuk mengajar dikelas itu jadi ibu Natuna harus benar-benar siap untuk menjadi bagian dari kelas itu nantinya soalnya tantangannya sangat berat bu"
"Jadi begitu Pak, akan saya usahakan sebisa saya untuk mengatasi masalah ini. saya janji akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan bapak yang sudah menerima saya untuk menjadi bagian dari sekolah ini. saya akan bersemangat sekali pak. apapun resikonya nanti akan saya terima"
"Saya sangat suka dengan semangat ibu Natuna. Semoga saja harapan ibu Natuna bisa tercapai dan Lexy Artama bisa menjadi murid yang tidak nakal lagi dan bisa dibanggakan disekolah ini. Ibu Natuna harapan kami satu-satunya"
"Terimakasih Pak, saya sangat tersanjung sekali dengan apa yang bapak katakan. Saya akan usahakan semaksimal untuk merubah anak itu menjadi anak yang lebih baik dan bisa dibanggakan disekolah ini dengan prestasinya bukan kenakalannya. Saya akan selalu memegang amanah yang bapak berikan kepada saya"
"Kalau begitu selamat untuk Ibu Natuna sudah mau bergabung disekolah kami, semoga ibu betah mengajar disini"
"Sekali lagi terumaksih Pak, saya akan selalu betah mengajar disekolah ini"
"Semoga saja tidak terjadi hal buruk ya buk saya ibu mengajar nanti"
"Hal buruk???, maksud bapak?"
"Nanti juga ibu Natuna akan tau setelah menjadi bagian dari kelas itu. Tapi saya mengharapkan sekali tidak akan terjadi hal buruk yang menimpa ibu Natuna jika nanti ibu mengajar dikelas itu "
"Baik Pak, pesan bapak akan selalu saya ingat dan semoga saja tidak terjadi hal buruk dan semuanya berjalan dengan lancar"
"Saya sangat berharap begitu ibu Natuna"
"Semoga saja berjalan sesuai rencana Pak"
"Apa Ibu sudah tau dimana kelas yang akan ibu ajarkan hari ini"
"Sudah tau Pak"
"Baguslah kalau ibu sudah tau dimana kelasnya , selamat mengajar ibu Natuna. Semoga ibu Natuna bisa betah mengajar dikelas itu dan tidak terjadi hal buruk menimpa ibu Natuna karena ibu Natuna guru satu-satunya harapan kami disekolah ini"
"Tentu saja pak, saya tidak akan mengecewakan bapak Kareba sudah menerima saya disekolah ini. Kalau begitu saya permisi dulu Pak takutnya anak-anak sudah menunggu kehadiran saya, kalau begitu saya permisi dulu ,mari Pak"
"Baik buk, semoga ibu bisa betah mengajar dikelas itu. Karena Ibu Natuna adalah harapan kami satu-satunya, semoga rencana kita berhasil buk"
"Iya Pak, kalau begitu saya permisi dulu"
"Selamat mengajar ibu Natuna semoga semuanya lancar"
"Amin Pak, kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya bu"
Ibu Natuna pergi menuju ke kelas barunya. Ditengah perjalanan ibu Natuna bertemu salah satu murid yang sedang mengelilingi lapangan sekolah. Ibu Natuna menghampiri murid itu.
"Bukannya Itu anak yang tadi kan, yang aku temui diruang kepala sekolah. Apa sekarang dia sedang dihukum""
Ibu Natuna menghampiri murid itu dan berbicara kearahnya.
"Apa sudah selesai?"
"Satu putaran lagi"
"Oh begitu,kalau begitu tetap semangat"
"Ini juga sudah semangat, jangan menggangguku. Pergi sana"
"Iya saya juga akan pergi, kalau kamu lelah ini ada minuman dan juga sapu tangan untuk mengeringkan keringatmu"
"Iya nanti, saya harus menyelesaikan satu putaran lagi. Sebaiknya kamu pergi saja dan jangan mengganggu saya"
"Iya..iya"
"Jangan lupa setelah selesai langsung kembali kekelas, saya tunggu disana"
"iya, iya, saya mendengar semuanya jadi pergi saja dan jangan mengganggu saya"
"Baiklah, saya permisi dulu. Semangat hanya satu putaran lagi kan"
"iya sudah sana, mengganggu saja"
"Anak ini" ibu Natuna hanya bisa tersenyum melihat Lexy yang bertingkah seperti itu
Orang yang dari tadi berbicara kepadanya sudah tidak terlihat lagi.
"kemana perginya itu orang, cepat banget jalanya atau jangan -jangan hantu lagi, tapi tidak mungkin ada hantu disini, masa hantu bisa kasih minuman dan sapu tangan mustahil banget kan. Berpikir positif Lexy mungkin saja ada orang baik yang lewat tadi, karena kasihan orang itu memberikan ini untuk kamu. Sebaiknya aku selesaikan hukuman dari Pak tua itu kalau tidak pasti hukumnya ditambah lagi. Menyebalkan sekali pak tua itu biasanya cuma dihukum 10 kali putaran tapi hari ini 20 kali putaran. Tapi tidak apa-apa, mau berapa kali putaran pun Lexy masih sanggup kok, lexy dilawan"
Seseorang berbicara kearah Lexy yang sedang menikmati minumannya.
"Lexy"
"iya Pak"
"bagaimana dengan hukuman kamu apa sudah kamu selesaikan"
"sudah Pak"
"capek"
"tidak Pak"
"kalau tidak, tambah 10 kali putaran lagi"
"jangan Pak"
"kenapa tidak mau, bukanya kamu bilang tadi tidak capek"
"sekarang sudah capek Pak"
"Ya sudah, kembali ke kelas sekarang dan ingat Lexy jangan buat ulah lagi"
"Siap Pak, kalau saya ingat pesan bapak"
"Lexy, kamu ini benar-benar ya"
"pergi dulu pak"
"semoga saja guru baru yang mengajar dikelasnya bisa merubah anak itu"
Lexy tiba dikelas sebelum ibu Natuna masuk.
"Gimana Lexy?" tanya Nando
"lumayanlah, hitung-hitung olahraga"
"lumayan apanya Lexy, badan kamu keringatan semua" jawab toton
"memang hukumnya apa Lexy?" tanya Nando lagi
"biasa keliling lapangan"
"berapa kali" tanya toton
"Aku kira cuma 10 kali putaran tapi si Pak tua itu menambah hukumannya menjadi 20 kali putaran"
"Hahahaha"
"Lucu?"
"lucu banget lah Lexy, iya kan Nando"
"iya ton, hahahaha"
"kalian berdua kebiasaan banget ya, kalau teman lagi kesusahan bukan dihibur malah tertawa lagi"
"habis kamu lucu"
"lucu,lucu,memangnya aku boneka apa"
"kamu kan boneka nya Pak kepala sekolah, hahaha"
"kalian berdua, awas ya"
"kaburrrrr"
"sini kalian berdua"
"ampun-ampun cuma bercanda tadi,jangan serius gitu dong Lexy"
"hahaha, siapa juga yang marah"
"Lexy, awas ya kamu"
"ayo tangkap kalau bisa, hahaha"
Mereka bertiga berlarian didalam kelas dan tak ada satupun yang mencegah mereka bertiga berhenti dan tak lama setelah itu ibu Natuna masuk kedalam kelas.