
Semua guru mulai panik saat mengetahui hal tersebut. Mendengar hal itu kepala sekolah mengadakan rapat untuk memecahkan masalah ini.
"Terimakasih untuk ibu dan pak guru sekalian yang sudah hadir, kenapa saya meminta ibu dan bapak untuk hadir disini karena saya ingin membicarakan masalah yang terjadi akhir-akhir ini"
"Maaf jika saya memotong pembicaraan bapak, tapi masalah seperti apa yang terjadi akhir-akhir ini Pak"
"Masalah yang sangat penting sekali ibu Natuna dan sekarang juga kita harus mencari solusinya untuk mengatasi masalah ini"
"Apa ini ada hubungannya dengan kejadian teror hantu itu Pak???"
"Dari mana ibu Natuna bisa menyimpulkan bahwa kejadian ini berhubungan dengan teror itu"
"Saya mendengar dari pembicaraan murid-murid Pak"
"Mungkin saja itu hanya ke isengan murid-murid saja jangan terlalu dihiraukan ibu Natuna"
"Tapi Pak kepala sekolah, apa yang dibicarakan murid-murid saat ini memang benar adanya"
"Apa ibu Mika punya buktinya???"
"Tentu saja saya memiliki buktinya Pak, beberapa hari lalu saya mengajar dikelas Lexy Artama dan hal aneh pun tejadi disana Pak dan itu semua ada kaitannya dengan teror hantu itu"
"Apa mungkin ada orang iseng yang melakukan hal itu untuk menjatuhkan nama sekolah kita Pak"
"Jangan mengambil kesimpulan secepat itu Pak Willy, mungkin saja ada alasan yang lain kenapa murid-murid bisa berbicara seperti itu"
"Tapi Pak kepala sekolah masalah ini tidak bisa dianggap remeh begitu saja kalau misalkan masalah ini semakin rumit dan reputasi sekolah kita hancur bagaimana???"
"Benar apa yang dikatakan Pak Willy kita tidak boleh menganggap masalah ini hal yang sepele kalau imbasnya menyangkut nama baik sekolah kita bisa gawat Pak. Bisa-bisa tidak ada lagi murid yang mau bersekolah disini lagi"
"Tenang dulu Pak Tirtan kita pasti menemukan solusinya"
"Tapi mau sampai kapan Pak kepala sekolah????, keadaan seperti ini harus segera dihentikan sebelum hal buruk tejadi"
"Saya juga mengerti tentang kekhawatiran guru-guru sekalian tapi kita juga harus menyelidiki dulu dan jangan langsung mengambil tindakan gegabah"
"Tapi Pak kalau kita terus mengulur waktu bisa-bisa guru-guru bisa mengalami hal sama"
"Saya juga sedang mencari cara untuk mengatasi masalah ini ibu Mika, tapi tidak semudah itu untuk mengambil sebuah keputusan"
"Bagaimana untuk beberapa hari kita liburksn murid-murid"
"Ide yang bagus itu Pak Willy, supaya tidak terjadi hal buruk kita harus meliburkan murid-murid untuk beberapa hari. Bagaimana Pak kepala sekolah???"
"Itu keputusan yang bagus ibu Mika dan Pak Willy, saya akan meliburkan anak-anak untuk beberapa hari kedepan sampai masalah ini bisa terselesaikan"
"Kalau seperti itu, biarkan saya saja yang mengumumkannya dari pengeras suara sekolah"
"Untuk saat ini biarkan ibu Natuna yang melakukannya ibu Alimah"
"Tapi Pak, lebih baik ibu Alimah saja yang melakukannya karena ibu Alimah orang yang tepat untuk melakukan hal ini"
"Baiklah jika itu yang ibu Natuna inginkan, saya juga tidak bisa memaksa ibu Natuna untuk melakukannya"
"Ibu Natuna itu sudah pandai sekali mengambil hati kepala sekolah kita" bisik ibu Luccy
"Benar buk Luccy, apa mungkin teror hantu itu ada hubungan dengan ibu sok cantik itu"
"Bisa jadi Welly, saya juga merasa bahwa ibu sok cantik itu pasti ada hubungannya dengan hal ini"
"Apa jangan-jangan ibu sok cantik itu ingin mengambil alih untuk menjadi kepala sekolah"
"Mungkin saja ibu Zahra, wajah polosnya itu hanya menjadi penyamarannya saja tapi ibu sok cantik itu mengincar posisi untuk menjadi kepala sekolah"
