This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 21 -Pengganggu



Dengan tergesa-gesa akhirnya Willy sampai diruangan ibu Natuna, Willy mengutuk pintu ruangan itu dan dia sangat berharap kalau Lexy masih berada didalam.


"Semoga saja Lexy masih didalam, aku harus segera meminta maaf padanya kalau tidak bisa-bisa aku dikeluarkan dari sekolah ini. Aku tidak ingin hal itu terjadi kepadaku"


Ibu Natuna membuka pintu itu dan mempersilakan Willy untuk masuk kedalam.


"Siang buk"


"Siang, ada perlu apa Willy???. Ibu tidak memanggilmu untuk datang kesini"


"Apa Lexy masih didalam buk???"


"Masih, dia sedang mengganti pakaiannya"


"Syukurlah kalau begitu, apa saya boleh masuk dan bertemu dengannya"


"Tentu, silahkan"


"Terimakasih buk"


"Silahkan duduk Willy, sebentar lagi Lexy selesai mengganti pakaiannya"


"Baik buk, saya akan menunggunya"


"Sepertinya kamu sangat kelelahan Willy, apa kamu berlari sampai kesini???"


"Iya buk"


"Apa yang sebenarnya terjadi Willy???, sepertinya kamu ingin secepatnya bertemu Lexy???"


"Ada masalah kecil yang terjadi antara saya dan Lexy buk"


"Apa mungkin luka-luka itu karena dipukul oleh Willy???" Batin Natuna


"Ibu Natuna"


"Iya Willy"


"Apa masih lama Lexynya???"


"Nanti ibu akan panggilkan Lexynya dulu, sambil menunggunya silahkan diminum minumannya pasti kamu sedang kehausankan. Jadi jangan malu-malu ya Willy"


"Iya buk"


"Kalau bergitu ibu pergi dulu ya, nikmati minumannya"


"Ternyata ibu Natuna sangat baik , beruntung sekali Lexy bisa akrab denganya, aku jadi iri melihatnya . Willy apa yang kamu pikirkan,kamu datang kesini itu hanya untuk meminta maaf kepada Lexy bukannya iri melihat kedekatan mereka berdua" batin Willy


"Ibu tinggal dulu ya Willy"


"Iya buk"


Natuna menghampiri Lexy yang baru saja selesai mengganti pakaiannya.


"Tuna, aku sudah selesai mengganti pakaian, ternyata pakaian yang kamu pinjamkan ternyata ukurannya sama"


"Syurkurlah kalau begitu Lexy, ibu sebenarnya akan memberikan kepada seseorang yang sangat ibu kenal karena sudah tidak bisa bertemu lagi akhirnya ibu menyimpannya sampai sekarang, tapi syukurlah kalau ukurannya sama"


"Kalau seperti itu kenapa kamu meminjamkannya kepadaku tuna"


"Ambil saja untukmu Lexy, nanti ibu bisa membuatkan satu lagi untuknya"


"Ya sudah kalau kamu memaksa tuna"


"Oh iya, ada yang ingin bertemu denganmu"


"Siapa???"


"Pergi dan lihatlah sendiri dia sedang menunggumu diluar, cepat temui dia"


"Baiklah"


Lexy hanya menurut dan pergi menemui orang itu.


"Lexy"


"Mau apa lagi Willy, belum puas kamu memukulku dikantin tadi atau kamu datang kesini ingin memukulku lagi"


"Bukan seperti itu Lexy, aku datang kesini hanya untuk minta maaf kepadamu atas apa yang aku lakukan dikantin"


"Jadi sekarang kamu menyadari apa yang kamu lakukan itu salah"


"Aku hanya telalu emosi Lexy, makanya aku melakukan kesalahan itu"


"Jadi tadi kamu emosi dengan apa yang aku katakan dan sekarang setelah puas memukulku kamu datang dan meminta maaf agar semua masalah ini cepat selesai, tidak semudah itu Willy"


"Jangan seperti itu Lexy, kalau kamu ingin membalas perbuatanku lakukan saja aku akan menerimanya Lexy dan tolong jangan perpanjang masalah ini. Aku mohon Lexy"


"Dengan semudah itu kamu ingin mengakhiri denganku, jangan harap Willy. Kamu yang melakukan kesalahan kamu tanggung sendiri akibatnya"


"Lexy jangan seperti itu, aku memang salah karena sudah memukulmu. Tapi tidak bisa kah kamu memberiku satu kesempatan lagi untuk menebusnya"


"Apa yang ingin kamu lakukan tidak akan bisa mengubah keputusanku Willy, jadi terima saja resikonya. Itu semua yang kamu inginkan karena berani melawan ku"


"Jangan seperti itu Lexy, beri aku kesempatan aku akan menebus kesalahaku. Tolong beri aku satu kesempatan lagi Lexy"


"Sebenarnya apa yang terjadi Willy???"


