
Lexy Artama terus mencari anak menyebalkan itu tetapi tetap saja anak menyebalkan itu tidak ditemukan dimana pun.
"Dimana anak itu sekarang, berani-beraninya dia menipu Lexy Artama. Apa dia nggak tau siapa aku. Awas saja kalau sampai aku bertemu dengannya"
"Lexy!!!, sedang apa kamu disitu???"
"Bukan urusanmu"
"Ya ampun ditanya baik-baik kok marah-marah sih"
"Karena kamu hanya menggangguku saja, sudah sana pergi"
"Ok, aku juga akan pergi sekarang"
"Iya sudah sana, kenapa masih disini saja. Kalau kamu kelamaan disini bisa-bisa kamu jatuh cinta lagi sama aku"
"Hahahaha, bercandanya nggak lucu. Aku pergi"
"Pergi sana, membuang waktu ku saja"
Berlalu pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun kearah Lexy berada saat ini.
"Kenapa disaat seperti ini ada saja orang yang mengganggu, benar-benar menyebalkan. Sekarang aku harus cari kemana lagi anak menyebalkan itu"
"Kak Lexy"
"Apa lagi sekarang!?!!, pergi sana kenapa kamu masih disini, sana pergi aku sedang sibuk sekarang. Pergi...pergi"
"Kak Lexy, ini aku anak yang tadi. Aku disini kak"
"Akhirnya kamu keluar juga dari tempat persembunyianmu. Cepat kesini ada yang ingin aku bicarakan sama kamu"
"Ok kak"
"Ton"
"Apa???"
"Si Lexy kenapa???"
"Kenapa bagaimana maksudnya"
"Ya ampun Ton, kok kamu nggak paham juga sih. Coba kamu perhatikan dengan teliti saat ini Lexy sedang berbicara dengan siapa???"
"Mungkin saja dengan dirinya sendiri, kamu kan tau akhir-akhir ini si Lexy suka bertingkah aneh"
"Ton, aku serius kenapa kamu malah bercanda"
"Nando aku itu serius jadi untuk apa kamu harus mempermasalahkan hal sepele seperti ini. Mungkin saja penyakit anehnya kambuh lagi"
"Penyakit aneh???, kamu asal bicara saja ton kalau sampai Lexy tau bagaimana???"
"Jangan dikasih tau Nando, kok ribet banget sih pemikiran kamu saat ini. Sudah biarkan saja Lexy seperti itu rencana kita saat ini adalah untuk pergi menjenguk ibu Natuna diuks jangan sampai rencana pura-pura sakit ini gagal total. Kan kamu sendiri yang kasih ide jadi lakukan dengan serius dong"
"Pura-pura apa yang kalian berdua maksudkan itu"
"Ton, yang bicara dibelakang kita itu siapa???"
"Mana aku tau, mungkin saja itu..."
"Itu apa maksudnya ton, jangan menakutiku seperti ini dong"
"Aku nggak menakutiku Nando mungkin saja saat ini memang ada.."
"Ada apa ton"
"Hantu!!!!!!"
"Ton, tunggu aku!!!!, Toton Suroton jangan tinggalin aku tunggu ton"
"Dasar anak-anak, bisanya berbohong saja. Katanya sakit tapi nggak sakit"
"Pak, ada apa Pak???. Kok ngomel-ngomel sendirian"
"Nggak ada apa-apa sebaiknya kamu juga kembali ke..., siapa yang berbicara tadi apa mungkin dia...."
"Saya disini Pak, hihihihi"
"Hantu!!!!!!!"
"Hihihihi, ternyata seru juga kalau menganggu orang-orang"
"Suara teriakan siapa itu???"
"Mungkin orang iseng kak"
"Sejak kapan kamu berada dibelakabgku bukannya tadi kamu di..."
"Dimana kak???, dari tadi aku dibelakangnya kakak kok. Kakak lupa ya hihihihi"
"Kamu pikir aku buta ya, jelas-jelas kamu tadi berada dihadapanku dan kenapa kamu bisa berpindah dengan cepat seperti itu. Apa kamu punya ilmu sihir???"
"Hihihihi, nggak ada kak"
"Kenapa tertawa mu seperti itu???, cepat ganti"
"Kak Lexy takut ya, hihihi"
"Hahahah, aku takut dengan anak sepertimu. Mimpi"
"Kakak yakin nggak takut, bagaimana kalau aku melakukan ini apa kakak tetap nggak takut. Hihihihi"
"Apa yang mau kamu lalukan???"
"Lihat saja, pasti kak Lexy ketakutan"
"Ok, siap takut. Cepat lalukan saja aku nggak punya banyak waktu"
Anak berkacamata tebal itu mulai melakukan aksinya dan hal itu membuatmu Lexy seketika ketakutan.
