This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 39 - Keras kepala



Nando mulai menayakan sesuatu kepada Lexy, untuk mencari tau apa penyebab Lexy bisa seperti itu.


"Lexy, aku ingin tau kenapa kamu bisa pingsan???"


"Kalau itu, aku lupa. Yang aku tau tadi aku sedang bertemu kepala sekolah dan juga seorang anak berkacamata tebal dan setelah itu aku tidak tau lagi"


"Anak berkacamata???, bukanya tadi dia menemui kita berdua ya ton"


"Apa kamu yakin Nando kita pernah bertemu anak itu"


"Kamu ingat tidak saat anak berkacamata menayakan apa yang sedang kita bicarakan diluar kelas"


"Oh iya Nando, aku baru ingat anak berkacamata itu disuruh oleh seseorang yang kita kenal. Apa jangan-jangan kamu yang menyuruh anak itu ya Lexy???"


"Kenapa toton bisa tau kalau aku yang menyuruhnya???. Apa jangan-jangan anak menyebalkan itu berbohong kepadaku. Awas saja kalau nanti bertemu lagi akan aku buat dia menderita" batin Lexy


"Lexy kalau kamu hanya diam saja berarti kamulah yang menyuruh anak itu untuk menguping pembicaraan kami berdua" jawab Nando


"Iya Lexy, sebaiknya kamu mengaku saja. Kalau kamu lah yang menyuruh anak itu" jawab toton


"Kalau aku yang menyuruhnya, memangnya kenapa. Kalian berdua tidak terima, katakan saja"


"Santai Lexy jangan marah-marah seperti itu aku dan Toton hanya bertanya baik-baik kok. Tapi syukurlah akhirnya kamu mengaku juga kalau kamulah yang menyuruh anak itu"


"Oh iya Lexy, apa kamu mengenal anak berkacamata itu???. Sepertinya dia cukup mengenalmu"


"Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu, bertemunya saja baru hari ini. Dan anak aneh itu bertingkah sok akrab denganku, aku tidak mau bertemu anak menyebalkan itu lagi"


"Apa mungkin dia ada hubungannya dengan kepala sekolah???"


"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak ton, kalau ada yang mendengarnya bisa salah paham nanti"


"Tapi Nando, aku pernah melihat anak itu masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Setelah kepala sekolah keluar dari ruangnya aku pun mulai mencari tau apa anak itu masih didalam atau tidak, tapi yang ada ruanganya itu kosong"


"Apa kamu menemukan hal aneh diruangan itu ton????"


"Aku....aku...aku"


"Ton, cepat katakan saja jangan membuatku pensaran" jawab Lexy


"Iya nie si toton, selalu saja membuat kita pensaran. Cepat lanjutkan apa yang kamu lihat setelah itu"


"Aku tidak melihat apapun dan aku kembali kekelas. Aku takut kalau ketahuan kepala sekolah"


"Toton ceritamu itu sungguh tidak seru sama sekali"


"Memang tidak seru dan kenapa kalian berdua mau mendengarnya"


"Itu hanya iseng saja, bukan begitu Lexy"


"Iya, cuma iseng saja. Tapi ceritanya sama sekali tidak bermutu"


"Maaf dokter mengganggu waktunya, dokter harus memeriksa Lexy dulu"


"Ton, cepat minggir dokter Derin mau lewat"


"Bagiamana caranya???, kamu tidak lihat tanganku penuh makanan"


"Sini aku bantu membawanya"


"Kenapa tidak dari tadi Nando, tangan ku ini sudah sakit sekali"


"Baru seperti ini saja kamu sudah kelelahan"


"Aku kan lemah"


"Drama kamu ton" jawab Lexy dengan santainya


"Lexy"


"Iya dok"


"Apa luka dikepalamu masih terasa sakit???"


"Tidak, sekarang baik-baik saja"


"Kalau seperti itu dokter kamu bisa pulang lebih awal dan jangan lupa minum obat yang sudah dokter berikan"


"Tapi saya tidak akan pulang lebih awal dok, saya masih mau disekolah"


"Wah sekarang Lexy sudah mulai rajin bersekolah"


"Rajin atau tidak itu bukan urusan dokter kan"


"Lexy jaga bicara mu itu, dokter Derin yang sudah membantu mengobati lukamu itu. Bersikaplah lebih sopan lagi Lexy"


"Nando, itu sudah menjadi tugasnya disini jadi untuk apa aku harus berbasa-basi mengucapkan terimakasih kepadanya. Buang-buang waktuku saja"


"Sudahlah kalian itu terlalu banyak drama, itu sudah menjadi tugasnya dan untuk apa harus berterima kasih"


"Dasar keras kepala, dikasih tau baik -baik kamu justru marah-marah"


"Nando kamu itu harus bisa membedakan mana yang marah dan mana yang mengatakan kejujuran"


"Tapi Lexy..."


