This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 06 - Dipanggil kepala sekolah



Setelah menyantap makanan dan minuman dikantin ibu Natuna diminta kepala sekolah untuk menemuinya.


"Permisi Pak"


"Ibu Natuna, silahkan masuk"


"Apa bapak mencari saya???"


"Iya bu, silahkan masuk dulu. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada ibu Natuna"


"Baik Pak"


Ibu Natuna masuk dan duduk didalam ruangan itu.


"Maaf kalau saya lancang Pak, sebenarnya apa yang ingin bapak katakan kepada saya. Sepertinya itu penting"


"Saya hanya ingin memastikan saja bu"


"Memastikan apa maksud bapak, saya kurang paham"


"Bagaimana kesan pertama ibu Natuna mengajar dikelas itu???"


"Kesannya cukup menyenangkan Pak, murid-murid yang berada dikelas itu sepertinya bisa menerima saya dengan baik"


"Syukurlah kalau begitu ibu Natuna, saya sedikit lega mendengarkan. Semoga saja ibu Natuna bisa betah berlama-lama mengajar dikelas itu"


"Iya Pak, saya sangat harap begitu"


"Apa Lexy melakukan sesuatu yang kurang menyenangkan ibu Natuna???"


"Untuk saat itu tidak ada Pak, tapi saya berharap semuanya berjalan dengan lancar-lancar saja Pak"


"Saya juga berharap begitu ibu Natuna, tapi ibu Natuna juga harus berhati-hati karena bisa saja Lexy melakukan hal yang kurang menyenangkan kepada ibu Natuna"


"Baik Pak, saya akan selalu berhati-hati dalam menangani ini dan saya berharap murid yang bernama Lexy Artama bisa berubah. Tapi untuk saat ini belum ada pergerakan darinya Pak"


"Karena ini belum waktunya Lexy beraksi bu, ibu Natuna selalu berhati-hati saja. Saya tidak ingin hal-hal buruk yang terjadi kepada guru lainnya menimpa ibu Natuna"


"Semoga saja berjalan dengan lancar Pak"


"Iya ibu Natuna, saya juga berharap begitu"


"Ada lagi yang ingin bapak tanyakan kepada saya???"


"Cukup untuk hari ini ibu Natuna, semoga ke depannya ibu Natuna bisa lebih lama mengajar disekolah ini"


"Iya Pak, akan saya usahakan sebisa saya"


"Ibu Natuna harapan kami satu-satunya"


"Iya Pak, saya akan melaksanakan amanah ini dengan sebaik mungkin"


"Kalau terjadi sesuatu kepada ibu Natuna karena ulah Lexy cepat ibu laporkan"


"Semoga saja tidak ada Pak"


"Iya bu, semoga saja"


"Kalau begitu saya pamit pergi dulu Pak, ada kelas lagi yang harus saya datangi"


"Baiklah bu"


"Mari Pak"


"Mari"


Ibu Natuna keluar dari ruangan kepala sekolah ditengah perjalanan menuju ke kelas yang lainnya ibu Natuna bertemu Lexy yang sedang duduk menghadap arah lapangan sekolah. Ibu Natuna menghampiri Lexy dan tersenyum kearahnya hal itu membuat Lexy tidak begitu menyukai perlakuan baik yang diberikan ibu Natuna kepadanya


"Permisi"


"Apa???"


"Pasti kamu yang bernama Lexy Artama???"


"Kalau iya kenapa???"


"Hanya memastikan saja, takutnya ibu salah menyapa"


"Oh"


"Kenapa sendirian disini, bukanya ini masih jam sekolah Lexy???"


"Berisik, pergi saja deh. Jangan ganggu kesenangan ku"


"Bukan begitu Lexy, tapi lebih baik masuk kedalam kelas daripada disini kan"


"Suka-suka saya mau kemana, jangan ikut campur deh bu, ibu orang baru ya"


"Iya ibu tau, tapi ibu ada memberikan saran saja Lexy"


"Saya tidak butuh saran dari ibu, sebaiknya pergi saja dari sini"


"Iya sudah, kalau begitu ibu pergi dulu Lexy"


"Pergi saja, kenapa harus kasih tau segala tidak penting"


"Lexy ibu pergi" sambil memegang pundak Lexy


"Pergi saja sana"


"Iya...iya..., kalau tidak ada keperluan lagi disini sebaikanya masuk ke kelas saja ya Lexy"


"Berisik!!!!"


"Ibu pergi lexy"


"Pergi saja sana, ganggu"


"Lexy"


"Apa lagi sekarang???"


Ibu Natuna tidak melanjutkan pembicaraannya dan tersenyum kearah Lexy. Beberapa saat Lexy terpaku melihat senyuman itu.