"Jangan asal bicara seperti itu ibu Lenna, bukankah yang mengincar posisi kepala sekolah itu ibu Lenna sendiri"
"Tapi apa yang dikatakan ibu Luccy itu tidak ada buktinya sama sekali dan hal itu sama saja mencemarkan nama baik ibu Natuna"
"Iya memang saat ini saya belum punya bukti ibu Annisa tapi lihat saja dalam beberapa hari kedepan saya pasti menemukan buktinya lihat saja nanti"
"Annisa tenanglah jangan terlalu ikut campur dalam masalah ini dan fokus saja dengan magang kita saat ini"
"Tapi ibu Annie mereka itu sudah keterlaluan bicara seperti itu. Ibu Annie tau kalau selama ini ibu Natuna selalu membantu kita dalam menyelesaikan apa pun masalah yang kita hadapi dalam masa magang ini"
"Iya saya tau ibu Annisa, tapi posisi kita saat ini tidak memungkinkan kalau kita terus saja ikut campur dalam masalah ini bisa-bisa masa magang kita dihentikan sebelum masa magang itu berakhir jadi bersabarlah ibu Annisa dan yakinlah bahwa ibu Natuna bisa mengatasinya"
"Tapi ibu Annie, kita tidak harus mengabaikan ibu Natuna begitu saja disaat guru-guru lain mengatakan hal buruk tentang ibu Natuna karena ibu Natuna bukan orang seperti itu"
"Iya aku tau itu Annisa, tapi keadaan kita sekarang tidak sepenuhnya bisa membantu kan. Jadi lebih baik kamu fokus saja dan jangan telalu menghiraukan hal ini"
"Tapi ibu Annie"
"Bersabarlah ibu Annisa, setelah kita menjadi guru tetap disini kita berdua pasti bisa membantu ibu Natuna menghadapi guru-guru menyebalkan itu. Percayalah dengan apa yang aku katakan"
"Ibu Luccy apa yang sedang mereka berdua bicarakan????"
"Jangan terlalu dihiraukan ibu Mika mereka berdua pasti sedang membicarakan hal yang tidak penting mengenai ibu sok cantik"
"Ibu sok cantik???, siapa yang ibu maksud???"
"Siapa lagi kalau buka ibu Natuna Clara yang sukanya tebar pesona itu"
"Ibu Natuna bukannya tebar pesona ibu Luccy, tapi yang benar itu guru-guru laki-laki yang tebar pesona kepada ibu Natuna"
"Jadi sekarang ibu Mika berpihak dengannya???"
"Saya tidak berpihak dengan siapapun ibu Luccy yang saya katakan itu kebenarannya"
"Ibu Mika sama saja seperti guru ibu Annisa, entah ilmu sihir apa yang diberikan oleh guru sok cantuk itu"
"Tidak ada ilmu sihir apa pun ibu Luccy, mungkin karena kepribadiannya yang baik ibu Natuna menjadi idola disekolah ini jangan merasa tersaingin seperti itu ibu Luccy"
"Saya tidak tersaingi sama sekali ibu Mika jadi jangan asal bicara ya"
"Ok, saya tidak akan bicara lagi"
"Dasar ibu Mika bukannya mendukungmu malah memojokkan ku lihat saja nanti kamu juga aku singkirkan dari sekolah ini" batin ibu Luccy
"Baiklah kalau semua menyetujui keputusan ini kita akan meliburkan anak-anak untuk beberapa hari sampai masalah ini bisa terselesaikan"
Keputusan akhir dari rapat itu adalah meliburkan semua murid untuk beberapa hari sampai masalah ini berakhir.
"Akhirnya rapat membosankan ini berakhir" batin ibu Luccy
"Ibu Luccy, bisa bicara sebentar"
"Ada perlu apa ibu Zahra???"
"Saya hanya ingin ibu Luccy tau kalau saya selalu dipihak ibu Luccy dan saya juga mendukung ibu Luccy untuk menjadi kepala sekolah"
"Ibu Zahra hanya ingin keuntungannya saja, aku kira apa yang ingin dibicarakannya saat ini ternyata hanya omong kosong yang aku dengar. Buang-buang waktuku saja" batin ibu Luccy
"Ibu Luccy kenapa hanya diam saja, apa ibu Luccy tidak percaya dengan apa yang saya katakan"
"Saya percaya ibu Zahra, kalau begitu saya harus pergi dulu ada urusan yang harus saya selesaikan"
"Tapi buk Luccy, saya..."
Ibu Luccy pergi begit saja tanpa menghiraukan ibu Zahra yang terus saja mencari perhatian darinya.