"Sudah Nando jangan diperpanjang lagi masalah seperti ini, kamu tau sekarang Lexy sedang sakit pasti perasaannya saat ini kurang baik jadi maklumi saja"


"Lexy itu mau dia sakit atau tidak sama saja ton"


"Iya aku tau itu, tapi untuk sekarang mengalahlah Nando ini untuk kebaikan kita juga kan"


"Baiklah ton"


Dokter Derin hanya bisa tersenyum melihat apa yang ketiganya lakukan.


"Kenapa tersenyum dok, apa yang kami lakukan membuat dokter senang"


"Tidak ada apa-apa Lexy"


"Lexy sudahlah kenapa sikapmu seperti itu"


"Suka-suka aku dong, masalah untukmu Nando"


"Kamu itu dikasih tau selalu saja tidak terima, sudahlah mau kamu sakit atau apapun itu aku tidak akan pernah perduli lagi. Simpan saja makanan itu ton dan kita pergi saja dari sini, mau dimakan atau tidak terserah"


"Mau seperti ini saja kamu sudah marah Nando, lemah sekali kamu"


"Lexy sudahlah kalian berdua itu sudah bersahabat cukup lama dan karena hal sepele seperti ini kalian bertengkar"


"Yang mulai duluan itu Nando, bukanya aku ton jadi salahkan Nando dong kenapa kamu harus menyalahkanku dalam hal ini"


"Enak saja, aku mengatakannya supaya kamu bisa berubah Lexy. Berhentilah bersikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua"


"Bersikap sopan, percuma Nando. Tidak ada keuntungannya sama sekali"


"Yang kamu pikirkan hanyalah keuntungannya saja, sudah jelas kamu tidak akan mendapatkan apa pun dari apa yang kamu lakukan Lexy"


"Oh ya, apa kamu juga mendapatkannya setelah kamu juga melakukan hal sama sepertiku"


"Sudah-sudah hentikan sekarang berdebatan kalian kita datang kesini untuk menjenguk bukan untuk adu mulut" jawab toton


"Tapi ton.."


"Sudahlah Nando hentikan saja sekarang jangan menambah masalah yang lebih rumit lagi dan kamu juga Lexy jaga sikapmu itu"


"Kenapa aku yang disalahkan jelas-jelas yang mulai duluan itu Nando"


"Kamu lihat sendirian kan Nando, si keras kepala itu tidak ingin disalahkan jadi percuma saja kamu bersikap baik kepadanya. Responnya saja seperti itu"


"Nando dan Lexy sebaiknya kalian berbaikan saja, kita itu sahabatan cukup lama dana masalah seperti ini tidak harus dibesar-besarkan. Apa kalian berdua tidak malu dilihat oleh dokter Derin karena sikap kalian yang seperti ini"


Keduanya berpikir sejenak tentang perkataan Nando dan pada akhirnya Lexy lah yang meminta maaf terlebih dulu kepada Nando begitu juga Nando meminta maaf kepada Lexy atas kesalahanpaham yang telah terjadi.


"Bagiamana????, apa kalian berdua masih ingin melanjutkan perdebatan ini"


"Tidak ton"


"Kalau kamu Lexy???, apa kamu masih ingin melanjutkannya juga???"


"Tentu saja tidak"


"Kalau kalian berdua tidak ingin melanjutkannya sebaiknya berbaikan lah"


"Nando"


"Iya Lexy"


"Maafkan aku atas sikap kasar ku tadi"


"Aku juga minta maaf Lexy atas apa yang aku katakan tadi"


Keduanya berpelukan dan melupakan kejadian itu. Dokter Derin sangat bangga kepada toton karena sikap tegasnya itu kedua sahabatnya kembali akrab dan kesalahpahaman yang terjadi terselesaikan.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Lexy, aku tau kondisimu saat ini tidak begitu baik dan aku membuatmu bertambah kesal dengan apa yang aku katakan"


"Nando, sudahlah aku juga melakukan kesalahannya yang sama. Karena itu kita lupakan saja apa yang sudah terjadi"


"Berkat Toton keduanya bisa kembali akur lagi, ternyata toton anaknya bisa diandalkan juga. Beruntunglah Lexy mempunyai sahabat seperti toton, semoga saja persahabatan mereka tidak akan terputus dan selalu bersama sampai akhir hayat nanti" batin dokter Derin


Ketiganya pun mulai asyik mengobrol sampai-sampai waktu istirahat telah pun berakhir dengan cepatnya.