"Lexy"


(Tetap terdiam)


(Masih terpaku tanpa bahasa)


"Lexy...Lexy..." Sambil memegang pundak Lexy


"Jangan pegang-pegang"


"Maaf"


Lexy berlalu pergi meninggalkan ibu Natuna yang begitu terpaku melihat keanehan Lexy.


"Ganggu saja si tuna itu, tapi kenapa senyuman manis begitu. Sadar...sadar Lexy rencana utama itu menyingkirkan dari kelas ayo Lexy fokus jangan berubah begini"


Toton menyapa Lexy yang masih berbicara sendirian dilorong.


"Lexy"


(Tidak direspon)


"Lexy...Lexy...Lexy..."


(Tetap tidak ada respon)


"Ya ampun anak itu kenapa sih, aneh begitu. Nggak biasanya, apa aku kesana saja"


Toton menghampiri Lexy yang masih saja berbicara sendirian. Toton memukul pundak Lexy.


"Lexy"


"Toton, jangan muncul tiba-tiba dong"


"Dari tadi aku panggil-panggil kamu tapi nggak ada respon Lexy, lagi mikirin apa sih. Nggak biasanya kamu bersikap aneh seperti ini"


"Aneh gimana maksudnya ton"


"Nggak biasanya seorang preman sekolah berbicara sendirian seperti orang kurang waras, apa terjadi sesuatu Lexy atau jangan-jangan kamu"


"Apaan sih ton, jangan mikirin yang aneh-aneh deh"


"Justru sikap kamu yang aneh seperti ini makanya aku berpikiran yang aneh-aneh Lexy Artama. Apa tadi kamu bertemu bidadari atau mungkin bertemu kepala sekolah lagi, hahahah"


"Sialan kamu ton, untuk apa aku harus bertemu Pak tua itu"


"Siapa tau kan kamu rindu Lexy,hahahaha"


Tidak berapa lama Nando menyusul keduanya yang masih berada dilorong.


"Ton, Lexy"


"Nando" sapa toton


"Aku kira kalian berdua kemana, kenapa pergi ketoliet tapi nggak balik-balik lagi. Aku kira kalian berdua sudah meninggal, hahahah"


"Sialan kamu Nando yang lama pergi ketoliet itu Lexy bukan aku. Makanya aku menyusul kesini, tapi Lexy nggak ada ditoilet makanya aku cari dia dulu sebelum kembali ke kelas lagi. Terus kenapa kamu keluar kelas juga Nando"


"Disuruh cari kalian berdua, lagian ngapain sih kalian berdua disini kalau ketahuan Pak Tomo habislah kalian berdua"


"Kalau Lexy sih sudah biasa kan dihukum Pak Tomo, jadi sikapnya biasa saja"


"Iya Ton, aku tau soal itu. Tapi kenapa kalian berdua masih disini bukanya kembali ke kelas, kan aku yang harus cari kalian berdua"


"Tanya saja tuh sama Lexy, kenapa kita berdua ada disini"


"Kamu kenapa Lexy, apa terjadi sesuatu"


"Aku baik-baik saja Nando"


"Jangan percaya Nando, tadi saja aku panggil-panggil namanya nggak ada respon sama sekali pasti terjadi sesuatu kepada teman kita ini"


"Apa!!!!, nggak salah dengar nie. Lexy preman sekolah bertingkah sangat aneh"


"Aku juga pertama nggak percaya Nando, tapi itulah kenyataannya teman kita ini bersikap sangat aneh hari ini"


"Apa kamu sakit Lexy???" Nando menyentuh kening Lexy


"Nggak mungkin sakit Nando, jangan-jangan teman kita lagi jatuh cinta lagi"


"Jatuh cinta????, sama siapa ton???"


"Kamu mau tau siapa orangnya Nando"


"Tentu dong, siapa orangnya ton"


"Kepala sekolah kita"


"Apa!!!!!, seriusan"


"Hahahahaha" toton tertawa


"Jangan percaya sama si toton aku masih normal kalik, untuk apa aku suka sama Pak tua itu"


"Hahahaha, bercanda Lexy. Jangan dianggap seriusan dong" jawab toton


Ibu Natuna berjalan menuju kearah ketiganya. Toton dan Nando menyapa ibu Natuna tetapi Lexy tetap terdiam tanpa bisa menatap ke arah ibu Natuna yang berdiri tepat disampingnya.


"Ibu cantik"


"Toton kan"


"Iya ibu cantik"


"Ibu Natuna"


"Nando"


"Iya bu"


"Kenapa kalian masih berada disini bukanya sebentar lagi pergantian pelajaran???"


"Iya bu, Nando kesini cuma mau menjemput toton dan Lexy. Dari tadi pergi ketoliet lama banget bu"


"Jangan percaya bu, yang lama pergi ketoliet itu Lexy bu bukan toton. Iya kan Lexy"


Lexy tetap terdiam dan tidak berbicara sedkiti pun hal itu membuat toton dan Nando semakin curiga dengan keanehan temannya itu.