
Ibu Natuna membawa Lexy sedikit menjauh dari kedua temannya.
"Apa hari ini ibu menganggumu Lexy???" Tanya ibu Natuna
"Sedikit, ada perlu apa ibu mengajak saya kesini. Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan saya harus segera pergi sekarang"
"Tunggu dulu Lexy, berikan ibu beberapa waktu saja. Bisa kan"
"Sial, kenapa dia memandangku seperti ini. Sadar Lexy jangan pernah terpengaruh dengan wajah polosnya itu" batin Lexy
"Lexy, bisakan kamu memberi ibu waktu beberapa menit saja"
"Ok, lima menit"
"Siap"
Ibu Natuna mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya dan memberikan buku itu kepada Lexy.
"Ini Lexy"
"Apa ini???"
"Beberapa catatan yang harus kamu pelajari, kamu banyak ketinggalan pelajaran kan jadi ibu membuatkan beberapa catatan untuk kamu pelajari dirumah"
"Saya tidak butuh buk"
"Lexy jangan menolak kebaikan ibu, ini juga untuk masa depanmu juga kan. Apa kamu ini selamanya menjadi murid disekolah ini????"
"Tidak"
"Maka dari itu terima buku catatan ini ya sebagai bahan yang bisa kamu pelajari dirumah"
Lexy berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan untuk mengambil buku itu.
"Bagaimana Lexy???"
"Baiklah, saya akan mengambilnya buk"
"ibu senang mendengarnya, kalau kamu kesulitan dalam belajar kamu bisa menghubungi ibu"
Ibu Natuna mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya kepada Lexy.
"Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi ibu kalau kamu kesulitan dalam belajar"
"Iya"
"Buku itu kamu simpan saja dan jangan dikembalikan karena ibu khusus membuatkan catatan itu untuk kamu Lexy disimpan yang baik-baik dan dipelajari juga dirumah jangan bermalas-malasan"
"Iya buk, akan saya usahakan sebisa mungkin"
"Itu harus Lexy, jangan menyerah dan selalu semangat belajarnya"
Lexy terdiam beberapa saat melihat ibu Natuna tersenyum bahagia didepan matanya.
"Lexy, kamu kenapa???"
"Iya..iya.. Ada apa??"
"Tidak ada apa-apa Lexy, oh iya sebelum ibu pergi ada sesuatu yang ingin ibu berikan kepadamu"
"ya ampun perempuan ini, apa lagi yang akan diberikan olehnya. Kenapa akan harus mengikutinya sampai kesini. Lexy..Lexy" batin Lexy
Ibu Natuna mengeluarkan beberapa cokelat untuk diberikan kepada Lexy.
"Ini untuk kamu Lexy"
"Cokelat????"
"Iya cokelat, kemarin ibu belajar membuatnya semoga kamu suka ya"
"Tapi saya tidak suka cokelat buk"
"Oh begitu, ya sudah ibu berikan kepada teman-temanmu saja"
"Jangan buk, biarkan saya saja yang memberikannya"
"Baiklah"
Ibu Natuna menyerahkan cokelat itu kepada Lexy dan setelah itu pergi menuju ruang guru.
"Kalau begitu ibu pergi dulu Lexy, jangan lupa dipelajari ya buku yang ibu kasih"
"Iya"
"Dan satu hal lagi"
"Apa buk???"
"Cokelatnya jangan lupa diberikan untuk toton dan Nando ya"
"Pasti buk"
"Ya sudah ibu pergi dulu, sampai bertemu dikelas Lexy"
"Baik buk"
"Jangan lupa dipelajari ya Lexy"
"Iya buk"
Setelah kepergian ibu Natuna, Nando dan toton menghampiri Lexy yang duduk termenung sambil memegang beberapa buku ditangannya.
"Lexy" sapa Nando
(Tidak menjawab)
"Nando sepertinya Lexy sedang kesurupan"
"Kesurupan apa???"
"Buku catatan dari ibu Natuna"
"Bagiamana kamu bisa tau ton kalau buku yang sekarang dipegang oleh Lexy milik ibu Natuna"
"Itu soal gampang Nando, apa kamu pernah melihat Lexy membawa buku sebanyak ini"
"Tidak"
"Sudah jelaskan kalau buku yang sekarang dipegang oleh Lexy milik ibu cantik itu"
"Kamu baru tau ya"
"Tidak juga sih, kamu pintarnya kan kadang-kadang kan ton. Hahaha"
"Sial kamu Nando, gini-gini aku pernah juara"
"Juara apa???"
"Juara kelas lah, memangnya kamu tidak pernah juara kelas sama sekali"
"Siapa bilang, aku juga pernah juara kok walaupun bukan juara kelas"
"Memangnya kamu pernah juara apa???, ikut lomba saja kamu tidak pernah bagaimana kamu bisa dapat juara jangan mengada-ngada deh Nando"
"Siapa yang mengada-ngada sih ton aku serius tau, pasti kamu mau tau kan dulu aku pernah juara apa???"
