
Si preman sekolah yang selalu membuat onar kembali membuat satu guru menolak untuk mengajar dikelas mereka.
"Apa aku bilang, pasti cuma dua hari saja guru itu bertahan dikelas ini"
"Kamu memang benar Lexy" jawab Nando
"Siapa dulu orangnya Lexy Artama" jawab toton
"Apa kamu tidak takut dimarahi lagi oleh kepala sekolah?" Tanya toton
"Tenang saja, aku sudah terbiasa dimarahi Pak tua itu jadi anggap saja itu semua sebagai hiburan. Gampang kan kenapa harus dibuat pusing, toh aku sering dimarahi Pak tua itu jadi aku sudah terbiasa menghadapinya. kalian berdua tidak perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi denganku. Yang terpenting sekarang guru membosankan itu tidak mengajar lagi dikelas kita"
"Iya kamu benar juga"
"Teman kita memang hebat ton, apa pun masalahnya pasti dengan mudah dia selesaikan"
"Siapa dulu Lexy, apa pun yang membuat Lexy merasa tidak nyaman akan disingkirkan"
"Lexy, Lexy kapan kamu bisa berubah" jawab Mita
"Tunggu bulan jadi dua, hahaha"
" kamu tidak ada kapoknya apa Lexy"
"Sudahlah Mita, jangan terlalu peduli padaku bukannya kamu telah menolak dan mencampakkan cintaku jadi untuk apa sekarang kamu mengkhawatirkan apa yang aku lakukan"
"Kapan aku mencampakkan cintamu????, sepertinya aku tidak pernah menolakmu apalagi mencampakkan mu, pasti kamu salah Lexy"
"Jangan pura-pura tidak tau Mita, aku seperti ini gara-gara kamu"
"Kenapa sekarang aku yang disalahkan???"
"Karena kamu yang membuatku menjadi seperti ini, seharusnya kamu lebih peka dong Mita" jawab Lexy
"Cieeee Mita, tanggung jawab tuh. Gara-gara kamu si Lexy jadi galau, hahaha" jawab Nando
"Iya tanggung jawab Mita, kasihan tuh si Lexy, hahahaha" jawab toton
"Apa sih kalian berdua kok jadi aku yang disalahkan sekarang, jelas-jelas aku tidak pernah sedikit pun mendengar kalau Lexy mengatakan kalau dia menyukaiku"
"Ingat-ingat Mita, ada seseorang yang menyatakan perasaannya lewat telepon dengan nomor tanpa nama diponsel milikmu coba periksa saja kalau kamu tidak percaya"
"Pesan nomor asing itu, sudah aku hapus semua pesannya. Hanya menggangguku saja"
"Kenapa kamu menghapusnya Mita, Itu nomor ponselku, kamu memang benar-benar tidak peka"
"Untuk apa aku harus menyimpan pesannya kalau tidak ada nama pengirimnya"
"Aku sudah mencantumkan huruf L dan A disetiap aku mengirimkan pesan kepadamu"
"Oh, tapi aku tidak pernah membacanya jadi jangan salahkan aku. Aku kira itu hanya nomor pengganggu saja"
"Tapi aku tulus mencintaimu Mita, jadi mau kan kamu menjadi pacarku"
"Semua sudah terlambat lexy" jawab Nando
"Maksudnya?"
"Mita sudah punya pacar sekarang"
"Terus masalahnya Nando"
"Mau kamu apa Lexy" tanya Mita
"Mudah kok Mita"
"Maksud kamu?"
"Putus dari pacar kamu sekarang dan pacaran denganku gampang kan. Jangan dibuat repot deh Mita"
"Tidak bisa semudah itu Lexy"
"Kenapa tidak bisa????, Itu hal yang paling mudah kan Mita sayang"
"Tetap tidak bisa Lexy, mita sudah terlalu mencintai dia. Jadi untuk menyakitinya Mita tidak bisa Lexy"
"Terlalu cinta atau hanya mencintai hartanya saja Mita, jujur saja"
"Jaga bicara mu Lexy, Mita bukan perempuan seperti itu. Jangan asal menuduh. Tidak semua perempuan mengharapkan hartanya saja tapi yang diharapkan itu adalah ketulusan nya Lexy"
"Kenapa kamu harus marah kalau itu memang kenyataannya kan Mita, jangan munafik deh Mita"
"Aku berkata yang sejujurnya Lexy"
"Wah, aku tersanjung sekali"
"Kamu mau tau apa alasannya aku sangat memcintai dia"
"Tentu, katakan saja aku ingin sekali mendengarnya"
"Karena dia lebih baik dibandingkan kamu Lexy"
"Oh ya, apa Istimewanya laki-laki berkacamata tebal itu dibandingkan Lexy yang sangat menawan ini, hahaha"
"Kamu akan tau jika kamu mulai jatuh cinta pada seseorang"
"Alah bilang saja kamu cuma manfaatkan dia doang kan Mita. Karena pacar kamu yang sekarang ini sangat pintar dan kaya raya. Jadi jujur saja jangan munafik Mita,tidak mungkin kamu menyukainya tanpa alasan apapun Mita. Lexy tidak akan percaya sedikitpun dengan apa yang kamu katakan sekarang"
"Terserah kamu mau percaya atau tidak apa yang aku katakan yang jelas aku mencintainya dengan tulus begitu juga dia"
"Marah nie ceritanya, hahaha"
"Aku tidak marah, Aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya saja tentang perasaanku. Kalau aku benar-benar tulus menyukainya dan itu semua bukan karena statusnya tapi karena ketulusannya menerimaku Lexy"
"Oh, jadi begitu ya ceritanya. Wah sangat tidak menarik sekali, hahaha"
"Dasar menyebalkan"
"Hahaha, jangan marah. Yang tadi aku lakukan hanya bercanda Mita kamunya saja yang terlalu percaya kalau aku itu benar-benar menyukaimu"
"Kamu keterlaluan Lexy"
Seseorang berbicara dari pengeras suara.