"Kalau seperti ini bagiamana kak???, hihihihi"
"Jangan-jangan kamu itu sebenarnya...."
"Sebenarnya apa kak Lexy, hihihih"
"Hantu!!!!!!"
"Hihihi, mau kemana kak katanya tadi nggak takut sama aku. Kak Lexy tunggu dong"
Karena ketakutan Lexy tidak sengaja menabrak pembatas jalan dan hal itu membuatnya terjatuh. Kepalanya terbentur cukup keras ke lantai dan hal itu membuatnya seketika tidak sadarkan diri.
"Ton sepertinya itu Lexy"
"Mana???, aku nggak melihat siapa pun orang disana. Mungkin perasaanmu saja"
"Toton, lihatlah dengan jelas. Aku yakin itu Lexy, sebaiknya kita kesana untuk memastikannya"
"Tapi Nando, kita sudah keluar dari kelas cukup lama kalau ibu menyebalkan itu tau kita melewati batas waktu bisa-bisa kita nggak bisa lagi mengikuti pelajarannya. Apa kamu mau hanya gara-gara satu guru saja kita nggak bisa lulus dari sekolah ini"
"Bukan seperti itu juga ton, iya aku tau waktu kita nggak banyak lagi tapi apa salahnya kita menolong dia pasti ibu menyebalkan itu akan mengerti"
"Terserah kamu saja aku nggak mau mengambil resiko Nando, kamu saja yang pergi melihatnya dan aku pergi kekelas"
"Tapi ton..."
"Nggak ada tapi-tapi lagi, aku nggak mau mengambil resiko kalau kamu ingin menolongnya silahkan tapi aku nggak akan membantumu"
"Ton, kalau itu teman kita bagaimana???. Apa kamu tetap nggak peduli"
"Nando, aku yakin Lexy itu masih diruangan kepala sekolah dan anak yang kamu maksud itu mungin saja sedang tertidur jadi biarkan saja"
"Kamu nggak punya hati ya ton"
"Aku punya kok, kan sekarang hati aku ada di kamu Nando. Masa kamu lupa"
"Toton..toton, disaat seperti ini kamu masih saja bercanda"
"Kan kamu sendiri yang mengajari ku"
"Kalau bicara sama kamu itu nggak akan ada habis-habisnya"
"Itu kamu tau, aku pergi duluan Nando"
"Pergi saja sana, dasar teman nggak bisa diandalkan"
"Oh iya, terserah kamu saja Nando. Kamu kan lebih suka dapat pujian jadi lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan saat ini. Semoga kamu beruntung Nando"
Nando pergi meninggalkan toton yang masih berderi tepat dihadapannya.
"Dasar pemarah, begitu saja sudah marah-marah. Biarkan saja Nando seperti itu kalau aku terus mengganggunya, masalah ini nggak akan selesai dengan mudah. Lebih baik aku kembali kekelas saja sebelum ibu menyebalkan itu menceramahiku didepan semua teman-teman"
Toton kembali kekelasnya tanpa Nando. Ditengah perjalanan toton bertemu seorang anak berseragam agak kotor menangis dikoridor sekolah, Karena penasaran toton menghampiri anak itu.
"Huhuhuhuhu"
"Adik kenapa kamu menangis, apa seseorang sudah mengagumu???"
"Hihihihihi"
"Kenapa suara tangisannya berubah???" Batin toton
"Kakak takut ya sama aku"
"Kenapa kakak harus takut???, kamu itu ada-ada saja. Oh Iya, kenapa pakaianmu itu sangat kotor sekali???"
"Hihihihi, apa kakak mau tau kenapa pakaianku kotor seperti ini kak???"
"Tentu saja kakak ingin tau, jika kamu mengizinkannya"
"Aku jatuh kah"
"Jatuh dimana???"
"Aku jatuh dari atas sana kak"
"Kamu pasti bercanda, mana mungkin kamu bisa selamat kalau sudah terjatuh dari atas sana"
"Hihihihi, tapi memang benar aku jatuh dari atas sana kak"
"Anak ini benar-benar sangat aneh, apa mungkin dia...." Batin toton
"Kak, kok diam saja. Apa kakak nggak mau tau hal lainnya lagi???"
"Memang masih ada hal yang lainnya lagi???"
"Hihihihi, tentu saja masih ada kak"
"Apa tertawa mu selalu seperti itu???"
"Iya kak, tertawa ku saat ini memeng seperti itu. Pasti kakak takut ya, hihihihi"
"Perasaanku mengatakan kalau anak ini benar-benar mencurigakan" batin toton
"Kak, bisa tolong aku"
"Tolong apa???"
"Pegang sebelah tanganku"
"Baiklah akan kakak lakukan, ayo sini kak toton bantu"
Toton tampak tekejut saat dirinya mengetahui bahwa tangan anak yang dipegangnya tiba-tiba lepas begitu saja.