This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 17 - Jatuh cinta



Beberapa jam setelah pelajaran usai, ibu Natuna meminta Lexy untuk ikut denganya keruang guru untuk membicarakan hal ini tetapi Lexy menolaknya dan pergi begitu saja meninggalkan ibu Natuna yang masih berdiri didepan pintu kelas.


"Lexy, ayo ikut saya sekarang"


"Lain kali saja tuna, saya sedang sibuk sekarang"


"Lexy, jangan seperti itu. Ayo ikut ibu sekarang juga"


"Kamu itu tuli ya tuna, sudah aku katakan aku tidak bisa pergi kenapa tau tidak mengerti juga"


"Hanya beberapa menit saja Lexy, apa kamu tidak bisa melakukannya"


"Tidak bisa, saya harus pergi sekarang"


"Lexy, setelah urusanmu selesai keruangan ibu"


Lexy pergi begitu saja meninggalkan itu Natuna. Toton dan Nando keluar dari dalam kelas.


"Ibu Natuna, kenapa masih disini???"


"Ini ibu juga akan pergi ton"


"Apa Lexy tidak pergi keruangan ibu???, kalau begitu saya saja yang pergi buk"


"Kamu itu Nando ada-ada saja, ya sudah ibu pergi dulu"


"Iya buk" jawab toton


"Hati-hati dijalan"


Sebelum pergi ibu Natuna menyentuh pundak Toton dan Nando setelah itu ibu Natuna pergi menjauh dari keduanya.


"Ibu pergi dulu ya ton"


"Iya buk"


"Ibu pergi dulu Nando"


"Iya, kalau Lexy tidak mau keruangan ibu biarkan Nando saja yang kesana"


"Kamu itu" sambil menyentuh pundak Nando


"Iya buk, toton juga mau keruangan ibu kalau Lexy tidak mau"


"Toton" ibu Natuna juga menyentuh pundak toton hal itu membuat toton bahagia


"Ibu pergi ya"


"Iya"


Ibu Natuna tersenyum kearah keduanya dan setelah itu pergi menuju ruangannya.


"Ton"


"Apa???"


"Tadi itu"


"Itu apa???"


"Ibu Natuna"


"Iya kenapa???"


"Menyentuh pundak kita"


"Iya Nando"


"Pulang sekolah nanti aku tidak ingin mencuci bajuku"


"Sama aku juga Nando, harus tangannya ibu Natuna saja masih menempel dibajuku"


"Iya, benar apa yang kamu katakan ton untuk itu aku akan menyimpan baju ini baik-baik. Dan aku tidak akan mencuci bajuku ini. Aku akan membeli baju yang baru dan menyimpan baju lamaku ini didalam lemari khusus"


"Memangnya kamu punya uang untuk membeli baju yang baru???"


"Kan aku bisa pinjam uangmu dulu"


"Untuk saat ini aku tidak cukup banyak uang Nando, kamu tau kan ibuku mengirim uang tidak begitu banyak bulan ini dan itu hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan ku sehari-hari dan sekolah, jadi aku sarankan padaku pinjam saja dengan Lexy mungkin saja dia mau membantumu"


"Lexy???, sebaiknya tidak. Kalau Lexy tau aku meminjam uangnya untuk membeli baju yang baru pasti dia akan bertanya bukannya kamu sudah punya baju kenapa harus membeli yang baru buang-buang uang saja"


"Benar juga, sekarang Lexy sedikiti pelit. Tapi tidak pelit-pelit juga, dia akan menghamburkan uangnya kalau suasana harinya sedang bagus jadi tunggu saja sampai suasana hati Lexy bagus"


"Mau sampai kapan ton, keburu aku tidak memakai baju kesekolah. Malu dong, kamu itu ya idenya kurang bagus"


"Iya tidak apa-apa ton, aku memang selalu menyusahkan mu jadi untuk saat ini aku tidak akan melakukannya lagi. Aku akan memeriksa uang tabunganku saja nanti sepulang sekolah semoga masih ada sisanya jadi kamu jangan merasa bersalah begitu ya. Aku tidak marah kok ton"


"Syukurlah, uangku selama kali ini. Ternyata Nando bisa dibohongi juga, Hahahaha" batin toton


"Ton, kenapa kamu senyum-senyum seperti itu. Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang ayo jujur ton"


"Aku tidak memikirkan apa-apa Nando, ayo kita kekantin sekarang pasti Lexy sudah menunggu kita disana"


"Benar juga, ayo kita kesana sekarang"


"Ayo"


Keduannya pergi menuju kantin sekolah untuk bertemu Lexy. Lexy tampak kesal saat keduannya belum tiba dikantin.