"Apa maksudmu Willy??, ibu tidak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan"


"Yang membuat Lexy seperti itu adalah saya buk dan sekarang saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf kepada Lexy. Tetapi Lexy tidak menerima pemintaan maaf dari saya buk"


"Itu kesalahan yang kamu perbuat sendiri Willy jadi wajar kalau kamu harus menanggung semuanya"


"Tapi hal itu aku lakukan karena kamu yang memintanya sendiri Lexy"


"Lexy, apa yang dikatakan Willy itu benar"


"Tolong saya buk, saya tidak ingin dikeluarkan dari sekolah ini"


"Lexy, kenapa kamu hanya diam saja. Ibu tadi bertanya apa benar kamu yang meminta Willy untuk memukulmu"


"Iya memang aku memang memintanya untuk memukulku tapi itu untuk yang kedua kalinya"


"Maksudnya"


"Yang pertama kali dia memukulku lebih dulu dan selanjutnya aku memintanya untuk memukulku lagi karena sepertinya dia belum puas untuk memukulku"


"Apa benar yang dikatakan Lexy???"


"Iya buk, benar apa yang dikatakan Lexy. Karena hal itu saya datang kesini untuk bertemu dengannya dan meminta maaf tapi sepertinya Lexy tidak mau memaafkan saya dan berencana ingin membalas dendam atas apa yang telah saya lakukan buk"


"Lexy, kamu tidak boleh seperti itu. Willy sudah datang kesini dan ingin bertemu denganmu untuk meminta maaf kenapa kamu ingin membalas perbuatannya. Ibu kecewa sama kamu Lexy jika benar kamu ingin melakukan hal ini"


"Buk tuna, dengarkan aku baik-baik. Orang seperti Willy itu tidak pantas untuk dimaafkan ibu lihat saja dari wajahnya saja tidak terlihat kalau dia tulus meminta maaf. Jadi untuk apa aku harus memberikannya maaf"


"Lexy, aku benar-benar tulus meminta maaf kepadamu. Aku sudah menyadari apa yang aku lakukan itu salah dan tolong maafkan aku dan lupakan apa yang telah terjadi"


"Lebih baik memberi maaf Lexy"


"Si tuna itu bukannya membelaku malah memintaku untuk memberikan maaf kenapa anak itu, dasar pilih kasih. Disini aku juga terluka dan anak itu memintaku untuk melupakannya begitu saja. Ini benar-benar keterlaluan" batin Lexy


"Lexy, bagaimana???. Sebaiknya memberi maafkan"


"Iya"


"Jadi kamu menerima permintaan Maafku Lexy"


"Iya, aku sudah memaafkanmu Willy. Sebaiknya kamu pergi dari sini ada yang ingin aku bicarakan dengan ibu tuna"


"Baiklah Lexy, aku akan pergi sekarang. Terimakasih sudah menerima permintaan maafku"


"Iya, sudah cepatlah pergi sebelum aku berubah pikiran"


"Baik-baik, aku akan pergi sekarang. Ibu Natuna Willy pamit dulu"


"Iya Willy"


"Terimakasih atas bantuannya, kalau tidak ada ibu saya pasti tidak akan dimaafkan Lexy"


"Tanpa si tuna aku juga bisa memaafkanmu Willy" batin Lexy


"Bukan ibu yang melakukannya Willy, itu semua adalah kemauan dari hati Lexy jadi jangan berterimakasih kepada ibu karena ibu tidak melakukan apa-apa"


"Baiklah,kalau begitu saya pamit buk"


"Iya Willy"


"Si tuna ini memang unik, dia tidak pernah menyombongkan diri atas apa yang telah dilakukannya. Walaupun saat ini dia yang memintaku untuk memaafkan si pengecut itu tapi tetap saja dia mengatakan bahwa dia bukan yang melakukan hal itu. Aku benar-benar menyukainya. Lexy apa yang kamu katakan. Hilangkan pikiran seperti itu dan tetap fokus dengan rencana awal mu untuk menyingkirkan si tuna ini dari sekolah" batin Lexy


"Lexy, kenapa kamu senyum-senyum seperti itu???. Apa yang sedang kamu pikirkan Lexy???"


"Bukan apa-apa"


"Ibu tadi bertemu guru yang akan mengajar dikelas mu"


"Apa yang kamu katakan???"


"Ibu mengatakan kalau kamu tidak bisa mengikuti pelajarannya karena sedang sakit"


"Apa dengan begitu dia akan percaya kalau aku sedang sakit???"


"Tentu saja Lexy, karena ibu yang mengatakan akan merawat mu sampai pulih kembali jadi guru itu percaya"


"Apa!!!!!!"


"Kamu kenapa Lexy????"


"Aku harus kembali ke kelas sekarang"


"Tapi kamu belum sembuh Lexy, jadi istirahat saja disini dulu sebelum kamu kembali. Kalau kamu kembali ke kelas sekarang guru itu tidak akan percaya lagi dengan apa yang ibu katakan. Jadi ibu mohon menurut saja untuk kali ini"


"Si tuna bisa saja membuat hatiku luluh dan mengikuti apa yang dikatakan olehnya" batin Lexy


"Lexy ibu mohon jangan pergi sekarang"


"Iya, aku akan disini untuk sementara"


"Anak baik" mencubit pipi Lexy


Lexy tidak melarangnya untuk melakukan hal itu. Untuk saat ini Lexy bisa menghabiskan waktunya bersama ibu Natuna tanpa ada penganggu lagi didekatnya.