"Memangnya kamu pernah juara apa???"
"Juara menangkap pocong, hahahaha"
"Dasar tukang bohong ya kamu"
"Hahahaha, kenapa kamu mau percaya kalau aku tukang bohong salah kamu sendiri kan ton"
"Bicara sama kamu itu ya Nando, bikin emosian tau"
"jangan selalu emosian ton, ntar kamu cepat tua seperti kakekku dirumah. Hahaha"
"Sudah-sudah kenapa kalian berdua harus meributkan hal yang tidak penting"
"Akhirnya teman kita sadar juga ton"
"Iya Nando, syukurlah ternyata teman kita masih bernafas"
"Kalian pikir aku sudah mati begitu"
"Bukan begitu Lexy, hanya saja dari tadi kamu selalu saja melamun jadi kami pikir kamu sedang memikirkan sesuatu, iya kan ton"
"Iya Lexy, apa yang dikatakan Nando itu benar. Tadi apa yang kamu bicarakan dengan ibu cantik itu"
"Si tuna"
"Kok Tuna sih, namanya ibu Natuna Clara"
"Iya..iya ton terserah mau namanya Natuna atau ikan tuna apa bedanya sama-sama ada tunanya kan kenapa harus ribet"
"Tapi Lexy"
"Sudah ton jangan diperpanjang lagi, kamu kan tau Lexy sedang banyak masalah jadi jangan tambah masalah lagi untuknya" bisik Nando
"Bukan begitu Nando, apa yang dikatakan oleh Lexy itu sangat keterlaluan jadi harus diluruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih banyak lagi"
"Iya aku tau itu ton, tapi untuk sekarang jangan menambah masalah untuk Lexy"
"Kamu lebih membela kejahatan dibandingkan kebaikan ya Nando"
"Bukan begitu ton, kamu kan tau Lexy orangnya seperti apa. Mau bagaimana pun kamu menjelaskan semuanya pasti ujung-ujungnya diabaikan begitu saja kan. Jadi saran ku adalah mengalahlah untuk saat ini demi kebaikan Lexy, suatu hari nanti Lexy juga akan berubah kan ton"
"Ya sudah, aku tidak akan memperpanjang lagi masalah ini"
"Gitu dong"
"Kalian berdua sedang membahas tentang apa, kenapa harus berbisik-bisik seperti itu"
"Kamu lihat sendiri kan Nando, apa yang aku katakan tentang Lexy. Dia itu orangnya tidak konsisten"
"Maksud kamu ton"
"Kamu lihat saja sekarang, tadi marah-marah dan sekarang jadi baik. Ntah apa yang telah merasuki teman kita ini Nando"
"Jangan sembarangan bicara ton, kamu pikir teman kita dirasuki hantu begitu"
"Mungkin saja kan"
"Kenapa kalian jadi sibuk sendiri, apa pertanyaanku sangat sulit untuk kalian jawab"
"Bukan begitu Lexy, kami hanya..."
"Hanya apa Nando"
"Ton, ayo bantu aku"
"Bantu bagaimana???"
"Sebisa kamu saja"
"Kenapa kalian berdua???, apa ada yang ingin kalian tanyakan kepadaku sampai-sampai kalian berdua harus berbisik-bisik didepan ku seperti ini"
"Bukan begitu Lexy, kami berdua hanya mau..."
"Mau apa ton???, ayo katakan saja kenapa harus ketakutan seperti itu"
"Ayo ton cepat katakan"
"Aku harus mengatakan apa Nando, aku benar-benar bingung sekarang"
"Ton kenapa harus berpikir dulu, cepat katakan apa yang ingin kamu tanyakan"
"Ayo ton, tunggu apa lagi. Cepat katakan"
"Kamu itu ya Nando, tidak segampang itu untuk mengatakannya kalau kamu di posisiku kamu juga tidak akan bisa mengatakan apa-apa"
"Iya..iya, aku paham maksudmu ton. Tapi sekarang aku tidak berada diposisimu jadi untuk apa aku harus takut"
"Dasar teman tidak pengertian sekali kamu Nando"
"Bukannya tidak pengertian ton, otakku saat ini tidak bisa berpikir dengan baik"
"Otakmu kan memang selalu begitu Nando"
"Hehehehe, itu kamu tau ton, jadi maafkan aku tidak bisa membantumu kali ini"
"Setiap waktupun kamu tidak pernah membantuku Nando yang kamu lakukan hanya menyusahkan ku saja"
"Tepat sekali"
Untuk saat ini Toton tidak bisa menjawab pertanya yang telah diberikan Lexy kepadanya.