"Toton dan Nando kemana lagi, kenapa belum muncul juga batang hidungnya aku kan tidak suka kalau makan sendirian dasar teman yang tidak bisa diandalkan sama sekali. Menyebalkan"


Seorang pelayan menghampiri Lexy untuk menanyakan apa yabg ingin dipesannya.


"Permisi kak, mau pesan apa???"


"Nanti saja, saya sedang menunggu teman"


"Tapi maaf kan, disini sedang penuh pembeli dan tempatnya juga sudah penuh kalau kakak belum ingin memesan kakak bisa pergi dulu dan kembali nanti kalau kakak sudah ingin memesan"


"Jadi kamu mengusir saya dari sini, kamu belum tau siapa saya. Pasti kamu orang baru ya disini"


"Kakak murid disekolah ini kan"


"Kamu ini memang keterlaluan ya, pergi sana mau saya pesan atau tidak itu bukan urusan kamu kan jadi pergi dari hadapan saya sekarang juga"


"Dasar pemarah, aku kan hanya mengatakan hal yang sejujurnya kalau tidak punya uang kenapa harus ke kantin"


"Apa kamu bilang???, saya tidak punya uang. Saya bisa membeli seluruh makan yang dijual dikantin ini"


Mendengar suara keributan pemilik kantin keluar untuk memeriksanya.


"Gita ada apa???"


"Bibi lihat saja, orang sombong ini marah-marah bik"


"Apa kamu bilang sombong!!!"


"Den Lexy, maaf atas kelakuan keponakan saya den. Dia masih baru disini jadi belum kenal den Lexy. Gita ayo minta maaf sekarang juga


"Kenapa Gita harus minta maaf dengan orang sombong ini, Gita tidak melakukan kesalahan sedikitpun jadi untuk apa Gita harus minta maaf justru orang sombong itu yang harus minta maaf bik"


"Gita jangan keras kepala seperti itu, den Lexy pelanggan tetap kita disini jadi bersikaplah dengan baik dan jangan mengecewakan bibi Gita, ayo minta maag sekarang"


"Tapi bik, Gita tidak melakukan kesalahan apa pun"


"Tidak melakukan kesalahan katamu, tadi itu kamu mengusirku"


"Apa yang dikatakan den Lexy benar Gita???"


"Iya bik, soalnya dari tadi orang sombong ini hanya duduk-duduk saja dan tidak memesan apa pun. Sekarang kantin kita sangat ramai dan tetap duduknya tidak begitu banyak jadi Gita minta orang sombong ini untuk pergi saja dulu dan kembali nanti kalau sudah ingin memesan makanan disini. Apa Gita salah mengatakannya seperti itu bik???"


"Tentu salah Gita, tetap duduk ini sudah lama dipesan oleh den Lexy dan setiap hari dia membayar makan yabg bibi jual dengan uang lebi jadi bibi sengaja menyiapkan tempat khusus ini untuk den Lexy"


"Untuk apa orang sombong seperi dia diberi tempat yang sangat istimewa. Dia kan cuma manusia biasa bukan Tuhan bik jadi untuk apa kita menyembahnya"


"Bibi bukan menyembah den Lexy, tapi berkat den Lexy yang sering membantu bibi. Usaha kantin bibi bisa seperti ini sekarang Gita semua itu karena bantuannya den Lexy"


"Ternyata orang sombong ini baik juga" batin Gita


"Ayo Gita sebaiknya kamu minta maaf sekarang"


"Iya bik, maaf"


"Lain kali jangan diulangi"


Gita pergi tanpa menghiraukan Lexy yang berbicara kepadanya.


"Kurang sopan sekali anak itu, mengabaikan aku begitu saja. Lihat saja nanti apa yang aku lakukan untuk membalas semua ini tunggu dan lihat saja nanti. Pasti kamu akan menyukainya anak ingusan. Hahahaha" batin Lexy


"Sekali lagi ibu minta maaf ya den Lexy, Gita memang seperti itu kelakuannya maklumlah dia masih baru disini jadi belum banyak mengenal pelanggan tetap disini"


"Iya buk, tidak apa-apa saya mengerti kalau dia orang baru disini jadi ibu tidak perlu khwatir tentang hal ini karena saya sudah melupakan itu semua"


"Syukurlah kalau begitu den, ibu lega mendengarnya"


Lexy hanya bisa tersenyum dan pura-pura melupakan kejadian memalukan itu.