"Lexy nama kamu dipanggil tuh"
"Biasa fans berat Nando, kalau tidak bertemu sehari saja pasti rindu"
"Lexy...Lexy...,sudah sana temui kepala sekolah sekarang. Bisa-bisa nanti dia tambah marah lagi"
"Santai Nando, ini hal yang biasa kok Lexy bisa atasi ini semua. Kamu tenang saja, apa sih yang tidak bisa Lexy Artama lakukan paling juga diceramahi habis itu dihukum keliling lapangan dan setelah itu beres deh. gampangkan, jadi untuk apa harus ditakutkan kalau itu semua sudah sering kamu lakukan"
"Iya aku tau itu Lexy tapi kamu berhati-hati saja pasti kali ini kepala sekolah marah besar kepadamu Lexy , bisa-bisa kamu nanti dikeluarkan dari sekolah ini"
"Tenang saja Nando hal itu tidak akan pernah terjadi pada Lexy yang tangguh ini, percaya saja dan lihat nanti pasti cuma dihukum doang, hahahaha"
"Sudah sana temui kepala sekolah kalau sampai kamu telat menemuinya dia akan semakin bertambah marah Lexy "
"Ok, doakan aku ya teman-teman, hahaha"
"Situasi seperti ini masih saja kamu bercanda Lexy"
"Hidup itu tidak perlu dipusingkan jalani saja sesuai alurnya, gampang kan"
"Iya, iya, terserah kamu saja Lexy"
"Sudah pergi sana, kenapa masih disini saja"
"Ini juga aku mau pergi"
"Iya sudah pergi sana"
"Ok, Ok, tapi kalian berdua jangan merindukanku kalau nanti aku belum kembali, hahahaha"
"Jijik, pergi sana" perintah Nando
"Iya,hahaha"
Lexy pergi menuju ruangan kepala sekolah. Setibanya disana Lexy diceramahi kepala sekolah habis-habisan.
"Permisi Pak, apa bapak mencari saya"
"Akhirnya kamu datang juga Lexy, cepat duduk ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu"
"Baik Pak"
"Lexy kapan kamu bisa berubah, selalu saja nama kamu yang menjadi perbincangan para guru"
"Maksud bapak?"
"Kamu berbuat ulah lagi kan Lexy, jawab dengan jujur lexy pasti kamu kan pelakunya"
"Memangnya bapak ada bukti kalau saya yang melakukannya"
"Guru yang baru beberapa hari mengajar dikelasmu kembali berhenti mengajar dan guru itu yang memberitahu saya tentang kelakuan nakal kamu Lexy, jadi sudah jelas bahwa kamu lah pelakunya jadi jangan mengelak lagi Lexy"
"Hanya mendengarkan dari salah satu orang tanpa bukti yang jelas sama saja mencemarkan nama baik saya Pak"
"Yang paling nakal dikelas itu cuma kamu Lexy jadi mengaku saja Lexy kalau kamu itu adalah pelakunya"
"Kenapa saya harus mengaku tanpa ada bukti yang jelas Pak"
"Kamu memang benar-benar keras kepala ya Lexy"
"Bukannya yang lebih keras itu batu ya Pak bukan kepala"
"Disituasi seperti ini kamu masih bisa bercanda ya Lexy"
"Saya tidak bercanda Pak, kenyataannya batu lebih keras daripada kepala, kalau bapak tidak percaya, coba pukul saja kepala bapak dengan batu pasti bapak akan tau yang lebih keras itu kepala atau batu"
"Kamu mau menyuruh saya mati ya Lexy"
"Tidak Pak"
"Terus apa maksud kamu menyuruh saya untuk memukul kepala dengan batu, kamu mau membunuh saya ya Lexy"
"Bukannya tadi bapak mengatakan kalau saya keras kepala"
"Memang kamu keras kepala Lexy"
"Bapak salah"
"Maksud kamu?"
"Kepala saya tidak sekeras batu Pak"
"Lexy, kamu ini benar-benar ya"
"Memangnya saya salah apa lagi Pak yang saya katakan itu benar bahwa kepala saya tidak sekeras batu"
"Keliling lapangan 20 kali sekarang juga Lexy"
"Siap Pak"
"Lexy..Lexy..,kapan kamu bisa berubah"
"Tunggu bulan jadi dua Pak, hahahaha"
"Lexy!!!, kamu keterlaluan"
"Saya harus pergi keliling lapangan dulu Pak"
"Harus 20 kali putaran"
"Siap Pak"
"Saya akan meminta Pak kalid untuk mengawasi kamu Lexy"
"Ok Pak"
"Anak itu benar-benar susah diatur, semoga saja nanti dia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik"
Kepala sekolah hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku Lexy yang sulit untuk diatur.